
Sudah seminggu ini sila bekerja di klinik Dinda,Sila sudah mulai pintar dan tau cara kerjaanya,Sila di klinik juga sudah banyak teman,karena Sila anaknya mudah bergaul.
"Sila,,saya mau pulang dulu yah,Fatiya sama Faiza mereka berdua sedang sakit,jadi saya pulang duluan,nanti kalau ada masalah atau apa pun itu yang kamu ngga tau,telfon saya aja yah,,"Kata Dinda sambil merapikan meja kerjanya.
"Iya Dok,,"jawab Sila.
Lalu Dinda pun pulang bersama supir,Agung tadi pagi juga ngga datang ke klinik karena jagain Fatiya dan Faiza.
Sampai di Rumah Dinda langsung ke kamar kembar,dan Agung juga ada di kamar kembar.
"Ginana Pah keadaan kembar,Apa panasnya udah turun,,?"tanya Dinda saat masuk ke kamar.
"Sudah,mereka sudah ngga panas lagi,"
"Sukurlah,,"Dinda lalu mendekati kedua anaknya.dan memerkasa keningnya.
"Mereka tadi habis minum obat,makanya sekarang tidur,,"Dinda mengangguk.
"Ya udah yuk Pah kita keluar,biar mereka istirahat,,"Agung mengangguk.
Lalu Agung dan Dinda keuar dari kamar kembar.
"Pah,,Mamah mau masak buat kembar dulu yah,"saat mereka sudah di kamar,dan Dinda langsung ganti baju.
"Iya,,Papah mau istirahat dulu ,"sambil merebahkan badanya di kasur.
Dinda ke dapur untuk memasak sup Ayam dan baso,di bantu mba Siti yang menggoreng ikan.
Agung memanggil Dinda karena hpnya berbunyi,dan ternyata ada telfon dari Sila.
"Mah,,ada telfon nih,"Sambil memberikan hpnya.
"Iya Pah,,"
Agung kembali ke kamar,dan Dinda menerima telfon Sila.
"Iya Sil,,ada apa,,?"
"Ini Dok,ada berkas yang harus di tandatangani Dokter,katanya ini penting dan harus di tandatangani Dokter,Sila antar ke rumah aja ya Dok,,"
"Oh gitu yah,,ya udah kamu antar aja ke sini,,makasih ya Sil,,"
"Iya Dok,,saya akan ke rumah Dokter sekarang"
Telfon pun mati,Dinda lanjut memasak,sedang Sila di klinik bersiap untuk ke rumah Dinda.
"Kok tumben Mamah udah pulang,,?"tanya Abang saat Melihat Dinda sedang masak di dapur.
"Iya,,Mamah pulang cepat,soalnya adek masih sakit,,"
"Belum turun juga panasnya Mah,,?"
__ADS_1
"Sudah ,,tapi masih belum sehat banget,,"Abang mengangguk lalu Abang mengambil minum.
Setelah Minum Abang naik ke kamarnya untuk istirahat.
Tokk,, Tokkk,,
Kamar Rizki ada yang mengetuk,saat di buka ternyata ada mba iis .
"Ada apa mba,,?"tanya Akbar.
"Di panggil Ibu Bang,,"
"Oh iya Mba,,"
Akbar pun turun ke bawah,menggunakan kaos tanpa lengan dan celana pendek.
"Ada apa Mah,,?"
"Itu Mamah minta tolong antarkan
Sila ke Rumah sakit Mitra keluarga yah,"
"Sila,,"
"Iya,,Sila,,dia lagi ke kamar mandi,tunggu bentar yah,,"
Sila lalu ke luar dari kamar mandi yang ada di dekat dapur,dan saat mendekati Dinda Sila melihat Akbar.Mata mereka bertemu untuk beberapa detik.
"Sil kamu di antar Akbar yah untuk ke rumah sakit Mitra keluarga,biar cepat.soalnya jam 4 berkasnya ini sudah harus di sana,,"
"Abang ngga lagi sibuk kan,bisa antar Sila sebentar,,"
"Iya Mah,Abang akan antar Sila,,Abang ganti baju dulu,,"Dinda mengangguk.
Dinda dan Sila menunggu Abang,Dinda lalu menandatangani berkas itu sambil duduk.sekitar 10 menit Akbar sudah siap.
Akbar memakai kaos dan celana levis panjang.lalu mengajak Sila pergi.
