
"APA.... Istri,,"Mama Dina sepertinya sangat kaget mendengar kata istri.
"Iya,,, Dinda istrinya Agung, mereka baru menikah,"jawab ibu.
"Sayang,,, ini adalah Seli temenya Agung,"Aku langsung kaget, ternyata Mama Dina itu mantan pacar Papah, pantas waktu di bandara pas mereka bertemu seperti ada rasa tak nyaman dari papah.
"Adekkk,,, kopinya mana,"tiba tiba Papah memanggilku,karena tidak tau ada tamu Papah hanya memakai celana pendek dan tidak memakai baju, yang tambah bikin aku kaget adalah tanda merah di dada Papah yang kemaren aku bikin belum hilang dan terlihat jelas.
"Iya Mas, Dinda bikinkan dulu tapi mas masuk gih pake baju,"kataku sambil aku mendelat ke Papah.
Dan kak Seli pun melihat Mas Agung dengan tatapan yang sulit di artikan.Sedang Ibu hanya tersenyum melihat Aku yang sedang menahan malu.
"Maaf ngga liat ada tamu, !"kata Papah melihat ke arah Seli dengan cueknya dan lalu berjalan bersamaku menuju dapur.
"Mas ngapain sih ngga pake baju, pake keluar dari kamar lagi ihh,, "kataku sambil mengambil gelas, lalu sambil mencari kopi dan gula Aku bicara.
"Lagian Adek suruh bikin kopi aja lama, ya Mas susul lah, "jawab papah. Sambil mengambil toples yang berisi kopi dan gula.
"Ya maaf ,,,,tadi sama Ibu di panggil suruh kenalan sama Kak Seli ,tapi ya Mas pake baju kan bisa Dinda itu malu karena Mas kelihatan ini, ini, ini,,, "kataku sambil menujuk tanda merah di dadanya Papah. Sedang Papah malah tersenyum mendenarkan ocehanku.
"Iihh,,, Mas ngapain malah senyum senyum gitu sih, orang Dinda lagi sebel juga, "kataku lagi sambil aku berikan segelas kopi kepada Papah yang sedang duduk. Sedang Papah masih saja tersenyum dan menariku untuk duduk di sebelahnya.
.
.
.
Di ruang tamu
"Tante,, kayanya Dinda masih sangat muda, pasti sangat jauh perbedaan umur mereka, kenapa Mas Agung memilih menikah denganya ya Tante, ?"
"Yang namanya jodoh kita tidak tau kan, mungkin Agung merasa nyaman, sayang dan cinta makanya Agung memilih Dinda untuk jadi istrinya, masalah umur justru makin berumur laki laki itu makin dewasa dan matang,"
"Apa Tante tidak takut kalau Dinda hanya memanfaatkan Mas Agung,? "
__ADS_1
"Setau Tante, Dinda itu anaknya baik,pinter memasak dan cinta juga sayang sama Agung, jadi Tante percaya Dinda itu tidak mungkin memanfaatkan Agung, "jawab ibu.
"Seli, Tante minta maaf bukanya Tante mengusi kamu, tapi kita semua mau ke tempat Pamanya Agung,sebaiknya nak Seli pulang saja ,"kata Ibu lagi.
Ahirnya Kak Seli pun pergi dan Ibu langsung masuk ke dapur untuk menemuiku dan Papah.
"Dinda, bantu Ibu bikin sarapan yuk, karena sehabis sarapan kita langsung ke rumah Paman, "kata Ibu yang mendekat ke kita.
"Iya bu,, Dinda bantuin, "jawabku.
Ibu mengambil bahan isian untuk membuat nasi goreng,seperti sosis juga baso, sedang Aku membuat bumbu.Setelah siap semua bahan bahan untuk membuat nasi goreng, Aku langsung memasaknya. Karena Aku mau jadi menantu yang baik jadi Ibu aku suruh duduk dan menunggu masakanku selesai.
Saat sedang memasak Aku menyuruh Papah untuk mandi dan bersiap agar nanti selesai masak Aku yang bergantian untuk mandi.
