MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Tiya Sudah Kembali Sekolah


__ADS_3

Hari berlalu,Tiya sudah satu Minggu tidak sekolah,Dinda dan Agung benar benar menjaganya dengan baik,sekarang tangan Tiya sudah lebih baik,terkilir ya sudah sembuh.


Torik juga selama seminggu ini selalu mengirim pesan pada Tiya .Torik memberi semangat untuk Tiya agar cepat sembuh.


Pagi ini Tiya sudah masuk sekolah,Dinda dan Agung sebenarnya masih takut kalau Tiya belum sembuh betul,tapi Tiya selalu bilang kalau sudah sembuh.ahirnya Agung dan Dinda pun mengizinkan Tiya sekolah.


Tiya dan Iza turun dari mobil,lalu keduanya masuk kedalam sekolah menuju kelasnya.


Iwan melihat Tiya dan Iza langsung mendekati Torik yang sedang duduk di kelasnya.


"Rik,Tiya udah masuk tuh,"


"Iya Aku udah tau,,"


"Tau dari mana,,?"


"Dari Tiya nya,?"


"Kapan kamu ketemu Tiya,?"


"Aku Belem ketemu sama Tiya,tapi semalam Tiya bilang saat kita kirim pesan,"


"Wah kayanya ada yang udah mulai Deket nih,"Torik hanya tersenyum .


"Kamu tuh sebenarnya suka sama siapa sih Rik,kayanya kamu Deket dengan Iza tapi kenapa kamu sering kirim pesan dengan Tiya,jangan jangan kamu suka dua duanya lagi,jadi orang jangan serakah dong Rik,"


"Kamu tuh ngomong apa sih Wan,Aku dengan mereka hanya berteman kok,"


"Aku tuh laki laki Rik,jadi tau pandangan kamu dan sikap kamu pada Tiya dan Iza,kalau kamu memang menyukai mereka ,tolong pilih satu aja,jangan kasih harapan pada ke duanya,mereka kembar jadi jangan buat mereka saling membenci dan marahan,kasihan mereka,"Torik diam dan mendengarkan perkataan Iwan.


Torik belum menjawab perkataan iwan tapi Guru pun datang dan pelajaran di mulai.


Torik saat pelajaran selalu kepikiran perkataan Iwan,yang mengatakan untuk tidak menyukai keduanya,tapi Torik juga belum tau tentang perasaanya kepada si kembar apa dia menyukai karena cinta,atau menyukainya karena nyaman untuk menjadi teman.


Kalau Iza enak buat teman ngobrol,anaknya mengasikan,kalau Tiya anaknya bikin penasaran,Jutek dan cuek,kalau berkirim pesan aja jawabnya hanya pertanyaan Torik saja,juga ngga banyak kata,membuat Torik makin ingin mendekatinya,rasanya Torik ingin tau tentang Tiya lebih jauh karena selalu penasaran.


Jam istirahat Torik dan Iwan menuju kantin,Iwan memesankan makanan sedang Torik mencari tempat duduk.


"Ini punyamu ngga pake pedas,"Iwan memberikan mie ayam pada Torik.


"Makasih,,"


"Rik Joko absen ngga ikut latihan nanti siang,gimana nih,,?"


"Kenapa dia ngga ngga bisa ikut,?"


"Dia lagi kurang sehat katanya,"


"Ya Ngga papa,,ini cuman latihan ini kan,"Iwan mengangguk.


Saat Torik sedang makan,matanya tidak sengaja melihat si kembar dan Zee yang sedang berjalan menuju kantin.


"Wan,,panggil mereka,"Sambil Torik memberi kode dengan matanya, Iwan langsung paham.

__ADS_1


"Zee,,sinih,,"Zee ya mendengar mengajak kembar juga untuk mendekati Iwan dan Torik.


"Kaka dah pada makan,?"tanya Iza.


"Udah,,Sanah kalian pesan makanan,nanti duduk sini aja ,biar rame,,"jawab Iwan.


"Kalian makan apa kak,?"tanya Zee.


"Kita makan mei ayam,"


"Enak ngga,,?"tanya Iza.


"Enak,,"jawab Iwan lagi.


"Kak,,Kaka duduk aja sinih yah,Biar Adek yang pesenin,Kaka mau apa,?"tanya Iza pada Tiya sambil menyuruh Tiya duduk.


"Kaka mau somay aja,"jawab Tiya,lalu Iza dan Zee pun pergi.


Torik dari tadi diam karena terus melihat ke Tiya,Tiya yang merasa di lihatin hanya diam dan pura pura ngga tau.


"Rik Aku ke mereka dulu yah,mau bantu bawa minum,"Torik hanya mengangguk,rupanya Iwan memberi kesempatan.


"Gimana tangannya,masih sakit ngga,?"


"Udah ngga,"


"Syukurlah,itu di kening emang lukanya belum kering,?"karena masih ada perban.


"Sudah,cuman Mamah masih kasih perban gini,karena takut ada debu yang menempel katanya,"


"Iya,,"


"Kalau Papahmu,,?"


