MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Agung Ingin Pulang


__ADS_3

Keesokan harinya Hendra dengan Rizki datang menjenguk Agung. Hendra sedang ada perjalanan bisnis ke daerah semarang, jadi Hendra sekalian menjenguk Agung.


"Gimana keadaan Mas Agung Kak,, "tanya Hendra pada Doni sambil berjalan menuju ruang rawat Agung.


"Sudah lebih baik, tapi belum sembuh betul, luka tusukanya masih basah, karena kemarin akibat kena racun dan Agung mengalami kejang, jadi pas luka jahitanya jadi belum kering karena ketekan lagi, "


"Trus kata polisi gimana,,? "


"Polisi masih menyelidikinya, dan kata polisi mereka sudah ada titik terang,, "


"Oh,, sukurlah kalau sudah ada titik terang, berarti tidak lama lagi pelaku akan cepat tertangkap,, "Doni pun mengangguk.


Lalu mereka bertiga sampai di ruang rawat Agung.


"Siang Din,, "kata Hendra menyalami Dinda.


Lalu Dinda menjabat tangan Hendra dan Rizki. Dinda keluar untuk memesan minuman, dan sekarang tinggalah tiga laki laki dewasa yang sedang mengobrol, karena Rizki tidak ikut gabung mengobrol, Rizki duduk di sofa sambil memainkan hpnya.


"Makasih udah mau jengukin,, "kata Agung.


"Iya Mas,, Aku aja sekalian kok karena ada kerjaan di semarang,, "jawab Hendra.


"Gimana kabar Dea sama kembar dan Zara, mereka sehat kan,, ?"Doni yang bertanya.


"Sehat semuanya Kak, si kembar sekarang sudah bisa tengkurap dan sedang lucu lucunya,, "


"Pasti lucu dan bikin kangen,, Aku aja kangen banget sama anak anaku,, "kata Agung.


"Apa lagi Aku, anak masih kecil dan mamahnya yang lagi hamil,pasti sangat istriku itu kerepotan, jadi tambah kangen dan ingin cepat pulang kan,, "


"Yah,, sepertinya Ayah tuh kangenya sama istri deh,, kelihatan soalnya, dasar tua tua keladi,, "


"Ya namanya juga orang normal ,ya nggapapa lah,, kangen istri sendiri ini, iya ngga Hen,, "


"Bener kak, Aku baru dua hari aja jauh sama istri rasanya udah kangen banget,, "


"Tuh kan bukan Aku aja yang bucin ,Aku ada teman,,, hahaa,, "kata Doni.


Obrolan tiga laki laki dewasa masih saja berlanjut, dan baru berhenti saat Dinda datang membawa minuman dan cemilan.

__ADS_1


Sekitar satu jam kemudian Hendra dan Rizki pun pulang ke hotel, karena sorenya mereka akan balik ke kota.


Polisi berhasil menangkap satu orang yang menyamar menjadi Dokter, yang menyuntikan racun ke infus Agung. tertangkapnya Dokter gadungan itu di bandara.


"Katakan di mana kompotan kamu, dan siapa bosnya,,, "kata Polisi saat mengintrogasi.


Tapi ternyata dia tidak mau bicara, membuat polisi terus saja memukulinya agar bicara.


Polisi datang ke rumah sakit untuk menujukan foto orang yang sudah di tangkapnya.


"Apa Bapa kenal dengan orang ini,, "menujukan foto si pelaku ke pada Agung.


"Iya saya tau orang ini, dia yang menusuk saya Pak,, dan juga memukuli saya juga,, "polisi pun mengangguk.


"Apa dia sudah mengaku siapa yang menyuruhnya Pak,, ?"tanya Dinda.


"Belum Bu, dia tetap tutup mulut dan tidak mau mengaku siapa komplotanya, "


"Berarti masih dua yang belum tertangkap ya Pak,, "


"Iya Bu,, temanya masih dua, dan kita masih mencari siapa bos mereka yang merencanakan pembunuhan terhadap Pak Agung,, "


"Iya Bu, kita akan berusaha untuk menemukan mereka,, kalau begitu kami permisi,, "


"Iya pak silakan,, "


Polisi pun pergi, dan sekarang tinggal Dinda dan Agung.