Sedang Ibu memang sudah rapi pasti sudah mandi, sebenarnya Aku agak sungkan dengan Ibu karena Aku yang masih acak acakan, dengan masih memakai baju tidur lagi.
Setelah sarapan siap, Aku bilang pada Ibu untuk pergi mandi dulu karena merasa gerah dan bau karena habis masak di campur belum mandi, kebayang kan baunya kaya apa.
Aku masuk kamar dan melihat Papah yang sudah rapi dan sedang menyisir rambutnya, Papah juga memakai kaos lengan panjang warna hitam dan juga celana hitam seperti Ibu juga memakai serba hitam.
Aku mandi tidak memakan waktu lama, hanya sekitar 10 menit, karena ngga enak kalau kelamaan mandinya. Ibu dan Papah pasti sudah menungguku di meja makan.
Aku langsung menuju meja makan, dan kita bertiga pun sarapan bersama, selesai sarapan kita berangkat ke rumah Paman untuk ikut mengantar zenazah nya ke tempat peristirahatan terahir.
Setelah zenazah di makamkan semua orang pun kembali ke rumahnya masing masing, sedang Aku Papah dan Ibu sekarang masih di rumah Paman, karena kata Papah kita mau sekalian pamit untuk pulang ke kota.
.
.
.
Doni Dan Farida
Di kota yang berbeda dua insan yang sedang melakukan panggilan telfon dengan adanya rasa cinta yang terpendam.
__ADS_1
"Mas sedang apa, tumben telfon apa ada sesuatu,? "tanya Farida pada Doni.
"Kenapa panggilnya Mas ngga Ayah lagi,? "
"Ngga enak lah Mas, itu kemaren karena ada Dinda jadi biar Dinda merasa masih mempunyai keluarga yang masih utuh, "
"Kenapa kita ngga kabulkan aja keinginan Dinda, biar kita benar benar menjadi keluarga yang bahagia, "
"Mas ngomong apa sih, Aku dah ngga pantas buat Mas, cari lah wanita yang baik dan tidak mempunyai kekurangan sepertiku,"
"Kata siapa Kamu ngga pantas buat Aku,hemmm.....yang bisa menilai kamu baik untuku atau tidak itu Aku Da, dan menurutku Kamu wanita yang pantas untuku, ngga ada Wanita yang bisa menggantikan Kamu dari hatiku. kembalilah padaku kita bangun rumah tangga kita lagi, yang lalu biarlah berlalu dan Aku tidak mempermasalahkan tentang Kamu yang pernah menikah lagi selain dengan ku,"
"Hik.. Hik... Maafkan Aku Mas,"
"Jangan minta maaf, biarkan lah yang lalu menjadi masalalu,sekarang kita memikirkan masa depan saja.Kembalilah bersamaku Da,kita hidup bersama lagi, "
"Tapi itu sangat sulit Mas, Aku terikat kontrak kerja di sini, dan sedangkan Mas kerja di kota mas,"
"Itu bisa kita bicarakan nanti, setelah Kamu mau menyetujui kalau Kamu mau kembali bersamaku,"
"Beri Aku waktu untuk memikirkanya Mas, "
"Jangan lama lama, Aku kasih waktu Dua hari untuk Kamu menjawabnya, "
"Iya,,,, Dinda gimana kabarnya Mas, ?"
"Dinda sedang ke rumah mertuanya, karena ada sodaranya Pamuji yang meninggal, "
"Oh,, gitu.Ya udah ya Mas Aku matikan dulu, Aku mau kerja dulu,"
"Iya,, hati hati yah, "
**Buat kaka kaka yang menanyakan ada beberapa BAB yang hilang itu memang benar karena telah di hapus,maaf karena mungkin ada yang merasa kecewa, tapi mau bagai mana lagi semua dari pihak NT, jika ceritanya jadi kurang nyambung atau kurang berkesan aku minta maaf yak, semoga kaka kaka semua masih tetap suka ceritaku.
Jangan bosen ke ceritaku ya kak, dan jangan lupa like,komen dan votenya,makasih😘😘🙏🙏**
__ADS_1