MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Kekagetan Sisi


__ADS_3

Setelah dari butik kita niatnya langsung mencari sofenir, tapi karena sudah mau lewat jam makan siang jadi kita mampir dulu di tempat makan untuk mengisi perut.


Kita berhenti di rumah makan yang menyediakan berbagai masakan nusantara. Lalu kita turun dari mobil dan masuk ke rumah makan.Lalu kita juga mencari tempat duduk yang cukup nyaman, karena rumah makan ini cukup ramai.


Setelah mendapat tempat duduk kita langsung memesan makanan, kalau aku memesan yang berbau pedas seperi ada sambalnya ,sedang papah memesan makanan yang pedas manis.


Sambil menunggu makanan datang papah pun menanyakan tentang sofenir apa yang aku inginkan.


"Adek,,, sofenirnya pengin apa nanti,? "


"Dinda juga bingung Mas,, menurut mas apa,? "


"Kok malah balik nanya sih dek,, Mas ngikut adek aja, "


"Tapi Dinda juga bingung Mas, coba Mas juga kasih ide dong jangan di serahin ke Dinda aja semuanya, "


"Oh,,gitu, ya udah kita ketempat sefenirnya dulu baru kita pilih bersana disana,"aku tersenyum dan menganggukan kepalaku.


Setelah makan kita langsung ketempat yang sudah kita rencanakan,setibanya di tempat tujuan kita berdua pun langsung memilih2 sofenir,ahirnya papah pun setuju dengan pilihan yang aku ajukan, karena pestanya di kampung aku pun menyesuaikanya, benda yang suka di pakai banyak orang dan sangat bermanfaat.


Ahirnya sekitar jam 4sore kita sedang menuju pulang, tapi kata papah jangan pulang dulu tapi papah meminta aku menemaninya belanja.


Sesampainya di supermaket aku dan papah langsung mencari apa yang di butuhkan.


"Dindaa,,,,, "ada suara memanggilku dari belakang, aku pun langsung menengok.

__ADS_1


"Hayy,,,, Si, gimana kabarnya, "ucapku sambil kita saling peluk dan cium pipi kiri dan kanan.


"Baik,, kamu juga gimana kabarnya, lama kita ngga ketemu ya Din,? "


"Iya lumayan lama. Aku baik seperti yang kamu lihat,,, "


"Dek,,,, Mas ke tempat ikan dulu yah,,, "


"Iya, "kataku.


"Pak dosen,,,, "sambil melihat ke papah lalu berpindah melihatku.


Papah hanya tersenyum lalu pergi sambil mendorong troli.


"Iya,,, nanti Dinda jelasin.Tapi sekarang kita selesaikan belanjanya dulu yah, nanti sehabis kita belanja ngopi di kafe depan ok, "ahirnya Sisi menganggukan kepala walau aku tau dia pasti sangat penasaran.


Aku langsung menyusul papah di tempat ikan, aku langsung melihatnya dan mendekat ke papah.


"Udah dapat ikanya Mas,? "tanyaku.


"Udah,, nih,"sambil menujuk dua kantiong ke arahku, "Adek Mas pengin makan pakai udang saos tiram, apa adek bisa bikinya,? "tanya papah padaku.


"Iya nanti Dinda bikinin. Dinda bisa kok ,mau udang yang mana Mas,, yang sedeng pa yang besar, ?"kataku sambil aku menujuk ke kotak yang berisi udang.


"Yang sedeng aja dek,, "aku lalu memanggil mas yang di situ untuk mengambilkanya.

__ADS_1


Selesai dengan udang, papah dan aku masih asik balanja untuk mengisi dapur di apartemen papah.


Saat sedang mengantri di kasir hpku berbunyi tanda pesan masuk, saat aku lihat ternyata Sisi mengatakan kalau dia sedang menungguku di kafe depan dan aku membalasnya, kalau aku sedang mengantri di kasir.


"Mas,,, Sisi pengin penjelasan tetang apa yang dia lihat dan dengar, apa Mas ngga keberatan kalau Dinda cerita ke Sisi tentang semuanya,? "tanyaku.


"Mas ngga masalah, malah seneng kalau adek mengenalkan Mas kepada temen adek kalau Mas calon suami adek,"sambil tersenyum papah berkata.


"Iya udah nanti abis bayar kita temui Sisi di kafe depan ya Mas, "papah pun mengangguk.


Selesai membayar belanjaan,kita langsung keluar.Papah menyuruhku untuk langsung menemui Sisi di kafe sedang papah menata barang belanjaan di mobil dulu.


"Maaf ya Si lama,,, "kataku saat aku sampai di hadapan Sisi.


"Ngga papa,,, santai aju. Dimana pak dosen kok ngga ikut tapi ngga penting juga sih, ngga ada malah membuat kita bisa cerita dengan bebas. Langsung saja ceritain tentang yang aku lihat dan dengar tanpa ada yang kurang, "aku hanya tersenyum melihat betapa Sisi penasaran tentang hubunganku dengan papah.


"Hemmm,,, sebelumnya aku minta maaf ya Si kenapa aku ngga cerita ke kamu tentang masalah ini, karena menurutku ngga begitu penting, tapi karena kamu udah melihatnya ya akan aku ceritakan semuanya,sedang pak dosenya sedang menata barang belanjaanya di mobil, "


"Pak dosen mu itu sekarang adalah calon suamiku Si, dan dua bulan lagi kita akan menikah, "sambil ku tunjukan cincin di jari manisku.


"Kok bisa,,,tapi kata kak Aldo dua hari kemaren cerita ke padaku kalau kamu dan pak dosen adalah ayah dan anak, masa kak Aldo bohong sih padaku, "aku yang mendengarkanya langsung kaget, ini mah harus aku ceritain semuanya dong....


**Aku up dikit dulu yah Kaka, soalnya mau ada urusan, mudah mudahan nanti sore bisa up lagi.


Jangan lupa like,komen dan votenya yah kak biar semangat untuk aku menulis lagi. 😊😘🙏🙏🙏**

__ADS_1


__ADS_2