"Yang kalau Mas pulang ke kota aja gimana, Mas kangen anak anak, Mas bisa di rawat di rumah kan,, "


"Tapi kondisi Mas masih lemah, luka Mas masih terlihat basah,, "


"Tapi Mas pasti kuat Yang,, di pesawat kan cuman satu jam doang,, Mas kangen anak anak dan kasian juga anak anak kita tinggal terlalu lama,, "


"Iya juga sih Mas,, Dinda aja kangen mereka dan kuatir juga,, Nanti Dinda coba bicara sama Dokter kalau gitu ya mas,, "


"Yah tolong temani Mas Agung bentar , Dinda mau menemui Dokter dulu,, "saat Doni baru masuk ke dalam ruang rawat Agung.


"Ada apa dengan suamimu,,? "

__ADS_1


"Ngga ada apa apa Yah, cuman Mas Agung pengin pulang, Dinda mau menanyakanya boleh ngga kalau Mas Agung pulang ke kota, "


"Tapi kan lukanya masih basah gitu, Ji,,biarlah tetap di rawat di sini dulu, besok kalau sembuh baru pulang ke kota, resikonya besar Ji,, "kata Doni ke pada Agung.


"Aku udah kangen Anak anak Yah, ngga tenang juga kalau kita ninggalin mereka cuman sama mba begitu lama,, Aku tau kok Yah harus gimana nantinya, Aku juga seorang Dokter dan Dinda juga Dokter, pasti kita bisa pulang ke kota dengan selamat,, "


"Iya Aku tau kalian itu Dokter, tapi kalau soal hidup itu tetap bukan di tangan kalian, "


"Tapi Aku sungguh ingin pulang,,Aku ngga tenang rasanya meninggalkan anak anak Yah,"


"Ya udah itu terserah kamu kalau memaksa ingin pulang, tapi nanti gimana soal kasus kamu di sini,? "


"Nanti tolong Ayah datang ke kantor polisi, dan jelaskan alasan kita pulang, soal ketelangan mereka bisa telfon, atau kalau butuh kita untuk datang ke sini, Aku siap kok Yah,, "


"Iya baiklah,, nanti Aku akan ke kantor polisi, "


Lalu Dinda pun pergi ke ruang Dokter, dan meminta izin pulang, Dokter melarangnya, tapi Dinda memberikan alasan tentang anak, Dokter lalu mengizinkan, dengan catatan Dinda harus menandatangani surat keterangan yang menyatakan kalau Pasien lah yang meminta pulang, dan kalau ada apa apa rumah sakit tidak bertanggung jawab.


Dinda lalu menandatangani, dan Agung pun di bolehkan pulang, Dinda lalu balik ke kamar rawat Agung dan gantian Doni yang akan pergi ke kantor polisi.


Saat Doni akan keluar dari rumah sakit, Doni bertemu frans dan Frans terlihat senang, karena wajahnya yang terlihat tersenyum terus.


"Hay,, Frans,,, "kata Doni menyapa.


"Eh Mas,, mau kemana kaya buru buru gitu,?"


"Iya saya mau ke kantor polisi, mau bilang kalau menantu saya mau pulang ke kota,, "


"Memangnya sudah sembuh,,? "


"Belum sih, tapi katanya pengin cepat pulang, karena tidak tenang meninggalkan anak anaknya terlalu lama di sini,,"


"Oh gitu,, "Doni mengangguk.


"Kalau kamu sepertinya sedang bahagia,, ada apa, kalau boleh tau,, "


"Istri saya hamil Mas,,,, "kata Frans,,


**Jangan lupa like, komen dan votenya, trimakasih..

__ADS_1


Mautanya dong kak, kalau kaka suka karakter 3 duda di cerita ini pilih siapa, dan apa alasanya,aku caman pengin tau aja,, itu kl yg mau kasih komentar**..


__ADS_2