
Hari pun berlalu, setelah di rawat 4 hari di rumah sakit,hari ini Rizki sudah di izinkan pulang oleh Dokter, Rizki juga sudah dua kali terapi jalan, dan perban di kakinya sudah di lepas juga.
Hari ini yang ikut menjemput hanya Hendra dan Oma, Zara tidak ikut karena masih sekolah.
Setelah Rizki masuk ke dalam mobil, Hendra dan Oma juga masuk ke dalam mobil. dan juga seorang perawat laki laki yang akan merawat Rizki.
Sampai di rumah Hendra, Rizki di papah oleh Perawatnya dengan pak sopir, Rizki di bawa ke kamarnya.
"Ki,, ini kamar kamu"Kata Hendra.
"Iya Pak,, "
"Dan buat mas perawat kamu juga tidur di kamar ini yah, kamu bisa tidur di kasur lantai itu,,"kata Hendra sambil menujuk kasur busa yang ada di dekat lemari.
"Iya Pak,,terimakasih, "kata si Mas perawat.
Setelah itu Hendra pun keluar dari kamar yang di tempati Rizki.
Saat pukul 2 siang Zara yang baru sampai rumah langsung bertanya pada Mba yang kerja.
"Mba,, Bang Rizki sudah datang belum,,? "
"Sudah Non,, sekarang Den Rizki ada di kamar tamu,, "
"Oh,, ya udah makasih ya Mba,, "lalu Zara berjalan ke arah kamar tamu, tapi saat baru berjalan berapa langkah Hendra memanggilnya.
"Zara,, mau kemana kamu,kamar kamu ada di atas,, "
"I,,ini Pah Zara mau ke dapur,, ya dapur,, Zara haus,, "sambil berjalan sedikit mundur dan langsung belok ke dapur.
"Huhhh,,, hampir aja,, harus lebih hati hati ini, "kata Zara dalam hati.
Sampai di dapur Zara yang tidak haus hanya diam, sambil mengintip Papahnya sudah pergi belum.
"Non,, non Zara butuh sesuatu,,?"tanya Mba dari arah belakang, dan. membuat Zara kaget.
"Iihh,, mba bikin kaget aja,, Zara ngga mau apa apa,, "jawab zara yang lalu pergi dari dapur.
Zara lalu pergi dari dapur dan langsung menuju kamarnya. sampai kamar Zara langsung mengambil hpnya.
"Halo Bang,, "
"Iya halo Za,, "
"Abang sudah di rumah,,? "
__ADS_1
"Sudah,, ini Abang lagi di kamar tamu, kamu ke sini gih, Abang pengin ketemu, "
"Oh,, sukur deh,, tapi Zara ngga bisa ke situ Bang, ada papah,, tadi aja Zara niatnya mau ke kamar tamu mau lihat Abang,tapi Papah langsung mergokin Zara, jadi Zara ngga jadi ke situ,, "
"Ya udah kalau gitu kita harus pintar pintar nyuri waktu buat ke temu,,"
"Iya,, ya udah dulu ya Bang, Zara mau istirahat dulu, "Riki menjawab iya lalu telfon pun mati.
Saat makan malam, Rizki ikut makan malam bersama, Rizki duduk di kursi roda. Zara dan Riski sesekali saling melirik saat makan.
Selesai makan Zara dan Oma menonton tv, sedang Hendra dan Dea masuk ke kamar.
Rizki masuk ke kamar untuk meminum obatnya, setelah minum obat Rizki keluar dari kamar dan ikut gabung nonton tv.
"Za,, Ki Oma ke kamar dulu yah, udah ngantuk,, "sambil bangun dari duduknya.
"Iya Oma,, iya Bu,, "kata Zara dan Rizki.
"Kamu belum ngantuk Za,,? "Zara hanya menggeleng.
