MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Ayah Datang Ke Kota


__ADS_3

"Hallo Ayah,, "jawab Papah, Aku pun langsung bangun dan mengambil handuku, setelah mendengar Papah menerima telfon dari Ayah.


"Hallo Ji, bisa tolong nanti sekitar satu jam lagi jemput Aku di setasiun G ,Aku sekarang di kreta sedang menuju kota."kata Ayah,Untungnya sama Papah hpnya di lospeker jadi Aku bisa mendengarkan perkataan Ayah.


"Kok mendadak sih Yah ngabarinya,? "


"Iya maaf,ini aja Aku perginya mendadak,bisa kan jemput Aku Ji, ?"tanya Ayah. Dan Papah melihat ke arahku, sambil menjawab "Iya ,"


Setelah telfon di matikan Papah langsung mendekat pada ku yang sedang memakai baju.


"Kenapa bajunya di pakai Dekk,,, ?"


"Kan Mas mau pergi jemput Ayah, "jawabku yang sedang memasukan kaos ke badanku.


"Tapi ini adek kecil Mas gimana dong, dah pengin banget Dek, bikin kepala Mas pusing ini, "Aku hanya geleng geleng kepala dan tersenyum.


"Kan bisa nanti malam kita lanjutkan, kalau sekarang nanti Mas telat jemput Ayah, trus Dinda mau masak juga buat makan malam,"jawabku sambil berjalan membawa handuk ke dalam kamar mandi.


"Bener ya Dek nanti malam kita lanjutkan,"


"Iya,,, udah sekarang Mas siap siap jemput Ayah, Dinda mau nyiapin bahan masakan buat kita nanti makan malam, "kataku sabil Aku berjalan menuju pintu.


Aku menuju dapur untuk memilih bahan masakan, dan Papah katanya mau mandi dulu baru pergi jemput Ayah.


Saat Aku sedang menggoreng ikan, Papah keluar dari kamar dan mendelatiku.


"Dek,, Mas berangkat dulu yah, "


"Iya,, hati hati di jalan,"kataku.


Lalu Papah menicum keningku sebelum pergi, dan setalah Papah pergi aku melanjutkan memasak, untuk makan malam sekaran Aku menggoreng ikan, bikin sambal juga lalapan dan tumis kangkung. Simpel tapi sangat nikmat bagi Aku sih....


Setelah semua matang Aku menatanya di meja, dan Papah sudah mengirim pesan padaku kalau sudah bertemu Ayah.


Aku membereskan kamar tamu untuk Ayah, tempati saat sedang mengganti seprai Aku mendengar pintu terbuka, dan Aku langsung keluar dari kamar.


"Ayah,,,, "kataku sambil mendekat dan memeluk Ayah.


"Gimana kabarnya Sayang hemmm.... "


"Baik,, seperti yang Ayah lihat, "jawabku.


"Ayah mau langsung makan apa mau istirahat dulu, "tanyaku lagi.

__ADS_1


"Makan aja yah, soalnya Ayah dah laper, "


Kita pun makan malam bertiga, mungkin masakanku enak hingga Papah dan Ayah sangat lahap.


Selesai makan Aku membereskan piring kotor sedang Ayah langsung masuk kamar karena mau langsung istirahat.


"Adekk,,, jangan lama lama Mas tunggu di kamar yah, "Aku hanya bilang, "ya, "


Setelah semuanya beres, Aku langsung masuk kamar dan melihat Papah yang sedang memangku leptopnya dengan duduk di kasur sambil bersandar pada ujung ranjang.


"Dek,, sinih Mas mau bicara, "sambil menepuk kasur di samling Papah.


"Kata Ayah besok mau ke rumah Ibu Adek, dan kita di suruh ikut, "


"Oh,,, ya udah kita ikut aja Mas, "jawabku.


"Tapi kata Ayah perginya sebelum makan siang, berarti kita akan pergi sekitar jam 11"


"Ya bisa jadi, Emang kenapa,? "


"Soalnya Mas besok mau ke kampus,untuk mengambil barang barang


Mas yang masih di sana, karena besok lusanya Mas harus datang ke rumah sakit untuk bertemu dengan direktur rumah sakit. Mas mau mengajukan pergantian jam kerja, "


"Oh gitu, Mas emangnya mau ke kampus jam berapa?, kita berangkat bareng aja nanti Mas, biar bisa mampir ke rumah Ibu walau hanya sebentar .Mas kan cuma mau ambil barang, jadi bisa jam berapa aja kan ke kampusnya, "kataku.


