MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Menggenggam Tanganya


__ADS_3

Hendra datang bersama pak supir, Oma tadinya mau ikut, tapi Hendra melarangnya.Oma suruh tetap di rumah bersama Dea.


Sampai di rumah sakit Hendra langsung menelfon Zara, dan Zara memberi tau Hendra ruangan tempat Rizki di rawat.


"Papahh,, "kata Zara saat pintu ruang rawat Rizki terbuka. Zara langsung mendekati Hendra dan memeluknya.


"Sayang,, kamu baik baik saja,, mana yang sakit, katakan sama Papah,, "


"Zara ngga papa kok Pah, hanya kening Zara yang lecet,, "sambil melepaskan pelukan.


"Sukurlah,,, "


Lalu Hendra mendekat ke Rizki yang terbaring di tempat tidur dengan kedua kakinya di perban.


"Maaf Pak saya ngga bisa jagain Zara,, "kata Rizki pada Hendra.


"Sudah ngga papa ,, yang penting kalian berdua selamat,, "


"Ya sudah kalau gitu saya mau ke temu sama Dokter, mau menanyakan kondisi kaki kamu dulu,, "


"Iya Pak,, dan terimakasih sebelumnya,, "


"Iya,, kamu ngga usah sungkan gitu,, "


"Za,, Papah mau ke ruangan Dokter dulu, dan itu Papah bawakan makanan, makan gih nanti kamu sakit lagi,, "


"Iya Pah, Zara akan makan,, "


Lalu Hendra pun keluar, dan Zara mengambil bukusan kantong keresek di meja. lalu Zara akan makan.


"Abang juga makan sekalian yah,, "kata Zara yang sudah duduk di dekat Rizki.


"Ngga usah, kamu makan aja, nanti Abang juga dapat kok makanan dari rumah sakit, "


"Tapi ini sudah lewat dari jam makan siang, dan pastinya Abang dapat makananya nanti sore, udah dari pada perut Abang sakit, ayo Aaa,,, "Zara sambil menyodorkan sendok ke mulut Rizki.

__ADS_1


Ahirnya Rizki pun mau membuka mulutnya, Rizki di suapi Zara hanya dengan lauk perkedel daging aja, rupanya Hendra membawa makanan padang.


Ahirnya Rizki habis banyak, entah karena lapar atau karena Zara yang suapi, hanya Rizki yang tau.


"Makasih,, maaf jadi merepotkan,, "kata Rizki selesai Zara membantu minum.


"Ngga merepotkan kok, Zara senang melakukanya,, "mereka berdua lalu tersenyum.


Sekarang Zara yang lanjut makan, Zara makan di sofa, saat Zara makan Rizki tak henti melihatnya.


Gadis kecil yang tadinya masih sangat manja, dan ke kanak kanakan, sekarang sudah sedikit dewasa, itu pun sedikit demi sedikit. Rizki sampai tak percaya kalau menyukainya, karena sebenarnya tipe Rizki adalah wanita yang mempunyai pemikiran dewasa dan keibuan, tapi rupanya sekarang Rizki sudah berubah ,tipe wanita yang di sukainya adalah Anak ABG.


Rizki sebenarnya pernah pacaran, tapi karena pacarnya pindah kerja ke luar negri, dan meraka jadi hubungan jarak jauh, membuat mereka sepakat untuk putus saja. itu sudah 2 tahun yang lalu. dan sekarang Rizki baru merasakan lagi yang namanya cinta.


"Iihh,, Abang, Zara lagi makan, jangan diliatin sih,, malu tauu,, "Rizki hanya tersenyum.


Selesai makan Zara merapikanya, dan saat akan membuang sampah, Hendra datang dengan Dokter.


"Ki,, saya sudah bicara dengan Dokter, kamu akan saya pindahkan ke rumah sakit yang ada di kota, dan Dokter menyetujuinya, "


"Iya bagus,, Dok silakan di siapkan dulu peralatan yang perlu di bawa dalam mobil, "


"Baik Pak,, "Lalu Dokter di bantu perawat Laki laki mengangkat Rizki ke kursi Roda dengan sangat pelan.


Rizki tidak di bawa memakai ambulance,tapi di bawa dengan mobil Hendra menuju kotanya.


Rizki di letakan di bangku belakang dan di temani Zara, sedang Hendra di depan bersama pak supir.


Mobil berjalan dengan pelan, karena Rizki setiap ada polisi tidur dan jalan mobilnya agak cepat dia merasakan kesakitan di kakinya,karena gerakan mobilnya membuat kakinya bergetar.


Rizki selalu menggigit bibirnya saat kakinya kesakitan. Zara yang melihatnya merasa kasihan, pasti kakinya Rizki sangat sakit karena posisinya ngga nyaman.


Zara lalu menarik tangan Rizki untuk di genggamnya,dan tanganya di tutup dengan jaket, takutnya Hendra melihat tangan mereka yang saling menggengam.


Mereka saling lihat dan tersenyum,Zara tersenyum karena mencoba menghibur dan menguatkan Rizki ,sedang Rizki tersenyum karena merasa Zara perhatian dan menyemangatinya.

__ADS_1


Sekitar satu jam mobil Hendra sampai di rumah sakit, Hendra langsung mendaftarkan Rizki agar cepat mendapat perawatan.


Setelah mendapat kamar dan Rizki sudah di beri infus, Hendra mengajak Zara untuk pulang.


"Pah,, yang jaga Bang Rizki siapa dong kalau kita pulang,, kasihan Abang sendirian,, "


"Sayang di sini banyak suster dan ada Dokter juga,, kamu ngga usah kuatir, Zara juga butuh istirahat,, kita pulang besok gampang kita datang lagi ke sini,, "


"Tapi Pah,, "


"Zara,, pulang,, "kata Hendra nada suaranya sudah kurang enak di dengar.


Zara melihat ke Rizki dan Rizki menganggukan kepalanya pelan, tanda Rizki baik baik saja.


Zara dan Hendra pun pulang, Zara di jalan pulang selalu diam di dalam mobil. Sampai rumah Oma dan Dea langsung memeluk Zara.


"Oma,, Zara ngga papa, Zara cuman keningnya aja yang terbentur, yang lainya ngga papa,, "saat Oma memeriksa badan Zara takut ada yang luka lagi.


"Sururlah sayang,, Oma sangat takut dan kuatir,, "


"Tadi Oma sama Bunda lihat berita kecelakaanya, dan sangat seram,jadi membuat Bunda dan Oma takut, sayang,, "kata Dea yang memeluk Zara juga.


"Ya udah sekarang Zara masuk kamar bersih bersih dan istirahat yah, Bunda buatkan su*su coklat hangat dulu,, "kata Dea.


Zara lalu menurut dan masuk ke kamar, Zara lalu menuju kamar mandi, dan Zara lap badanya pakai air hangat.


Zara ngga berani mandi, karena keningnya masih sakit, selesai lap badan Zara keluar dari kamar mandi, dan sudah ada Dea yang membawakan su**su hangat. Setelah itu Dea keluar dari kamar dan menyuruh Zara untuk istirahat.


Zara selesai memakai baju juga sudah minum su**su hangatnya, sekarang Zara merebahkan badanya di atas kasur, Zara membuka hpnya dan ternyata saat melihat WA Rizki sedang onlaine.


Lalu Zara melakukan panggilan VC pada Rizki, dan Rizki langsung mengangkatnya.


"Jangan menangis,,,,, "


Jangan lupa ,like komen dan votenya, trimakasih...

__ADS_1


__ADS_2