Di mobil Sila menyalakan musik agar tidak sepi di dalam mobil.mereka sesekali mengobrol ,sila duduk terasa ngga nyaman karena Sila meraasa di inti tubuhnya basah.
"Kamu kenapa sih duduknya ngga bisa diem gitu,,?"tanya Akbar.
"Emmm,,Aku sepertinya datang bulan deh,rasanya ngga nyaman gitu,,"
"Datang bulan,,"Sila mengangguk.
"Sekarang tanggal berapa sih,,?"
"Tanggal 15 ,,,"
"Oh pantesan,,biasanya memang tanggal segitu Aku datang bulan,,"
__ADS_1
"Trus sekarang gimana,,?"
"Ngga papa,,lanjut aja,,"
Akbar langsung menuju ke rumah sakit,sampai di rumah sakit Mitra keluarga Sila akan turun,Akbar melihat di roknya ada darah.
"Sil,,rok kamu kotor,rok mu ada darahnya,,"Sila langsung melihat ke roknya,dan mengusapnya dan ternyata benar.
"Ya Tuhan,,trus ini gimana,,jok mobilmu juga terkena darah,"Sila melihat ke jok mobil Akbar.
"Udah kamu duduk dan diam di mobil,Biar Aku yang masuk antar berkas itu,,"
"Iya bauklah,,ini berkasnya,"Akbar mengambilnya dari tangan Sila dan Akbar langsung masuk ke dalam.
Akbar langsung bertanya securiti di mana ruangan Direkturnya,sedang Sila di mobil sedang merasa tidak enak karena telah mengotoro jok mobil Akbar.
"Ya Tuhan,,Aku malu dan ngga enak banget ini,kenapa bisa langsung banyak gini,tadi waktu di kamar mandi baru coklat dikit kok sekarang langsung banyak sih,,bikin malu aja,"
kata Sila yang yang bicara sendiri di mobil.
Tidak lama Akbar datang dan langsung masuk kemobil.
"Makasih ya Bar udah bantuin Aku,,"
"Iya,,"lalu Akbar membawa mobilnya menuju ke minimarket.
"Apa kamu butuh pembalut,,?"Sila langsung melihat Akbar.saat mobil sudah berhenti di minimarket.Sila hanya mengangguk.
"Aku belikan dulu yah,,"
"Apa kamu ngga mau beli kaya gituan,,?"
"Ngga,,malu kenapa emangnya,"Sila hanya menggelengkan kepalanya.
"Ya udah Aku beli dulu,,"Sila mengangguk.
Akbar pun keluar dari mobil,Sila hanya melihatnya dari dalam mobil.
"Ya Tuhan itu cowo kaku kok mau yah beliin Aku pembalut,kenapa sih dia selalu baik banget sama Aku,,Aku jadi merasa ngga enak banget,,"kata Sila.
Sekitar 8 menitan Akbar keluar dari minimarket dan langsung masuk ke mobil.
"Ini kan,,tadi Aku lupa tanya merek,ternyata banyak banget pilihanya ,Aku jadi bingung,mau tanya kamu Aku ngga punya no telfonmu,ya udah deh Aku ambil yang itu aja,"kata Akbar sambil melihat ke Sila,sedang Sila sedikit kaget karena saat melihat pembalutnya, yang Akbar beli itu yang ukuranya panjang 35 ,pembalut buat malam,dan Sila ngga pernah pake itu,tapi Sila tidak komentar apa apa,dia langsung bilang ngga papa,dan makasih.
Akbar lalu.membawa mobilnya lagi menuju ke toko baju yang ada di pinggir jalan,Abang mau beliin Sila celana.
"Eemmm Bar,maaf sebelumnya,bukanya Aku nolak,lebih baik kamu anterin Aku pulang aja yuk,ngga usah beliin Aku celana,ini udah jamnya pulang kerja ini,nanti Aku langsung bersih bersih di rumah aja,,gimana,,"
"Bener juga sih,ya udah Aku antar kamu pulang aja yuk,,"Sila mengangguk.
Sila sudah mulai sakit di perutnya,karena datang bulan itu,Akbar yang melihat Sila berkeringat jadi merasa heran,kan mobil pake AC kok keringetan,itu yang di pikiran Akbar.
__ADS_1
***Jangan like komen dan votenya,trimaksih...
Buat cerita Zara dan Rizki sudah ada yah,silakan klik profilku,,trimakasih***..