Papah pun tersenyum dan menarik badanku untuk di peluknya.


"Yang Adek bilang memang benar, Mas masih sedikit kurang nyaman kalau bertemu Ibu Adek bagai mana pun Mas dan Ibu Adek pernah menjadi pasangan suami istri dan kita juga pernah saling membutuhkan.Mulai besok Mas akan berusaha untuk membuang rasa tak nyaman itu dan besok Mas akan ikut ke rumah Ibu Adek, "Aku pun tersenyum mendengarkan perkataan Papah sambil ku usap bibinya.


"Dek,,, lanjutin yang tadi sore yuk, "Aku pun menganggukan kepalaku dan tersenyum.


Papah langsung menaikan badanku ke tengah kasur dan Papah juga langsung menindih tubuhku.


Aku menikmati setiap Cum*buan Papah pada setiap lekuk tubuhku. Papah sangat pintar membuatku cepat ter*angsang dan merasakan getaran getaran aneh di dalam tubuhku.


"Eeeeemmmm,, "


"Kenapa punya Adek sangat nikmas sih Dekk,, uuuhhh,,, "


Ahirnya Papah terkapar di atas tubuhku, setelah pelepasan yang menguras tenaga.


Di selimutinya tubuh polosku oleh Papah, dan kita pun langsung tidur dengan saling berpelukan karena merasa lelah,,

__ADS_1


.


.


.


Aku sekarang sedang memasak untuk sarapan,sedang Papah dan Ayah sedang mengobrol di ruang depan.


Setelah selesai membiat sarapan Aku langsung memanggil 2lelaki yang sangat Aku sayangi untuk sarapan.


Kita bertiga pun menikmati sarapan dengan mengobrol.


"Rencana kalian pindah Rumah kapan,? "tanya Ayah.


"Penginya sebelum masa cutiku habis sih Yah, "jawab Papah.


"Emang kamu cutinya kurang berapa hari lagi Ji,? "tanya Ayah ke Papah.


"Seminggu lagi,, "


"Ayah mending jangan pulang kampung cepet cepet. Nunggu kita pindah rumah dulu aja baru pulang, gimana Yah, "kataku.


"Ayah sih penginya juga begitu.Tapi liat nanti aja yah sayang, "jawab Ayah. Aku pun mengangguk.


"Kita nanti ke rumah Ibu jam berapa Yah,?"tanyaku.


"Jam 10 gimana, "


"Kita ngikut Ayah saja.Apa Ayah sudah telfn Ibu kita akan datang "jawabku. Dan Ayah menjawab "Udah"


Sehabis sarapan Ayah dan Papah masuk kamar masing masing, sedangkan Aku biasa merapikan dapur dulu baru bisa santai.


"Masssss,,, Adek kok perutnya sedikit kram yah, "kataku saat Aku masuk kamar dan melihat Papah yang sedang duduk di sofa.Mungkin karena Aku terlalu cape kali yah karena mengerjakan semuanya sendiri.


"Coba Mas priksa, "jawab Papah yang langsung berdiri dari duduknya dan mendekat ke padaku.


Lalu Aku di suruh berbaring di atas kasur, dan Papah membuka bajuku sedikit ke atas, di tekanya perutku dan di tanya bagian mana yang paling sakit, setelah Aku menunjukan bagian yang sakit, Papah mengusapnya agar membuat kram di perutku sedikit melemas.


Setelah perutku membaik Aku di ajak Papah untuk mandi bersama, karena jam sudah menujukan pukul 9 pagi.


Kita pun mandi bersama, dan kita juga berendam sambil kita bergantian menggosok punggung, dasar si Papah di mana ada kesempatan langsung aja tidak menyianyiakanya, Papah membalik badanku agar kita saling behadapan, Papah langsung melahap dua daging kenyalku, dan memainkanya, sedang tanganku di suruh bemain dengan adik kecil Papah.Saat sedang menikmati permainan Tangan dan Mulut Papah, tiba tiba ada yang mengetuk kamar mandi.


Tok.Tokkk... Toook...

__ADS_1


"Pamuji,,,,Dinda,,, udah siap belum ,ini udah jam berapa, ayo buruan mandinya, "Aku melihat Papah yang langsung menepuk jidatnya.


Buat kaka kaka semua semoga masih suka dengan ceritaku yah kak, jangan bosen bosen untuk kasih aku Like, komen juga votenya, kalau mau kasih tips juga aku mauu,,, 😊😊


__ADS_2