
Bumi memasukan tanggal lahir Zara, dan ini yang terahir, karena kalau sampai tiga kali gagal ,nanti pin hp akan keblokir, jadi Bumi pun harap harap cemas.
Bumi menekan angka di layar hp, saat sudah tertulis ternyata salah, jadi Bumi sedikit lega juga takut.
Bumi merasa lega Karena Bumi fikir berarti bukan Zara kekasihnya dulu, dan takutnya karena takut ketahuan sedang mengotak atik hp Rizki.
Lalu Bumi pun meletakan hp Rizki kembali, dan Bumi lalu kembali ke kasur untuk tidur.
Keesokan harinya tepatnya di rumah sakit, Zara sedang merapikan barang barang yang akan di bawa pulang.
Ayah Doni tadi pergi untuk mengurus administrasi, dan Kakek juga sudah ganti baju, setelah Ayah Doni datang semua bersiap untuk pulang.
Kakek duduk di kursi roda dan Zara yang mendorongnya, sedang Ayah Doni membawa tas ransel.
Sampai di rumah Dian dan Aditia sudah menunggu di depan rumah, dan saat Kakek turun Dian mendekat dan memeluk kakek.
"Sayang,, biar Papah istirahat dulu di kamar, kita masuk dulu yuk,, "sambil Ayah Doni menggendong Aditiya.
Dian pun lalu menuntun kakek bersama Zara untuk masuk ke kamar. sampai kamar Kakek duduk di kasur Dan Dian yang sudah lama tidak bertemu kakek tidak mau pergi dari kamar.
"Sayang kamu akan pulang kapan ke Jakarta nya,,? "tanya Dian pada Zara.
"Besok pagi ya Mah,,, soalnya Zara lusanya harus balik ke singapur, Zara di kasih izin dari kampus cuman 5 hari,, "
"Oh ya udah ngga papa.Zara pasti cape, sekarang sanah istirahat di kamar, biar kakek Mamah yang jagain,, "
"Tapi Mah, Zara pengin tenani kakek,, "
"Iya Mamah tau, tapi Zara juga butuh istirahat, jangan kecapean nanti malah sakit, nanti setelah istirahat Zara bisa temani kakek lagi yah,, "
"Iya,, benar yang Mamahmu katakan, Zara istirahat sanah, kakek ngga papa kok,, "
"Ya udah kalau gitu,, Zara ke kamar dulu ya Kek, Mah,, "
Zara lalu keluar dari kamar kakek dan menuju kamarnya.
Di dalam kamar, Zara langsung menuju kasur. dan merebahkan badanya. lalu melihat ke hpnya dan ternyata ada pesan dari Rizki.
"Kangen,,, "cuman satu kata yang Rizki tulis, Zara yang membacanya lalu tersenyum.
Zara lalu membalasnya juga, "Abang lagi Apa? Zara baru pulang dari rumah sakit, kakek sudah di bolehkan pulang oleh Dokter"
__ADS_1
Tidak lama pesan Zarapun dapat balasan, "Sukur kalau kakek sudah pulang, Abang sedang di kantor cabang, sedang ada masalah, kita lanjut nanti malam yah, Abang kerja dulu,, "
"Iya Bang,,Zara juga mau istirahat, Abang hati hati kerjanya, "
"Iya,,, "
Lalu setelah berahir kirim pesan, Zara langsung tidur siang, kemarin di rumah sakit tidurnya tidak merasa nyaman, dan sekarang tidur di atas kasur yang empuk dan nyaman membuat Zara langsung terlelap.
Zara bangun sekitar jam 4 sore, dan langsung mandi, selesai mandi dan pakai baju Zara keluar dari kamar. Aditiya yang melihat Zara langsung meminta gendong.
"Kaka,, ain yuk,, "kata Aditiya pada Zara dengan bicaranya masih cadel.
"Adek pengin main apa,, udah mandi belum,, "
"Ain obil obilan,, udahh Dede dah andi,, "
"Coba kaka cium,wangi ngga, "Zara sambil menciumi pipi Aditiya.
"Hemmm,,, wanginya adek Kaka,, "setelah menciumi Aditiya Zara berkata lagi.
"Kita ke kamar kake yuk,, "Aditiya lalu mengangguk dan Zara masih menggendong Aditiya ke kamar kakek.
Sampai di kamar kakek, Zara dan Aditiya bermain bersama, Kakek sesekali ikut main karena kakek juga biasa bermain dengan Aditiya.
"Zara besok pagi jadi pulang ke kota,,? "tanya Ayah. saat mereka sedang makan sambil mengobrol.
"Iya Yah,, Zara jadi pulang besok pagi,, "
"Mau Ayah antar,,? "
"Ngga usah Yah, Zara bisa sendiri, Zara antarin aja sampai setasiun, Zara mau naik kereta,, "
"Sayang,, emang berani pulang sendiri,,? "tanya Dian sekarang.
"Berani Mah, Zara kan udah besar sekarang, jadi kalian ngga usah kuatir, Ayah juga pasti cape karena sering bolak balik kerumah, ke rumah sakit sama toko,, "
"Ya udah besok Ayah antar sampai setasiun, tapi nanti telfon Papah biar suruh jemput yah, ngga boleh pulang naik taxsi ,"
"Iya,,, "Zara menjawab.
Setelah selesai makan Zara mengantar kakek kekamarnya, lalu memberinya obat dan menemaninya.
__ADS_1
"Kakek harus sehat yah, jangan sakit lagi, "
"Iya,, Kakek juga ngga mau sakit, Kakek ingin sampai melihat Zara menikah dan punya anak, "Zara tersenyum.
"Amin kek,, sekarang sudah malam, kakek tidur yah,, "Kake mengangguk dan langsung tiduran.
Zara belum pergi, dan masih menemani kakek, setelah kakek tidur baru Zara keluar dari kamar Kakek.
"Kakek sudah tidur sayang,,? "tanya Mamah Dian yang sedang duduk di sofa bersama Ayah .
"Sudah Mah,, Mah Zara masuk kamar yah, mau beresin baju,, "Dian lalu menjawab iya.
Sampai di kamar Zara merapikan bajunya, saat hampir selesai hpnya berbunyi tanda panggilan. dan ternyata dari Rizki.
"Hallo Bang,, "
"Hallo sayang,, sedang ngapain,,? "
"Ini lagi beresin baju, besok pagi Zara pulang ke kota, "
"Sama sipa pulangnya,,? "
"Sendiri,, Zara mau naik kereta,, "
"Emang berani,, kenapa ngga minta antar apa minta jemput,, ?"
"Zara ngga mau repotin orang Bang,, Zara berani kok,, kan sekarang sudah besar,, "
"Oh iya udah besar, kan udah punya pacar yah,, "
"Iihh,, apaan sih, "
Saat Zara dan Rizki masih mengobrol di telfon Bumi datang memanggil Rizki.
"Bang,, di panggil mamah tuh, kata Mamah Abang suruh Makan,, "kata Bumi.
"Iya tunggu sebentar,, "jawab Rizki.
"I,, itu suara siapa Bang,, ?"tanya Zara.
"Oh,, itu suara Adek Abang ,,,"Zara langsung diam sesaat karena sepertinya suara adeknya Rizki Zara mengenalnya.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan votenya, Trimakasih...