MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Mengantar Zara


__ADS_3

Hari minggu pagi Agung bersiap untuk pergi nge gym, Dinda yang menata tasnya, dari mulai handuk kecil, kaos untuk ganti, minum dan yang lainya.


"Ini Mas udah siap semuanya, "sambil memberikan tas kepada Agung.


"Iya makasih Sayang,, "sambil mengambil tasnya.


"Pulangnya jangan mampir mampir, dan ingat anak istri di rumah lagi nungguin,,Mas kan punya janji juga sama kita, katanya siang nanti mau ajak ke mall, "Agung hanya tersenyum.


"Iya,, Mas ingat, dan ngga akan mampir mampir,,"


Lalu Dinda mengantar Agung sampai mobil, dan Agung pun pergi. sampai di tempat nge gym Agung langsung mulai kerakan gerakan yang ringan ringan dulu, Agung di dampingi satu instruktur.


Sekitar dua jam Agung selesai, dan Agung langsung pulang, Agung yang baru kali ini ikut nge gym setelah fakum lama, tepatnya semenjak menikah dengan Dinda, Agung tidak pernah nge gym lagi. jadi Agung merasa otot ototnya sedikit kaku dan sakit.


"Sayang,,, "panggil Agung saat masuk rumah.


"Mas udah pulang,,, "Agung hanya mengangguk dan menjatuhkan badanya di sofa.


"Kalau cape, istirahat di kamar aja yuk Mas,, jangan disini ngga enak sama Mba,, "


"Iya,, "


Agung dan Dinda pun masuk kamar dan Agung langsung naik ke kasur.


"Sayang Mas mau istirahat dulu yah, nanti bangunin Mas jam 2 siang, kita pergi ke mall, "sambil matanya sudah terpejam.


"Iya,, nanti Dinda bangunin,, "


Dinda lalu membuka tas yang tadi di bawa Agung, mengambil baju dan handuk kotornya dan tempat minumnya.


Dua jam kemudian Dinda membangunkan Agung, sedang Anak anak sudah siap, tinggal mba Siti sedang menyiapkan su*su buat si kembar untuk di bawa ke mall.


"Mas,, bangun Mas,,, udah jam dua,, "sambil mengusap punggung Agung.

__ADS_1


"Hemmm,,, tunggu 5 menit lagi,, "


Dinda lalu menyiapkan baju untuk Agung pakai, dan Dinda lanjut berdandan. Agung membuka matanya saat hidungnya mencium minyak wangi yang Dinda pakai.


"Kamu udah siap Yang,, "


"Udah,, anak anak juga udah siap dan rapi, tinggal nunggu Papahnya bangun lalu mandi,"


Agung langsung bangun, karena kasian takut kelamaan Anak Istrinya nungguin. Agung mandi dengan cepat dan langsung bersiap.


🌸🌸🌸


Hendra menelfon Rizki untuk cepat ke rumahnya, karena Hendra dan Dea tidak bisa mengantar Zara ke singapur, semalam kembar panas dua duanya, sampai Hendra dan Dea tidak bisa tidur pulas karena kuatir dengan keadaan kembar.


Rizki pun datang dan langsung masuk ke dalam, Hendra sudah menunggunya di ruang tamu.


"Ki,, tolong kamu antar Zara ke singapur yah, gantiin saya,, soalnya saya dan istri saya ngga jadi mengantarnya, kembar semalam panas, dan ngga mungkin kan untuk di bawa kesana,,"dalam hati Rizki berteriak senang.


"Biar saya yang urus,dan kamu hanya di sana dua hari saja, lusa kamu harus sudah ada di jakarta dan harus masuk kerja, karena kerjaan sedang banyak ,ngertii,, "


"Ngerti Bos,, "


"Saya akan trfer uang ke rekening kamu, tolong belikan keperluan Zara untuk di apartemennya,, beli yang sekiranya butuh, "Rizki hanya menjawab siap.


"Ya udah,, Kamu sekarang pulang, dan ambil baju kamu sanah,, "


Rizki lalu pergi dari rumah Hendra dan pulang kerumahnya.Rizki sampai rumah langsung menata bajunya dalam tas, Rizki membawa bajunya hanya berapa setel, setelah selesai Rizki juga mengganti bajunya.


Rizki naik taxsi untuk menuju rumah Hendra, dan saat di dalam taxsi Zara telfon.


"Hallo Bang,, Abang di mana sekarang,, kata Papah Abang yang akan mengantar Zara ke singapur yah,, "


"Iya sayang,, Abang yang mau antar kamu ke singapur, ini Abang lagi di taxsi mau ke rumah mu,, "

__ADS_1


"Oh sukur lah, setidaknya kita masih bisa bertemu ,dan hanya berdua,, "Zara sambil tersenyum, begitu pun Rizki.


"Iya sayang,, ya udah yah ini Abang hampir sampai,, "


"Iya Bang,, "telfon pun di matikan.


Rizki sampai di rumah Hendra dan langsung turun dari taxsi,karena jam sudah meped Hendra langsung menyuruh Zara dan Rizki berangkat menuju Bandara. lalu Zara berpamitan ke pada semuanya.


"Nanti kalau mamah Dian lahiran Zara pulang ya sayang,, "kata Hendra sambil memeluknya.


"Iya Pah,, nanti Zara akan pulang ,Zara juga lihat jadwal kuliah Zara nantinya,, "


"Iya sayang,, hati hati di sana yah,, "Zara mengangguk.


Zara lalu memeluk Dea, dan Dea juga memberikan nasehat pada Zara dan untuk selalu jaga diri.


Rizki dan Zara lalu naik ke mobil setelah selesai berpamitan pada semuanya.


Di dalam mobil Zara dan Rizki duduk terpisah, Rizki duduk di depan, sedang Zara di belakang, mereka berdua sama sama diam karena ada pak sopir.


Setelah sampai Bandara, pak sopir membantu menurunkan koper milik Zara ,Zara membawa dua koper yang besar.


Rizki lalu yang membawa masuk, dan pak sopir pun pergi. Zara langsung menggandeng tangan Rizki saat sudah di dalam Bandara.


Di dalam pesawat Zara tidak melepaskan tangan Rizki, tangan mereka saling menggenggam, dan kepala Zara di letakan di pundak Rizki.


"Bang,, tau ngga, tadi pagi Zara sampai mau izin keluar ,Zara berniat ingin menemui Abang sebelum pergi dan untungnya tidak jadi karena Papah tiba tiba bilang kalau ngga jadi ngaterin Zara ke singapur, Zara langsung ada harapan, dan Papah bilang lagi kalau Abang yang mau mengantar, ya udah deh Zara jadi ngga izin untuk pergi,, "


"Sama,,Abang juga udah siapin map di dalam mobil, Abang berniat meminta tanda tangan papahmu, tapi saat di perjalanan papahmu menelfon dan menyuruh Abang untuk datang kerumah. sampai di Rumah, Papahmu meminta Abang untuk mengantar kamu ke singapur,Abang langsung merasa senang,, "mereka berdua tersenyum bahagia.


**Jangan lupa like, komen dan votenya, trimakasih...


Aku sudah ada cerita baru loh, ayo klik ke profilku, dan bisa langsung baca**.

__ADS_1


__ADS_2