MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Rencana Rizki


__ADS_3

Zara sedang bersiap, karena nanti sore akan berangkat menuju singapur, Zara hanya menyiapkan satu koper saja, untuk membawa baju dan keperluan lainya.


"Sayang,, Ini di bawa yah, Bunda udah siapkan obat obatan, walau cuman 3 hari tapi kan harus jaga jaga, karena cuaca di sana dengan di sini berbeda,, "sambil memberikan kotak obat.


"Iya Bunda makasih,, "Zara mengambilnya lalu meletakanya di koper.


"Di sana hati hati, jangan sampai pergi sendiri, harus di temani Rizki dan Mba Mimin kalau mau pergi yah, "Zara mendengarkan semua yang Bundanya katakan,Zara juga sambil menata baju bajunya.


Sedang Mimin di kamarnya juga bersiap, dia membawa bajunya cukup banyak, sampai kopernya ngga muat, Mimin di pinjami koper oleh Dea.


"Min,, orang cuman 3 hari aja perginya, kamu bawa baju banyak gitu,, "kata mba satu lagi teman Mimin kerja.


"Biarin,, di sana kan nanti Aku pasti akan jalan kesana kemari sama Mas ganteng,, biar bajunya ngga itu itu aja, jadi setiap pergi ke tempat berbeda Aku bajunya selalu beda,, "sambil bicaranya di bikin bikin sok blagu gitu.


"Hemm,, gaya kamu Min,, paling juga kamu di suruh tunggu kamar hotel, Non Zara sama Mas Rizki yang pergi,, "


"Ya ngga lah, Pasti Aku di ajak,, Mas Gantengkan baik sama Aku dan siapa tau di sana Mas Ganteng nyatain perasaanya sama Aku,, aahh pasti Aku akan sangat senang dan bahagia,, "


"Jangan ngimpi deh kamu Min,, "sambil tersenyum mengejek temen Mimin bicara.


"Biarin,, suka suka Aku,, Mandi ah,, lalu siap siap berangkat ke singapur dehhh,, "lalu Mimin masuk ke kamar mandi.


Jam pun berlalu,Zara dan Mimin lalu di antar oleh Hendra dan Dea ke Bandara, sedang Oma di rumah menunggu kembar. Sampai Bandara mereka bertemu Rizki.


"Semua tiket sudah di kamu semua kan Ki,, ?"tanya Hendra.


"Sudah Bos,, tenang aja semua udah siap,, "


"Bagus,, Aku titip Zara dan Mimin, jangan biarkan mereka pergi tanpa kamu dampingi, "


"Iya Bos, saya akan menjaga mereka, "


"Ya udah sanah berangkat, itu pemberangkatanya sudah di umumkan,, "


Lalu semuanya berpamitan, dan setelah itu Dea dan Hendra pun pulang.


Sampai di pesawat mereka mencari tempat duduk, dan Rizki yang membeli tiketnya jadi yang mengatur no duduknya, rupanya Mimin di pilihkan tempat duduknya di belakang, sedang Rizki dan Zara mereka duduk di depan dan berdampingan.

__ADS_1


"Mas Rizki Mimin kok duduknya di belakang sendiri sih,, "


"Udah ngga papa,, yang penting duduk kan,, dari pada kamu berdiri, mau berdiri,, ?"Mimin langsung menggeleng.


"Ya udah deh Mimin mau ,biarin di sini juga, asal duduk ,"


"Bagus,,, "


Setelah Mimin duduk Rizki lalu menuju bangku miliknya.


"Abang pintar juga,, "kata Zara saat Rizki yang sudah duduk di sebelahnya.


"Jelas dong,, Abang gitu loh,, "sambil tersenyum.


Pesawat pun mengudara, Zara dan Rizki saling menggenggam tangan.


"Nggantuk,, "Zara mengangguk.


"Tidur sinih,, nanti kalau sudah sampai Abang bangunin,, "sambil menarik kepala Zara ke dadanya, Zara lalu menurut dan sambil memeluk Rizki.


"Sayang,,, bangun, kita sebentar lagi akan sampai,, bersiaplah,, "


Zara lalu mengusap mata dan wajahnya, Rizki lalu memberinya minum.Zara lalu meminumnya.


Saat ini mereka bertiga sedang menunggu taxsi untuk menuju Hotel.setelah dapat mereka langsung masuk. sekitar setengah jam sampailah di hotel, karena Rizki sudah memesanya duluan, sekarang tinggal mengambil kunci kamarnya saja.


Zara dan Mimin masuk ke kamar, mereka berdua jadi satu kamar, sedang Rizki di kamar sebelahnya.


Jam sudah menujukan pukul 11 malam, dan mereka pun tertidur karena merasa cape.


Pagi harinya Rizki mengetuk pintu kamar Zara, dan Mimin yang membukakan pintunya.


"Ada apa Mas pagi pagi udah datang,, ?"tanya Mimin.


"Zara mana Min,,? "


"Ada,, masih tidur tuh,, "

__ADS_1


"Tolong bangunin dong, soalany Saya mau ke kantor cabang, dan Saya mau antar kalin sarapan di bawah dulu,,"


"Oh iya Mas,, Mimin akan bangunkan,, "Lalu Miminpun masuk, dan Rizki menunggu di kamarnya.


Sekitar setengah jam Zara menelfon Rizki dan bilang kalau sudah siap untuk pergi sarapan.


Mereka lalu turun untuk sarapan bersama, Rizki mengambilkan piring buat Zara dan memilih makanan bareng, sedang Mimin mengikuti dari belakang. setelah piring penuh mereka duduk di satu meja.


"Za,, Abang nanti habis sarapan langsung ke kantor cabang, dan kemungkinan bisa pulang sore, kamu sama Mimin di kamar aja ngga usah keluar,,dan kalau pengin makanan telfon pihak hotel saja yah,, "


"Iya,,, Zara ngga akan pergi,, perginya nanti nungguin Abang pulang aja,, "


"Bagus,,, "sambil mengusap rambut Zara.


"Kalian ngga pacaran kan,,? "tiba tiba Mimin bertanya seperti itu, Rizki dan Zara lalu menatap Mimin sambil menggelengkan kepalanya dengan kompak.


"Kok kaya pacaran sih kalian,, "


"Kayanya di mananya,,? "tanya Rizki.


"Ya seperti tadi itu,, Mas Rizki mengusap kepala non Zara,, "


"Oh,, jadi kalau saya ngusap kepala Mimin gini kita bisa di sebut pacaran dong,, "sambil menusap kepala Mimin.


"Ya ngga juga sih Mas,, "


"Ya udah,, berarti saya dan Zara juga ngga pacaran kan,, "Mimin pun mengangguk.


Rizki pun selesai sarapan, dan lalu pergi ke peresmian kantor cabang.sedang Zara dan Mimin menikmati makananya dengan santai.


Siang pun datang, Zara sudah mulaih bosan dan mengirim pesan kepada Rizki, tapi Rizki belum juga menjawabnya.


Jam 1 siang Zara memesan makanan untuk makan di kamarnya, Zara dan Mimin makan bersama. sekitar jam dua siang Rizki ahirnya pulang dan langsung mengirim pesan pada Zara.


"Abang udah pulang, dan Abang bawa Donat, tapi kamu jangan makan yah buat Mimin aja,,soalnya Donatnya udah Abang kasih obat tidur dan tenang aja dosisnya rendah kok, dan bertahan tidur cuman 4 jaman,, "Zara yang membacanya tersenyum tipis.


Jangan lupa like, komen dan votenya, trimakasih..

__ADS_1


__ADS_2