
Beni pun pergi ,sekarang tinggal ada Sila dan Akbar ,mereka lalu menikmati martabak,tapi Akbar hanya makan satu potong,karena Akbar kurang suka.
Tiba tiba perut Akbar berbunyi karena merasa lapar.Abara lalu memegang perutnya.
"Kamu lapar Bar,,?"Akbar mengangguk.
"Mau makan di sini atau mau pulang,,?"
"Masa pulang,Aku kan kesini pengin ngobrol sama kamu,,kalau Aku pulang berarti kesini cuman nganter martabak doang dong,,"Sila tersenyum.
"Lalu mau gimana sekarang,,?"
"Kita makan di luar yuk,,?"
"Tapi Aku udah makan ,"
"Ya temani Aku aja,,yuk,,"Sila sedikit berfikir.
"Ya udah deh,,Aku ambil jaket sama bilang ke Beni dulu yah,,"Akbar lalu mengangguk.
Sila ke.atas menuju kamarnya untuk mengambil jaket,setelah jaket di ambil Sila lalu ke kamar Beni.
"Ben,,kaka mau pergi dulu yah bentar,"saat membuka pintu.
"Mau ke mana Kak,,?"
"Mau makan dulu,,"
"Bukanya Kaka tadi udah makan,,"
"Iya,,tapi sekarang lapar lagi,,"
"Pulang jangan malam malam ya Kak,besok kan kerja,,"
"Iya adiku sayang,,,"Sila lalu menutup pintu kamar Beni,dan turun ke bawah.
"Ayo sayang kita pergi,,"Akbar mengangguk,Sila langsung menggelayut di tangan Akbar ,mereka menuju mobil .
Akbar membukakan pintu mobil untuk Sila agar masuk ke dalam.setelah itu Akbar pun masuk ke mobilnya.
"Mobilnya kapan di ambil,,?"
"Tadi pagi,pas berangkat kuliah Aku ambil di bengkel,,"
"Habis berapa juta,,?"
"Ngga tau,,"
"Kok ngga tau,,"
"Iya soalnya Papah yang bayar,Aku tinggal ambil,,"
"Enak banget sih kamu tuh Bar,,papahmu baik banget yah,,pasti ngga pernah marahin kamu yah,,"
"Iya,,Aku dari kecil ngga pernah di marahin,karena Aku anak yang penurut,,"Sila hanya tersenyum tipis,lalu Akbar melihat perubahan wajah Sila.
"Setiap orang tua pasti menyayangi anaknya,ngga ada orang tua yang membenci anaknya,"Sila diam.
__ADS_1
"Yang biasa membuat slek itu biasanya karena miskomunikasi,jadi kita bisa coba memahami dan mendengarkan apa mau orang tua pasti orang tua juga akan mengerti apa mau si anak,,"
"Kamu ngomong gampang,karena kamu ngga merasakan jadi Aku,orang tuamu terlalu sempurna,jadi mendidik anak ankanya bisa berhasil,,"Akbar yang mendengar nada suara Sila sudah berbeda lalu Akbar menghetikan ucapanya,karena tidak gampang untuk membujuk Sila yang memang sedikit keras kepala dan egonya pun masih sangat terlihat,Akbar memang lebih muda dan Kaku tapi kalau soal melihat sikap seseorang Akbar pun sudah faham.
Sila walau egois dan keras kepala,tapi dia kadang bisa dewasa dan kadang bisa kaya anak kecil yang manja,sedang Akbar masih saja kaku.
Akbar lalu mengambil tangan Sila dan di genggamnya,Sila yang melihatnya hanya tersenyum.
Lalu Sila menyandarkan kepalanya di pundak Akbar yang masih menyetir.
Mobil berhenti di cafe yang enak buat nongkrong,saat mau turun Akbar menyuruh Sila untuk mengancing jaketnya.
"Pake jaketnya yang bener,di kancingin dulu"sambil Akbar membantu mengancing.
"Udah ayo kita turun,"Sila mengangguk.
Keduanya masuk ke cafe sambil bergandengan tangan,dan mereka memilih tempat yang nyaman untuk mengobrol juga.
"Sil kamu mau pesan apa,,?"
"Aku mau es kopi,,"
"Jangan,,kalau kamu minum itu nanti ngga bisa tidur loh malamnya,ngga baik begadang,kamu lagi pengobatan,,"
"Ngga ah,Aku ngga ngaruh ,kalau ngantuk ya tidur,,"
"Ya tapi jangan itu sekarang,mending coklat hangat yah,,"
"Ya udah deh,,,sama Roti bakar isi keju coklat yah sayang,,"Akbar mengangguk sambil tersenyum,setiap Sila bilang sayang Akbar merasa senang.
