
Hari ini hari pertandingan basket antar sekolah,dan tempat pertandingan nya di sekolah SMA Purnama.sekolahnya Jojo temannya Torik.
Pak guru dan kepala sekolah menyuruh siswa untuk ikut meramaikan pertandingan,tapi satu kelas hanya perwakilan dua orang saja.
Di kelas kembar,Zee yang sudah pasti akan ikut,saat temanya ada yang mau ikut Zee langsung melarangnya,karena Kembar salah satunya yang akan ikut dengannya.
"Siapa nih yang akan ikut Aku buat dukung tim basket kita,?"tanya Zee pada Tiya dan Iza.
"Zee Aku kalau Kaka ngga ikut Aku juga ngga ikut,kamu ajak yang lain aja yah,"
"Dek,,kamu ikut aja Sanah,Kaka ngga papa kok ngga ikut juga,Kaka akan tunggu kamu di sini,"
"Tapi Kak,,"
"Za,,udah ayo,,Tiya kan ngga begitu suka juga dengan basket,biar kita aja yang berangkat,iya kan Tiya,,?"
"Iya ,,kalian aja Sanah yang berangkat,Aku ngga papa,"
"Tapi Kaka tungguin Aku pulangnya yah,"
"Iya,,Kaka akan tungguin,Sanah pergilah,"
Ahirnya Zee dan Iza yang pergi mewakili kelas mereka.
Sebelum berangkat semua kumpul depan sekolahan dulu,tim pemain basket dan para pendukung di suruh berdoa bersama dulu bersama guru.
Selesai berdoa,Pak guru memberi peringatan untuk tidak membuat rusuh,karena ini pertandingan antar SMA tingkat kabupaten,jadi akan banyak pesaing.
Torik melihat Iza dan Zee,dan keduanya sedang mendekat ke arah nya.
"Kalian ikut,,?"tanya Iwan.
"Iya,,kita ikut naik motor yah,"
"Ya udah naik,Iza kamu mau naik motor siapa,Torik udah boncengan tuh,"
"Kak ,,Iza mau bonceng Kaka Dong,"kata Iza pada Torik.
"Enak aja orang udah Aku yang duluan,"kata cewe yang udah duduk di motor Torik.
Torik kasih kode pada Iwan agar menurunkan cewe yang ada di motornya.Iwan pun paham.
"Tiara tuh kamu di panggil Boy,katanya suruh naik mobilnya,"
__ADS_1
"Ngga ah,aku mau sama Torik aja,"Iwan lalu turun dari motornya dan mendekati Tiara,lalu menarik tanganya agar turun dari motor Torik.
"Udah ayo,itu mobil Boy masih kosong kok,"
"Iwann,,Aku ngga mau,,"tapi Iwan tetap saja membawa Tiara ke mobil Boy.
"Boy,,ini Tiara mau naik mobil bareng kamu katanya,"
"Oh,,iya,,ayo Tiara masuk,,"Boy juga sudah di kasih kode Iwan,jadi Boy langsung mendorong Tiara masuk ke mobilnya.
Sedang Iza langsung naik motor Torik saat Tiara sudah pergi.
Semuanya lalu berangkat bersama menuju SMA purnama.Iza baru pertama kalinya naik motor dan bareng laki laki yang dia taksir lagi,membuatnya merasa senang dan terus tersenyum.
Karena membawa motornya pada cepat cepat Iza pun memeluk Torik karena takut,dan wajahnya di letakan di punggung Torik sambil memejamkan matanya.
Torik melihat ke tangan Iza yang memeluknya,ada perasaan aneh juga saat di peluk oleh Iza.
Beda dengan Zee yang sudah biasa naik motor bersama kakanya.dia mengangkat tanganya sesekali saat motor Iwan menyelip teman temanya.
Sekitar 20 menit mereka semua sudah sampai,dan sangat ramai di SMA purnama.
"Sudah sampai Za,,"kata Torik sambil melepas helem nya.
Iza lalu membuka matanya dan melepaskan pelukan nya.lau Iza merapikan rambutnya yang berantakan sambil turun dari motor Torik.
"Iya,,Ini pertama kalinya,Aku jadi takut Kak,,"Torik tersenyum mendengarnya.
Torik lalu turun dari motornya,dan menggendong tas nya juga.
