
Setelah cukup lama menonton tv, Doni pun masuk ke kamar, dan saat masuk kamar Doni melihat Dian yang sedang memberi nen pada Aditia.
"Udah tidur belum Yang,,? "
"Udah,, tapi belum nyenyak,, "
Lalu Doni mengambil hpnya, dan melihat ada pesan masuk.
"Terimakasih pinjamanya ya Mas, besok kalau kita ketemu lagi, Aku akan kembalikan,, "
Isi pesannya,, Doni langsing memijit keningnya. Doni bingung antara mau cerita ke Dian atau tetap menyembunyikanya.
Dian menindurkan Aditia ke boxnya,setelah Aditia tertidur pulas.
"Yang,,, Mas udah pengin banget nih,, boleh kan yah,, nanti Mas buang di luar ini, yah,,, "sambil memeluk Dian dari belakang dan menciumi leher Dian.
"Mas,,, geli ah,, jangan gini,, "Doni yang terus saja menciumi leher belakang Dian, membuat Dian kegelian.
"Jawab Iya dulu baru Mas berhenti, "
"Iihh,, kok maksa sih Mas,, "
"Dosa loh Yang nolak suami yang lagi pengin,"
"Hemmm,, pintar banget sih pake alasan Dosa,, "Doni hanya tersenyum.
Lalu Doni menggendong Dian ke kasur, dan menindihnya.
"Mas,, Dian takut karena belum KB,, "
"Ya kalau jadi lagi ya ngga papa, biar Adit punya temen di rumah,, "
"Kamu tuh ngomongnya enak banget sih Mas,, Adit itu masih kecil, bayi malah, kasian lah kalau nanti punya adek, takutnya nanti ngga fokus ngurusinya karena ada adeknya lagi,, "
"Iya ini kan kalau jadi, tapi tenang aja Mas akan gerak cepat nanti saat mengeluarkanya, biar tidak menetes di dalam,, "
__ADS_1
Doni pun mulai menciuminya di leher, dan sambil menji**tinya, dan mereka pun saling menikmati .
Sekitar 10 menit Doni menggerakan benda keras di inti tubuh Dian, Doni sudah mulai ingin mengeluarkanya,, Doni menggerakan pinggulnya makin cepat.
"Aaahh,, Aaahhh,, Aaahh,,,Masss Dian ma,, mau ke,, luarr,, "
"Ayo,, Sayang keluarn dulu,, biar M,, Mas setelah kamu,,, "Doni lalu mengubah posisi agar Dian menungging, setelah itu Doni bekerja dengan sangan bersemangat.
"Aaaaa,,, Maaassss,, aaahhgggg,,, "teriak Dian sampai kepalanya ketarik ke belakang karena Dian sudah mencapai kenikmatan.
Dian merasakan lemas setelah itu, tapi karena posisi Doni yang hampir sampai, Dian pun tetap bertahan merangkak.
"Sayangg,,, Mas mau keluarrr,, tahann yah,, "
karena gerakan Doni sangat cepat dan juga tusukanya ,membuat Dian kembali mengeluarkan suara merdunya.
"Aaaahhhhh,,,, "ahirnya Doni pun mengeluarkanya di punggung Dian, dan Dian langsung ambruk di kasur.
Nafas mereka pun sama sama ngos ngosan.
Sedang di kamar sebelah, ternyata Kakek belum bisa tidur karena mendengar jeritan jeritan indah dari mulut Dian dan Doni.
Sedang di kamar Doni dan Dian,mereka berdua tergeletak lemas, Dian masih dengan posisi tengkurap karena di punggungnya banyak lahar milik Doni.
Setelah nafas Doni normal, Doni mengambil tisu lalu mengelapinya lahar miliknya yang ada di punggung Dian, setelah punggung Dian bersih,Doni lalu masuk kamar mandi dulu untuk bersih bersih, setelah Doni selesai barulah Dian yang bangun dan masuk kamar mandi juga untuk bersih bersih.
