
Rizki pun terbangun saat mendengar Zara memanggilnya, Rizki mengusap matanya dan mendekati Zara.
"Ada apa sayang,, butuh sesuatu,,? "Zara terlihat bingung mau ngomongnya.
"Zara,,, Emmm,, Zara sakit perut,, "Rizki diam sesaat.Zara yang malu menundukan wajahnya.
"Ya udah yuk Abang bantu ke kamar mandi, "
"Tapi Zara Malu,,, "
"Nanti Abang panggil suster untuk bantu kamu, kita ke kamar mandi dulu yuk nanti makin sakit loh perutnya,, "Zara pun menurut dan turun dari ranjang dengan pelan.
Lalu Rizki memegang infus dan mereka masuk ke kamar mandi.
"Mau Abang bantu buka celananya ngga, takut sakit perutnya sudah ngga tahan,,? "Zara diam seperti berfikir.
Dan sakit perut Zara memang sudah ngga tahan, dan Zara pun ahirnya minta tolong ke Rizki.
Rizki lalu membantunya menurunkan celananya tapi setengah, dan Rizki membuang wajahnya ke samping, Zara juga terlihat kaku karena merasa malu.
"Udah kan,, Abang keluar dulu yah,, "Zara mengangguk.
Rizki pun keluar dari kamar mandi, dan menunggu Zara sampai selesai.
Zara karena malu ahirnya memaksakan tanganya yang sakit untuk cebok, agar tidak merepoti Rizki atau suster nanti, karena malu.
Zara menggigit bibirnya agar tidak terdengar suara kesakitanya. setelah selesai Zara juga menarik celananya ke atas, dan tangan Zara ahirnya keluar darah.
"Bang sakitt,, "Zara ahirnya memanggil Rizki dan Rizki langsung masuk.
"Kenapa,, ?"
"Tangan Zara sakit Bang,, "
__ADS_1
"Sakit,, kok bisa,, "
"Tadi Zara cebok sama pake celana sendiri,jadi tangan Zara sakit,, "
"Ya Tuhan,, sayang,, "Rizki langsung melihat ke belakang dan di baju Zara ada darahnya.
"Sayang, lukamu keluar darah,, ayo kita keluar, "Rizki langsung membawa infusan dan keluar dari kamar mandi bersama.
Rizki lalu membuka kancing baju Zara lalu menarik ke belakang, Rizki mau lihat lukanya. saat melihat lukanya yang mengeluarkan darah cukup banyak dan Zara merasa kesakitan, Rizki menekan tombol untuk memanggil suster.
"Bangg,, sakit,,, "
"Iya sayang,, tunggu yah suster bentar lagi datang,, "sambil mengelap darah dengan tisu Rizki berkata.
Saat Rizki masih membersihkan darah di punggung Zara, ternyata Suster datang bareng dengan Hendra dan Mimin ,mereka masuk bersama.
"Zara kenapa Ki,,? "Hendra langsung terlihat panik melihat tisu yang berlumuran darah.
"Ini tadi Zara tanganya buat bergerak jadi lukanya keluar darah,,"
"Pah,, Abang ngga ninggalin Zara kok, ini tuh karena Zara yang ngga mau minta tolong ke Abang,, "
Lalu suster membersihkan luka Zara dan memberikan salep juga. Lalu Zara juga di suruh makan karena harus minum obat.
Setelah suster pergi Hendra langsung minta penjelasan pada Rizki kenapa samapi luka Zara berdarah.dan Mimin di suruh keluar dulu karena Hendra ingin bicara dengan Rizki dan zara.
"Tadi pagi Zara katanya kebelet,dan ingin buang air besar, saya lalu mengantarnya untuk masuk ke kamar mandi, saya lalu membantunya melepaskan celananya setelah itu saya keluar, sekitar 20 menit saya dengar Zara kesakitan ,trus saya masuk dan melihat Zara yang kesakitan dan darah sudah terlihat di bajunya,Rupanya Zara membersihkanya sendiri dan memakai celana sediri dengan tanganya, itu yang membuat lukanya mengeluarkan darah lagi, "
"Kamu membantu melepaskan celana Zara Ki,,?"tatapan Hendra sangat tajam.
"Emm,,, iya Bos, soalnya ,"Rizki belum selesai bicara langsung di potong Hendra.
"Apaaaa,,, jadi kamu benar benar membantu melepaskan celana Zara,,,! "Rizki dan Zara saling pandang, dan suara Hendra sudah terlihat beda.
__ADS_1
"Kamu jangan macam macam ya Ki,, kamu itu baru saya Izinin berpacaran denganya, kenapa kamu berani sampai seperti itu,, "Rizki diam takut salah bicara.
"Apa kamu melihatnya,,? "
"Lihat apa ya Bos,,?"Hendra membuang nafasnya kasar.
"Lihat inti tubuh Zara, ngerti kamu,,! "Rizki diam.
"Jawab Rizki jangan diam saja, saya lagi tanya sama kamu,, !"
"Pahhh,,, udah jangan marah marah gitu, Abang ngga salah kok Pah,, itu karena Abang bantuin Zara,, Abang juga pasti ngga bermaksud apa apa,, "
"Jadi Rizki melihatnya,,? "Zara mengangguk.
"Dasar brengsek kamu ya Ki,, kamu berani beraninya kurang aja sama anaku,, "Hendra langsung mencengkram kerah baju Rizki.
"Pah,, setop Pah,, Zara mohon jangan sakiti Abang,, Abang itu karena mau nolongin Zara Pah,, kalau ngga di tolong Abang ini kan hasilnya tangan Zara berdarah lagi,, "Zara bicara sambil menangis karena melihat Rizki yang mau di hajar Papahnya.
Hendra yang melihat Zara Menangis dan seperti kesakitan langsung melepaskan tanganya di leher Rizki. Hendra lalu mendekati Zara dan memeluknya.
"Maafin Papah sayang, bukan karena Papah ingin nyakitin Rizki, tapi Papah sebagai Papah kamu merasa tidak terima kalau Rizki sudah melihat badanmu, apa lagi inti tubuhmu itu, kalian belum menikah tapi kenapa Rizki sudah melihat milikmu yang sangat di larang untuk di lihat,, "sambil masih memeluk Zara dengan pelan.
"Sudah jangan menangis yah,, "sambil Hendra mengusap air mata Zara yang ada di pipi.
"Abang ngga salah Pah, Abang hanya ingin membantu Zara, Abang juga bingung dan kasihan melihat Zara yang kesusahan dan juga kesakitan, makanya Abang ahirnya membantu Zara melepaskan celananya, karena kalau Abang panggil suster itu sudah ngga keburu,karena perut Zara sudah sangat sakit,, "Hendra tersenyum tipis lalu Mengangguk.
"Ya udah jangan nangis, Papah sama Rizki mau ke kantor, kamu di sini sama Mba Mimin yah, mungkin Bunda akan datang siangan,, "
"Iya Pah,, "
Lalu Rizki berpamitan pada Zara, setelah itu Hendra dan Rizki keluar dari ruang rawat Zara dan Mba Mimin suruh masuk.
"Kamu pulang dulu aja ,setelah mandi baru datang ke kantor,, "Kata Hendra, Rizki menjawab iya lalu Hendra langsung masuk mobil dan pergi.
__ADS_1
Hendra di dalam mobil duduk sambil melamun, untung Hendra di antar supir, jadi tidak bahaya. Hendra memikirkan hubungan Zara dan Rizki baiknya mau bagaimana.
Jangan lupa luke, komen dan votenya, trmakasih..