"Ayo semua masuk,,"teriak pak guru,lalu semua masuk mengikuti Torik yang ada di depan,bersama guru olahraga juga pelatih basket ,Iza juga mengikuti Torik,Torik entah sadar apa tidak dia menggandeng tangan Iza,dan Iza sambil berjalan melihat tanganya yang di gandeng Torik,Iza tersenyum tipis dan merasa senang.
Sampai di lapangan Iza dan Zee mencari tempat duduk yang dekat dengan para tim basket sendiri.
Karena belum mulai pertandingan karena belum giliranya,semua duduk dan Pak guru olahraga juga pelatih memberi arahan arahan pada pemain.
Setelah menunggu setengah jam,tim basket Torik akan main melawan tuan rumah SMA Purnama.
Jojo melihat Iza lalu melambayikan tanganya dengan tersenyum,Iza pun membalas senyum an Jojo dan ikut melambaikan tanganya juga.Torik yang melihatnya terlihat tidak suka.tapi Torik pun tidak ingin menegurnya hanya diam saja.
Pertandingan pun di mulai,Iza dan Zee sangat bersemangat berteriak menyemangati Tim basketnya.
Beda dengan Tiya yang di kelas,Tiya mengikuti pelajaran seperti biasa,saat jam istirahat juga Tiya tidak ke kantin ,tetap di kelas sambil membaca buku.
__ADS_1
Sekitar jam setengah satu Tiya sudah menunggu kedatangan Iza di parkiran sambil duduk dan memainkan hpnya,pak Supir ada di warung sedang ngopi dengan pak supir lainya.
Torik dan kawan kawan semua pulang dengan membawa kemenangan,pak guru dan pak pelatih sangat bangga dengan tim basket yang di ketuai Torik karena sangat kompak.
Iza naik motor Torik lagi,dan seperti tadi Iza memeluk Torik lagi,Torik yang merasa Iza ketakutan lalu memelankan laju motornya,Torik sesekali mengusap tangan Iza yang ada di perutnya.Torik melakukanya agar Iza tidak takut.
Sampai sekolahan Torik membawa motornya menuju parkiran,Tiya melihat Iza yang membonceng motor Torik sambil memeluknya,lalu Tiya pun memandang ke arah lain dan pura pura tidak melihatnya.
Motor pun berhenti,Iza lalu turun dari motor Torik.Torik menghentikan motornya di depan Tiya yang sedang duduk.
"Kak,,tim basket kita menang loh,"Kata Iza langsung bicara.
"Iya sukur lah,"jawab Tiya.
"Kak Torik sekali lagi selamat yah,dan makasih udah boncengin Iza,"
"Iya,,"jawab Torik tapi mata Torik melihat ke Tiya.
Zee juga turun dari motor Iwan, Tas milik Zee dan Iza sudah di bawakan Tiya,jadi keduanya ngga perlu ke kelas lagi.
Dari tadi Torik melihat ke arah Tiya,tapi Tiya selalu mengabaykanya.
Torik sebenarnya ingin Tiya memberinya selamat,tapi ternyata Tiya seperti mengacuhkannya.
"Dek kita pulang yuk,Ini udah siang,"
"Iya Kak Ayo,"Iza lalu menggendong tasnya,dan juga Zee pun sama.
"Semuanya,,kita pulang dulu yah,dahh..."kata Iza,sedang Tiya langsung jalan duluan menuju mobil.
"Kamu kenapa Rik,kok kaya BT gitu,makanya pilih salah satu,jangan Maruk,,"kata Iwan sambil tersenyum mengejek.Torik hanya diam sambil melihat kepergian si kembar yang masuk mobil, Torik berharap Tiya melihat ke arahnya tapi ternyata tidak , Tiya tetap tidak mau menengok.
Mobil melaju meninggalkan parkiran sekolah,Iza di mobil tidak mau diam terus menceritakan pertandingan basket tadi.
Sedang Tiya hanya mendengarkan nya saja,tidak berkata apa apa.
Sampai rumah Keduanya masuk kamar masing masing,Tiya dan Iza bilang pada mba meminta makanya di bawa ke kamar karena keduanya malas turun.
Tiya langsung menjatuhkan badanya di kasur,Tiya merasakan sakit tapi tidak terluka.
"Kenapa Aku merasa sakit begini,ada apa denganku ya Tuhan,,"
Tidak lama hp Tiya berbunyi pesan masuk,Tiya melihatnya dan membacanya.
__ADS_1
"Aku menang,Aku tunggu tlaktiran es krim dari ,"ternyata Torik yang mengirim pesan.
Jangan lupa like, komen dan Vote nya,, trimakasih..