"Sama,,mereka Dokter,"


"Pantas kamu sama Iza mau jadi Dokter,jadi ingin kaya orang tua kalian yah,"Tiya mengangguk.


"Nanti siang kamu ada acara di OSIS ngga,?"Tiya menggeleng.


"Mau lihat Aku latihan basket ngga,3 hari lagi sekolah kita akan tanding dengan sekolah Purnama soalnya,"Tiya diam.


"Tenang aja ngga akan ada kejadian yang kaya kemarin kok,mau yah biar Aku semangat latihanya kalau ada kamu,"


Belum juga Tiya menjawab,Iza dan sepasang kekasih pun datang.lalu semua lanjut makan,Torik sudah selesai makan jadi hanya menemani mereka.


"Iza,,nanti siang pulang sekolah lihat latihan Basket bisa ngga,?"


"Aku juga mau lihat ,mau kasih semangat buat cintaku,"Kata Zee yang memang baru jadian setelah 3 bulan pedekate dengan Iwan.


"Lebay banget sih kamu Zee,,mentang mentang udah jadian,"Kaya Iza.


"Aku sih mau aja kak,tapi Kak Tiya nya mau ngga,soalnya kalau Aku sendiri ngga bakalan boleh,harus ada kak Tiya juga,"

__ADS_1


"Kalian emang ngga bisa di pisah apa,kenapa mau apa apa selalu bersama,?tanya Iwan.


"Iya,kita memang kalau pergi pergi harus bareng,jadi kata Mamah dan Papah biar kita saling menjaga,"Iza menjawab.


"Kak Tiya mau ngga nanti siang kita lihat latihan basket,?"


"Terserah Adek aja,"


"Kalau Adek mau lihat Kaka juga mau lihat kan,"Tiya mengangguk.


"Ok Aku mau lihat kalian latihan,"kata Iza dengan semangatnya.


Selesai makan mereka kembali ke kelas,tak terasa sudah jam pulang sekolah .ketiga cewe pun bersiap menuju lapangan basket.


Tiya menelfon Mamah untuk minta izin,selesai telfon Mamahnya,Tiya menelfon pak supir untuk menunggu.


Sampai lapangan rupanya sudah mulai,dan banyak juga yang melihat,karena Tiya masih takut sama kejadian yang terkena bola,Tiya duduknya terpisah dengan Iza dan Zee,Tia duduk cukup jauh.


Torik yang sedang main melihat di mana Tiya,karena yang Torik lihat hanya ada Iza dan Zee.mata Torik terus mencari dan ahirnya Torik melihat Tiya yang sedang menatapnya juga,Torik dan Tiya lalu saling tersenyum.


Satu jam latihan ahirnya selesai juga,Iza mengambilkan minum buat Torik dan Zee pun sama buat Iwan.


"Kak ini minumnya,Kaka keren banget tau kalau sedang main Basket,"kata Iza,sedang Torik langsung minum.


"Makasih,,"jawab Torik selesai minum.


"Ini handuknya,,Kaka pasti capek ,duduk gih,"Torik mengambil handuk dari tangan Iza lalu duduk bersama yang lain, sedang Tiya dari tadi tetap duduk di tempatnya,tidak mendekat ke pada Torik dan lainya,Torik melihat ke arah Tiya yang diam saja.


Zee mau membelikan minuman di kantin untuk Iwan dan temanya,karena minum mereka pada habis,lalu Zee mengajak Iza.


Saat Zee dan Iza pergi,Torik mendekati Tiya.lalu duduk di sebelahnya.


"Kenapa di sini sendirian,kenapa ngga di sana ,masih takut,,?"Tiya diam.


"Latihanya udah selesai kan,Aku pulang dulu,"Tiya langsung bangun dari duduknya,Torik langsung merasa aneh dengan sikap Tiya.


"Tunggu,kamu kenapa kok buru buru gitu,"


"Ngga kenapa kenapa,emang udah selesai kan latihanya,ya udah Aku pulang,"sambil akan jalan.


"Tiya,,tunggu,kamu kenapa sih,"sambil Torik memegang tangan Tiya.Tiya berusaha melepaskan tangan Torik yang menggenggam tangannya.


"Ini sudah siang,Aku mau pulang,"


"Iya tapi Iza lagi pergi sama Zee,setidaknya tunggu Iza datang dulu,"


"Aku mau tunggu di mobil saja,lepas,,"


"Ngga,ngga akan Aku lepas,kamu duduk dulu tunggu Iza datang,"


"Memangnya kenapa sih Aku harus nunggu Iza,dia kan nanti bisa nyusul ke mobil,kamu kok kaya kuatir gitu sama Iza,kamu suka sama Iza,,"kata Tiya sedikit keras sambil menarik tangannya agar terlepas,ahirnya Torik melepaskannya.


"Bukan Aku merasa kuatir dengan Iza,tapi karena Aku masih ingin lama denganmu di sini,"

__ADS_1


Jangan lupa like,komen dan Vote nya, trimakasih...


__ADS_2