"Ada tugas ngga dari sekolah,,? "
"Ada,, tapi zara masih pengin nonton tv dulu, "
"Masih pengin nonton tv apa masih pengin bareng sama Abang,, "
"Ih jangan.Abang tadi hanya becanda,Abang yang masih ingin bareng kamu, jangan pergi yah,, Abang kangen udah 2 hari ngga ketemu kamu Za,, "Zara tersenyum tipis.
"Mau ke mana,, serius mau pergi,, kamu marah,,, "Kata Rizki saat melihat Zara yang tetap bangun dari duduknya. Zara menggelengkan kepalanya.
"Zara mau ambil buku dulu, ada PR buat besok,, "Rizki lalu mengangguk.
Zara lalu ke kamarnya mengambil buku yang ada PRnya.
Sedang di kamar Hendra dan Dea, Dea sedang memberi nen pada dua jagonya dengan bergantian,Hendra mengajak satu jagoanya bermain dengan mengajaknya ngobrol.
"Abangg,, Adek bagi nenya yah,, jangan di habiskan,, Adek juga laper nih,,, "kata Hendra yang sambil menggendong si adek.
"Tenang adek,, Abang nenya ngga bakalan di habisin kok, adek tunggu bentar yah,, "kata Dea.
"Mass,, besok Abang sama Adek mau imunisasi, Mas bisa antar ngga,,? "
"Pagi apa sore pergi imunisasinya,,? "
"Pagi Mas,, "
__ADS_1
"Kalau pagi Mas ngga bisa, kalau sore Mas bisa usahain buat pulang cepat,, "
"Tapi Doktetnya adanya pagi Mas,, "
"Ajak Mamah aja yah, kalau pagi Mas ngga bisa,, "
"Iya udah kalau gitu, besok Dea ajak Mamah,, sinih Mas Adek, Abang udah kenyang nih,, "sambil meletakan Abang di kasur. lalu Hendra memberikan Adek pada Dea untuk di beri nen.
Setelah dua duanya di beri nen,, Kembar lalu diantar ke kamarnya, ada dua pengasuh yang merawat si kembar, jadi satu orang satu bayi.
"Yang,, kembar sekarang sudah berapa hari yah dari lahirnya,? "saat mereka sudah di atas kasur sambil saling peluk.
"Sudah mau dua bulan,, berarti 60 hari kurang berapa hari gitu, emang kenapa Mas,, ?"
"Mas lagi pengin nih Yang,, "sambil tangan Hendra meremas bok**ong Dea. Dea sekarang lebih berisi membuat
"Sabar Mas,, Abang sama Adek juga belum dua bulan loh,, "
"Tapi kan dah lewat dari 40 hari Yang,, kalau nunggu sampai 2 bulan lebih punya Mas bisa bisa karatan ini mah, "
"Emangnya apaan bisa karatan,Mas ini aneh aneh aja,, "
"Ya karatan karena oli Mas ngga pernah ganti,, "Dea tertawa saat Hendra bilang ganti oli.
"Lihat nih Yang punya Mas udah berdiri, rasanya ngga enak banget,, "sambil mengarahkan tangan Dea agar memegangnya.
"Iya nih Mas, udah tegang banget,, "sambil tangan Dea masuk ke dalam celana Hendra.
"Makanya,, mau yah,, Mas akan pelan pelan ngelakuinya,, "
"Tapi Dea takut Mas,, kaya masih linu gitu,, apa lagi jahitan yang di perut suka masih sakit, "Hendra langsung membuang nafas kasarnya.
"Mas mau ke mana,,? "saat Hendra akan bangun.
"Mas mau berendam air dingin, biar ininya Mas tidur, "
"Jangan Mas,, ini udah malam ngga baik kalau berendam air dingin,, nanti bisa sakit, "sambil menahan tanganya Hendra.
"Tapi kalau kaya gini terus Mas ke siksa Yang,, Mas bakalan ngga bisa tidur,, "
"Ya udah,, Dea mau tapi pelan pelan yah,, "
"Serius nih mau,, ngga kepaksa kan,, "Dea menggelengkan kepalanya.
Hendra langsung bilang YES,,,
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan votenya, trimakasih...