MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Pemakaman


__ADS_3

Zara menangis di pelukan Rizki, Rizki mengusap punggung Zara.


"Udah,,, jangan nangis terus, itu matanya sudah bengkak, makan yah biar ngga sakit, Abang temani,, "sambil melepaskan pelukan Zara.


"Abang kapan datang,,? "


"Sudah setengah jam yang lalu, tadi Abang lihat kamu masuk, makanya Abang kesini nyaperin,"


Lalu Rizki dan Zara duduk dan Zara mulai makan roti dan su*sunya.


"Mas Rizki di panggil Bapa,, "kata Mimin. Rizki menjawab Iya.


"Abang keluar dulu,, "Zara mengangguk.


Rizki keluar menemui Hendra, sedang Zara lanjut makan.


Jam 1 malam Zara sudah merasa mengantuk, tapi tetap ingin tetap berada di samping omanya.


"Sayang,, masuk kekamar aja sanah, istirahat. Di sini ada Papah dan Rizki yang menjaga oma,nanti kamu malah sakit kalau tetap di sini karena kurang tidur,, "kata Hendra pada Zara.


"Tapi Pah,, Zara mau temani oma,, "


"Iya Papah tau, tapi Zara juga butuh istirahat, sanah masuk kamar, Bunda aja Papah suruh istirahat,, "


Lalu saat Zara mau bangun dari duduknya,Zara merasa lemas dan kesusahan. Hendra lalu menggendongnya dan membawanya ke kamar.


"Tidur ya Sayang, jangan sedih terus, Papah tau dan merasakan juga, sangat sedih kehilangan oma, tapi ini sudah takdir dari Tuhan, kita harus menerimanya,, "satelah menidurkan Zara di kasur. Zara mengangguk dan setelah itu Hendra keluar dari kamar Zara.


Esoknya acara pemakaman Oma sudah di siapkan, Dinda dan Agung pun datang, mereka hanya berdua, anak anaknya tidak ikut.


Agung mendekati Hendra, sedang Dinda langsung memeluk Zara.


"Kak,, oma kak,, oma pergi ninggalin Zara,, "sambil memeluk Dinda.

__ADS_1


"Yang sabar ya Za, Oma sudah tidak merasa sakit, jadi Zara yang iklas yah,, biar oma tenang di sana,, "sambil mengusap punggung Zara.


"Bi,, Ayah ngga bisa datang katanya, soalnya Bunda Dian hamilnya lebih parah dari saat hamil Aditiya,, "


"Iya,, Mas Hendra juga bilang gitu, Kaka ngga bisa datang,, karena ngga bisa ninggalin kak Dian"


Lalu acara pemakaman pun di lakukan, semua ikut mengiringi oma ke tempat peristirahatan terahirnya.


Setelah selesai semuanya pun kembali ke rumah.


"Bi,, Dinda sama Mas Agung pulang dulu yah, udah mau sore kasian anak anak kalau di tinggal kelamaan,, "


"Ya udah hati hati yah di jalan, "sambil cipika cipiki.


"Iya,, salam buat Zara ya Bi, "


"Iya nanti Bibi bilang ke Zara, "karena Zara tadi sampai rumah langsung masuk ke kamarnya.


"Mas Rizki mau Mimin buatkan minuman dingin atau mau kopi,,?"


"Kopi aja,, makasih yah, "mimin mengangguk lalu pergi.


"Ki trimakasih yah kamu sudah membantu pemakaman Mamah ,sampai selesai dengan tidak ada gendala,, "Hendra mendekati Rizki yang sedang bere beres.


"Tidak usah berterimakasih Bos,Ibu juga sudah Saya anggap sebagai ibu saya sendiri, jadi yang saya lakukan sudah kewajiban saya"


"Ya sukur lah Mamah di sayangi banyak orang, semoga Mamah di tempatkan di tempat yang paling indah dan nyaman,, "


"Amin,, Bos,, "


"Sekarang kamu istirahat aja,kamu pasti cape dari semalam kurang istirahat, dan istirahat lah di kamar tamu,, "


"Tapi Bos,, "

__ADS_1


"Udah ngga usah sungkan, istirahat sanah,,karena saya pun mau istirahat, "Rizki pun mengangguk.


Rizki lalu berjalan menuju kamar tamu, dan saat bertemu mba Mimin kopinya langsung di minta dan di bawa masuk ke dalam kamar tamu.


Hari pun berlalu,semuanya sudah lebih baik dan sudah mengiklaskan kepergian oma.


Zara hari ini hari terahir sekolah, karena hari ini hari kelulusan ,setelah berfoto bersama untuk kenang kenangan.Zara langsung pulang, tapi tidak pulang kerumah melainkan menuju kantor Papahnya dulu, Zara ingin menujukan hasil nilai yang cukup memuaskan.


Sampai kantor Zara langsung naik dan langsung masuk ke dalam ruangan Hendra, Zara yang langsung masuk tidak tau kalau Hendra sedang ada tamu.


"Papahhh,,, "kata Zara yang langsung memeluk Papahnya yang sedang duduk di sofa tunggal.


"Zara,, tumben ke kantor Papah, ada apa,? "tanya Hendra pada Zara yang masih memeluk papahnya, dan membelakangi orang yang duduk di sofa depan Hendra. ada Rizki dan ada dua orang lainya yang ada di situ.


"Zara lulus dengan nilai terbaik, lihat deh Pah,, "sambil memberikan sebuah map.


"Oh gitu,, bagus lah, tapi Papah lihatnya nanti dulu yah, Zara duduk di situ dulu, karena Papah lagi ada tamu,, "Zara yang baru sadar langsung melepaskan pelukanya dari Hendra dan. langsung menghadap ke belakang,Zara sungguh malu ternyata ada orang yang melihat tingkahnya, Zara lalu dengan cepat berjalan menuju bangku kerja Hendra dan menutupi wajahnya dengan map.


Sampai Bangku kerja Hendra, Zara langsung menjatuhkan wajahnya di meja dengan masih menutup wajahnya dengan map, Zara sungguh merasa malu dan wajahnya pasti memerah. Rizki melihat ke arah Zara lalu tersenyum tipis .


"Maaf Pak jadi ke ganggu bentar, itu tadi anak saya,, ayo kita lajut lagi,, "kata Hendra pada tamunya.


Sekitar setengah jam, tamu Hendra pun undur diri karena sudah selesai. Rizki merapikan mejanya dan menata berkas berkas yang tadi habis di bahas. sedang Hendra mendekati Zara.


"Maaf yah nunggu lama,, "


"Justru Zara yang minta maaf karena bikin malu Papah,, Zara tadi benar benar ngga tau Pah,, maaf yah,, "


"Iya udah ngga papa,, kan Zara karena ngga tau,, coba sekarang Papah lihat nilainya,, "Zara bangun dari tempat duduk dan menyuruh Hendra yang duduk,sedang Zara yang berdiri sambil memberikan map yang berisi nilai.


Hendra melihatnya, dan tersenyum senang karena nilai Zara benar benar bagus dan sangat memuaskan.


Jangan lupa like komen dan votenya, trimakasih..

__ADS_1


__ADS_2