Setelah mereka memakai baju, Doni dan Dian saling peluk di atas kasur.
"Yang,, Mas mau bicara, tapi Mas takut kamu marah,, "Dian langsung mendongakan wajahnya.
"Ada apa,, katakan saja,, ?"
"Janji ngga akan marah,, "
"Tergantung apa yang Mas mau bicarakan,, "Doni hanya diam.
__ADS_1
"Mau katakan atau tidak, Dian udah ngantuk dan cape, jadi kalau mau Mas katakan sekarang aja,, "
"Hemmm,, uang bon yang tadi 500 ribu itu Mas bohong,, "Dian yang tadinya tiduran langsung bangun dan duduk.
"Maksudnya,, jelaskan yang jelas, kalau sampai Mas bohong lagi jangan harap Dian akan memaafkan Mas,, "sambil mata Dian menatap tajam.
"Iya, Mas akan jelaskan,, tapi Mas ngga mau kalau Sayang marah,, "
"Makanya buruan katakan,,! "
"Tadi Mas bertemu teman lama Mas, dia adalah teman kuliah, saat Mas sedang ke pasar untuk beli bahan roti, kita bertemu di pasar,, "
"Perempuan atau laki laki temanya Mas, ?"sambil
"Hemmm,, perempuan. tapi dia sudah menikah,, dan kita hanya teman saja sekarang,, "karena Doni takut Dian yang marah, bicaranya pun kebablasan.
"Maksudnya teman saja sekarang apa,, berarti dulu Mas ada hubungan denganya,,? "Doni langsung tepuk jidat karena keceplosan.
"Maaf,, dia dulu memang teman dekat Mas, tapi kita belum sampai jadian, karena saat Mas mau mengutarakan perasaan Mas ternyata taman Mas yang bernama Wahyu sudah bilang pada dia kalau menyukainya,jadi Mas pun mundur,"
"Apa teman Mas yang bernama Wahyu itu yang dulu pernah ketemu Dian itu,,? "Doni pun mengangguk.
"Trus perempuan itu di kasih uang sama Mas 500 ribu buat apa dan kenapa Mas ngasih padanya,,? "
"Saat di pasar Mas bertemu denganya sedang ke bingungan dan dia sambil menggendong anaknya,katanya dia sedang berantem dengan suaminya dan dia ingin pulang ke rumah orang tuanya tapi bingung ngga punya uang, dia kepasar niatnya mau jual perhiasan tapi tokonya tutup, lalu dia minta tolong pada Mas untuk meminjeminya uang ,Mas kasihan Yang,, ahirnya Mas kasih pinjam,, "
"Oh gitu,, trus kapan dia mau gantiinya,,? "Doni menggeleng.
"Katanya pasti di bayar, cuman ngga tau kapanya,, Mas tuh ngga tega lihat dia yang kebingungan saat itu, jadi maafin Mas ya Yang karena telah berbohong pada kamu, "sambil Doni menggenggam tangan Dian.
"Harusnya Mas ngga udah bohong gitu, tinggal ngomong dan jujur kan enak, tapi Mas udah ngga suka sama dia kan,, "Doni menggeleng.
"Awas aja kalau Mas bohong lagi atau selingkuh,, Dian potong itu burung Mas biar kecil nanti,, "
"Ngga Yang,, Mas ngga akan selingkuh,, orang yang di rumah aja sudah memuaskan dan baik, buat apa cari yang lain yang belum jelas gitu,, "sambil Doni memeluk Dian dan mencium keningnya.
__ADS_1
**Buat yang sudah bosen cerita ini, ngga papa kalau ngga mau baca, Aku tidak akan memaksa, dan Aku belum ingin menamatkanya karena Aku belum bosan membuat ceritanya, karena Aku sudah sangat menyukai cerita ini, jadi kalau yang masih suka ceritaku ini trimakasih banyak,,,
Jangan lupa like komen dan votenya, trimakasih**...