Kalau Akbar memesan nasi goreng seafood dan es jeruk.Sambil menunggu pesanan datang keduanya mengobrol.
"Penukaran mahasiswa,,"Akbar mengangguk.
"Kamu udah bilang ke orang tua kamu belum,,?"
"Belum,Aku baru bicara sama kamu,tapi ini juga belum pasti,soalnya tesnya berat,dan hanya mengambil 5 orang dari Ribuan mahasiswa ,"
"Oh,,emang kapan tesnya,,?"
"Masih sebulan lagi,masih lama,,"Sila mengangguk.
"Aku serahkan sama kamu dan orang tuamu,kalau kamu mau dan orang tua kamu ngizinin,Aku ngga bisa melarang kamu,itu kan bekal buatmu nanti menuju sukses,,"Akbar tersenyum tipis.
Makanan pun datang,lalu keduanya menikmati pesanan makananya.
"Sil mau coba nasi gorengnya ngga,ini enak loh,,cobain Aaa,,,"Sila lalu membuka mulutnya.
"Gimana,,"
"Hemmm,,iya enak,,"
Nasi goreng Akbar sudah habis karena di makan berdua,sekarang Akbar dan Sila lanjut makan roti bakarnya.
"Sil,,Aku belum kenyang,,"
"Ya Tuhan,,serius belum kenyang,,?"Akbar mengangguk.padahal roti bakar pun sudah habis.
__ADS_1
"Aku pesan lagi yah roti bakarnya,,"
"Ya udah pesan aja lagi,,"Akbar lalu memesan roti bakar lagi.
Keduanya lanjut mengobrol tentang kesukaan makanan masing masing.Setelah Roti bakar datang Akbar benar benar menghabiskanya.
"Aku dah kenyang,kita pulang yuk,,"
"Ayok,,udah malam juga ini,,"
Lalu Akbar dan Sila masuk mobil dan langsung pulang kerumah Sila.
"Nanti Aku langsung pulang aja yah,ngga enak sama Beni kalau Aku mampir,,"
"Iya,,"jawab Sila,Sila dari tadi bersandar terus di pundak Akbar ,dan Akbar sesekali mengusap kepala Sila.
"Sil,,kamu jangan bosen dengan ku yah,"
"Kenapa kok ngomong gitu,,ya ngga mungkin bosen lah,,"
"Aku takut kamu bosen sama Aku,karena Aku ngga bisa romantis dan kaku,,"Sila lalu menegakan duduknya.
"Ngga papa kamu kaku dan ngga romantis juga,yang penting ngga pelit sama dompetnya tebal,,"Sila sambil tertawa.
"Oh jadi kamu tuh suka sama Aku karena dompetku tebal gitu,,"
"Ya bisa di bilang begitu,,"Sila tertawa sangat keras.
"Suuttt,,tertawanya jangan lebar lebar gitu,cewe ngga baik tertawanya seperti itu,,"Sila lalu menutup mulutnya.
"Hehee,,iya maaf ,"Akbar yang gemas lalu menarik hidung Sila.
"Iihhh,,,sakit,,"Sila mengusap hidungnya yang di tarik Akbar,Akbar hanya tersenyum.
"Besok Aku masuk pagi ngga bisa antar kamu kerja, ngga papa kan,,"
"Iya ngga papa kok,,"
"Apa Aku jemput aja pulangnya,,"
"Ngga usah,Aku ngga mau merepotkanmu,Aku bisa pulang sendiri kok,,"Akbar mengangguk.
"Mau beli makanan atau apa gitu buat di rumah ngga,,?"
"Ngga ah,Aku dah kenyang,,"
"Ya udah kita pulang,,"
Sampai di rumah Sila,Akbar langsung turun duluan dan membukakan pintu untuk Sila,saat Sila turun dari mobil.
"Hati hati yah pulangnya,jangan ngebut ngebut,,biar sampai rumah dengan selamat,"
"Iya,,mimpi yang indah yah,,"sambil mengusap kepala Mira.
"Kamu juga ya sayang,,jangan lupa mimpiin Aku,,"Akbar tersenyum.
"Sila masuk,!!!,anak perempuan kluyuran ngga jelas,,!!!"
__ADS_1
Jangan lupa like,komen dan votenya,trimakasih..