MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Aiden Akbar Pamuji


__ADS_3

"Mass,,, sakittt,, hikkk,,, hikkk,, "Aku menangis menahan sakit di dadaku.


"Adekkk,,, Sayang,jangan nangis. Mas malah jadi bingung ini, "Sambil Suamiku menggendong dede bayi.


"Tapi ini sakit banget,, sampai ke punggung juga.Dan Perut Dinda juga sakitt,, "kataku sambil masih menangis.


"Mas panggil suster dulu yah, Adek tunggu bentar, "Dede bayi langsung di taro di box lalu Suamiku keluar memanggil suster.


Payu*daraku rasanya sangat sakit, air susunya sampai merembes ke baju. dan membesar. perut juga masih rasanya nyeri.


"Sayang bentar lagi suster datang, sabar dulu yah, "sambil mengatur ranjangku agar Aku sedikit duduk dan bersandar.


Ahirnya suster datang bersama Dokter Hani.


"Dinda kenapa Dokter Agung,? "tanya Dokter Hani.


"Dinda merasakan sakit di Pay*udaranya Dok, gimana cara untuk mengurangi rasa sakitnya itu, Saya ngga tega ngeliatnya yang ke sakitan seperti itu, "kata suami.


"Itu wajar Dok, Ibu yang baru menyusui kalau air asinya banyak pasti akan merasakan nyeri.Dokter Agung bisa membantunya dengan cara memijit Payu*daranya,"


"Sus tolong bantu Ibu Dinda cara untuk memijit payu*daranya agar air susunya keluar, biar tidak terlalu sakit, dan Dokter Agung bisa melihatnya, agar nanti setelah suster memberikan contoh baru Dokter Agung yang lakukan, "kata Dokter Hani sambil mendekat ke arahku.


Suster membuka kancing bajuku, dan setelah payu*daraku keluar dari baju,suster langsung menekan pelan dengan gerakan dari atas ke bawah dan juga dari samping ke bawah, sedang air susunya suster menampungnya menggunakan botol kusus untuk menyimpan ASI.


Aku sedikit kesakitan, karena setiap yang satu di tekan pasti yang satunya merasa nyeri dan keluar ASInya.


"Dokter Agung sudah mengerti kan caranya sekarang,"kata Dokter Hani, suamiku pun mengangguk.


"Biasanya berapa lama ASI ini akan sampai sebanyak Itu Dok,? "tanya suamiku.


"Ya ngga pasti berapa lamanya, mungkin bisa sampai 2 mnggu atau lebih, "jawab Dokter Hani.


Setelah Suster memberikan contoh dan Dokter Hani memeriksaku, mereka pun pergi karena akan mengecek pasien yang lain.


"Adek,,, Mas bantu untuk yang satunya yah, "kata Suami.


"Iya,,, tapi pelan ya Mas,, "


"Iya,, "lalu suamiku memijat yang satunya, dan karena yang satu sudah di pijat, jadi saat suamiku memijat yang satunya tidak keluar.


"Dek,,, Mas sedot aja yah, biar cepat, "kata Suami sambil memijit.


"Ngga usah ngaco deh Mas, kalau ngomong, "jawabku.


"Biar gampang Dek, ngga ribed pengangin botol begini, "sambil tersenyum mesum Suamiku berkata.


"Mas,,, ini tuh 2 th kedepan milik anakmu yah, Mas tidak boleh dulu, "


"Iyaaa,,, Mas tau, demi anaku Mas mengalah dulu, "


Sambil kita tersenyum ,Suamiku masih dengan memijat Payu*daraku.

__ADS_1


Setelah selesai dengan mendapatkan 3 botol ASI,lalu di bawanya oleh Suamiku ke tempat suster.


Selesai Aku di gantikan baju oleh Suamiku, Ayah Dan Ibu datang.


"Pagi sayang,, gimana udah mendingan sakit di perutnya,? "tanya Ibu. sambil mendekat kepadaku, sedang Ayah langsung menggendong cucunya.


"Masih sedikit nyeri Bu,, "jawabku.


"Pagi cucu kakek,, sinih gendong kakek yah,, "sambil mengambil dede bayi dari box.


"Gimana soal nama, udah di putuskan belum Ji,? "kata Ayah lagi.


"Udah Yah, dan nama untuk anaku adalah AIDEN AKBAR PAMUJI, dan panggilanya Akbar Yah,, "kata Suami.


"Bagus,, hai Akbar sayang, ini kakek,"sambil di ayun ayun dalam gendongan Ayah.


"Mas,,, Dinda laper, "kataku.


"Iya,, sinih Mas suapin, "sambil mengambil kotak makan lalu suami menyuapiku.


"Gung,, ini buat kamu sarapan, Ibu tadi bawa, "kata Ibu sambil menujukan kotak makan, ibu sedang duduk di sofa bersama ayah dan dedek Akbar.


"Iya Bu,, makasih nanti Saya makan, "jawab Suami sambil menyuapiku.


"Dek nanti Mas tinggal bentar yah, soalnya jam 11 Mas ada oprasi, Adek sama Ayah dan Ibu, ngga papa kan,"


"Iya ngga papa, Mas pergi aja, "jawabku.


Saat Suamiku sedang sarapan, hp Suamiku berbunyi, dan kata Suamiku yang menelfonya adalah Ibunya.


Karena Suamiku sedang makan jadi susah untuk pegang hp, lalu suamiku memberikan hpnya padaku, agar Aku bicara dengan Ibu mertuaku.


Aku mengobrol dengan Ibu mertuaku, dan Ibu mertuaku bilang belum bisa datang menengok cucunya, karena ada urusan yang tidak bisa di tinggal. setelah telfon terputus Aku kasih hpnya ke suamiku.


"Dek Mas tinggal bentar yah, "sambil mencium keningku.Aku pun mengangguk.


"Yah, Bu titip Dinda dulu yah, Aku ada oprasi, "kata Suamiku pada orang tua ku.


"Iya,, tenang aja pasti di jagain, "jawab Ayah.


Setelah Suamiku pergi, Lalu Ayah bilang ke pada Ibu akan pergi ke luar, untuk membeli kopi, Ibu pun mengangguk dan mengizinkan.


.


.


.


Rupanya Ayah memesan kopi di kantin rumah sakit.


"Makasih,,, "kaya Ayah sambil membayarnya setelah pelayan memberikan segelas kopi, lalu Ayah duduk di bangku sambil menikmati kopinya.

__ADS_1


"Permisi,,,, Boleh duduk di sini ngga, soalnya bangku ngga ada yang kosong,? "kata seorang wanita.


"Oh silakan,, "ucap Ayah.


"Trimakasihhh,,, "Lalu wanita pun tersenyum.


Wanita Itu pun mulai makan, sedang Ayah meminum kopinya.


"Apa kita pernah bertemu.Sepertinya Saya pernah melihat Anda,? "tanya wanita itu.


"Masa sih,, Saya kok ngga inget ya, "sambil Ayah berfikir dan melihat ke arah wanita itu.


"Oh iya Saya ingat sekarang, Dokter yang dulu bertabrakan dengan saya kan,"kata Ayah lagi.


"Iya,, benar itu, makanya Saya lihat anda seperti pernah bertemu, "kata si cewe .


"Mas sedang apa di rumah sakit, apa ada keluarga yang sakit.Maaf,,,boleh kan saya pangin sebutan Mas, ?"


"Anak Saya baru lahiran, "jawab Ayah. "Boleh aja senyamanya Dokter aja, "jawab Ayah lagi,sambil tersenyum.


"Hemmm,, udah jadi kakek nih, selamat yah,, "


"Iya,, trimakasih. Ini cucu pertama jadi saya sangat senang, "ucap Ayah.


"Siapa nama anak Mas yang baru lahiran, ?"


"Nama anak Saya Dinda, dan menantu Saya juga dokter di sini, namanya Dokter Agung apa Dokter kenal, "


"Uuukkkk,, uukkk,,, "


Ayah langsung memberikan minum pada Dokter wanita itu yang tersedak.


"Apa sudah mendingan, "Setelah melihat si Dokter sudah tak batuk lagi. Lalu si Dokter pun menganggukan kepala.


"Saya permisi dulu yah, kopi Saya udah habis, "sambil berdiri dari duduknya Ayah pun pergi. Setelah si Dokter menganggukan kepalanya.


Saat Ayah masuk ruang rawatku, Aku sedang menyusui anaku.


"Wah,, cucu kakek sedang nen yah,,, "sambil mendekat ke padaku


"Iya,, kakek, biar Akbar cepat gede,, "kataku sambil menirukan suara anak kecil.


"Ayah beli kopi di mana, dan mana kopinya, ?"tanya Ibu.


"Ayah beli kopi di kantin, dan udah minum di sana, "sambil menuju sofa untuk duduk kata Ayah.


"Oh,,, "


**Terimakasih banyak buat kaka kaka semua yang sudah membantu aku buatin nama untuk anak Agung dan Dinda. dan maaf kalau nama yang kaka ajukan ada yang ngga aku gunakan,soalnya aku aja sampai bingung untuk memilihnya, karena semua bagus bagus dan banyak yang memberi nama untuk anak Agung dan Dinda.


Untuk Dinda yang baru lahiran kok duduk, itu bukan duduk tegak, tapi ranjang pasien agak di angkat ke atas agar kepala Dinda sedikit tegak dan masih menyender.untuk menyusinya juga Dinda ngga tiduran tapi masih posisi duduk tidak tegak dan berender, setengah tidur lah posisinya kak, trimakasih untuk kaka kaka semua yang mengoreksi ceritaku membuatku makin paham tentang oprasi sesar.

__ADS_1


Jangan lupa untuk Like, komen dan votenya ya kak, makasihhh**....


__ADS_2