MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Memberikan Salep Pada Luka Zara


__ADS_3

"Kemarilah,,,"Rizki menyuruh Zara mendekat padanya.Zara pun menurut dan berjalan pelan ke arah Rizki.


Mereka lalu berdiri saling berhadapan dengan sangat dekat.Rizki mengangkat dagu Zara agar wajahnya menghadap ke arahnya,karena dari tadi Zara menundukan wajahnya sambil tanganya saling mere*mas.


"Kenapa sih sayang kamu tuh makin hari makin cantik saja,membuat Abang jadi makin mencintaimu,,dan sangat tergila gila padamu,"sambil tangan Rizki mengusap pipi Zara yang mulus,sedang Zara merasa deg degan di dalam dadanya karena usapan tangan Rizki.


Lalu usapan tangan Rizki ,tepatnya jari tangan Rizki turun ke leher dan turun lagi kebawah,sampai lah jari Rizki di dada Zara yang besar,kencang dan mulus.nafas Zara sudah terlihat naik turun.Rizki lalu menarik tanganya,dan menggandeng tangan Zara agar ke kasur.


"Duduklah Abang akan mengobati lukamu dulu ,,"Zara lalu duduk di pinggir kasur.


Rizki laku melepas plester yang Zara tadi pasang saat mau mandi,lalu Rizki memberi salep di bekas luka Zara,sambil di tiupi pelan.


Setelah memberikan salep pada luka Zara,Rizki lalu menciumi pinggiran luka Zara,dan membuat Zara merasakan geli sampai ke dalam dadanya .


Rizki terus menciumi punggung Zara sampai ke pundaknya,dan ciumanya juga naik ke leher .


"Banggg,,,,"kata Zara karrna merasa geli.


"Apa sayang,,hemmm,,,"masih saja menciumi leher Zara.


"Sudah yah,,,Zara geli,,"Zara berkata dengan pelan.


"Tapi Abang suka,,badanmu sangat wangi,membuat Abang ingin lebih,,"sambil tangan Rizki memegang kedua dada Zara dan meremasnya.


"Bangggggg,,,,"


Rizki mencium punggung Zara lagi ,dan sekarang justru menggunakan lidahnya,Rizki men*jilati punggung Zara dari atas ke bawah,dan tali baju Zara sudah di turunkan oleh Rizki,kalau dari depan dada Zara sudah terlihat ,karena Ruzki masih menciumi di belakang jadi Zara menutupnya dengan tanganya.

__ADS_1


Setelah puas dengan punggung Zara,lalu Rizki berpindah ke depan Zara.


"Banggg,,,"Rizki hanya tersenyum.


"Jangan bilang malu,,kita sudah menikah jadi ngga boleh malu lagi,,karena kita sudah halal untuk melakukan apapun ,"Zara menundukan wajahnya sambil menggeleng.


" Lalu kenapa,,"


"Zara takut,,,"Rizki langsung memeluk Zara dan mencium rambutnya.


"Jangan takut,Abang tidak akan menyakitimu atau memaksamu,kamu harus rileks dan nikmatin,biar Abang yang bekerja,kamu tinggal nikmatin dan rasakan setiap sentuhan Abang,,"Zara mengangguk pelan.


Rizki lalu menyuruh Zara tiduran,setelah Zara tiduran Baju kurang bahan yang Zara pake lalu di lepaskan dengan cara di tarik kebawah oleh Rizki.


Di badan Zara sekarang hanya ada kain tipis yang menutupi inti tubuhnya saja.Tangan Zara menutupi kedua dadanya,tapi Rizki menariknya.


"Jangan di tutup,biarkan Abang melihatnya,sekarang sudah tidak ada rasa takut karena Dosa,kita sudah bebas melakukan apa pun sekarang,,"tangan Rizki menarik tangan Zara yang sedang menutupi dadanya.


Rizki lalu mengungkung badan Zara,Rizi mulai dari mencium kening ,kedua mata ,kedua pipi dan Bibir,Rizki cukup lama bermain di bibir,setelah itu turun ke leher,di leher Rizki sengaja tidak memberi tanda kepemilikan,karena takut di protes oleh mertuanya yang ribed,jadi Rizki hanya menciuminya saja,dan ciuman itu terus turun ke bawah,dan sampailah di dada Zara.


"Sayang,,,sungguh indah sekali ciptaan tuhan yang ada pada dirimu ini,"Rizki berkata sambil kedua tanganya mengusap usap kedua dada Zara.


Lalu Rizki juga memainkan ujug daging kecilnya,sambil di plintir dengan jarinya,itu membuat aliran darah Zara seperti tersengat listrik,Zara sampai mengangkat wajahnya keatas.


Rizki lalu mendekatkan mulutnya,dan langsung melahap satu dada Zara seperti orang kelaparan,dan yang satunya di mainkanya dengan tanganya,Rizki terlihat gemas karena meremasnya dan sedikit menarik nariknya ujug daging kecilnya itu.


Zara menggigit bibirnya,agar tidak keluar suara,karena malu kalau sampai suaranya keluar,apa lagi kamar Zara tidak kedap suara.

__ADS_1


Rizki terus memainkan kedua dada Zara bergantian,dan Rizki di dada Zara berani membuat tanda kepemilikan,Rizki membuat tanda itu sangat banyak,di kanan kiri dada Zara.


Setelah puas bermain di dada Zara,ciuman Rizki turun ke bawah,di perut Rizki terus menciuminya,ciuman Rizki turun ke Bawah sampai ke kaki,kedua kaki Zara di ciuminya sampai ke jari,tidak ada yang terlewat sejengkal pun Rizki menciumi kaki Zara.


Setelah kedua kaki Zara di cium,ciuman Rizki pindah ke tangan,mulai dari jarinya dan naik ke lenganya,sampai ketek Zara juga di ciumnya,Zara merasa geli dan merinding atas kelakuan Rizki.


Kedua tangan Zara di perlakukan sama,setelah tangan selesai ,Rizki lanjut mencium bibir Zara .lalu Rizki membalik badan Zara agar Zara di atas badan Rizki.


"Kita gantian ,,lakukan seperti yang tadi Abang lakukan padamu,,"


"Zara ngga bisa Bang,,"


"Pasti bisa,,kan cuman di ciumin badanya,ayo sayang,,lakukan,,"Sambil Rizki mencium bibir Zara sekilas.


Lalu zara mengikuti seperti yang tadi Rizki lakukan padanya,Zara mencium dari kening mata pipi juga bibir,lalu kelehernya dan terus ke bawah.


Tangan Rizki menuntun tangan Zara ke arah senjatanya,Zara langsung kaget saat tanganya menyentuh benda keras dan seperti berurat dan langsung menarik lagi tanganya.


"Kenapa,,,ini milik Abang,,kamu harus kenalan biar tau,,peganglah ,,"Rizki menarik lagi tangan Zara agar memegangnya.Zara menggeleng.


"Kenapa,,,?"


"Kok gede banget sih,,,,"


**Jangan lupa like,komen dan votenya,trimakasih...


Terimakasih kaka kaka semua yang sudah kasih saran kemarin,mungkin Aku akan buat cerita sendiri buat Zara dan Rizki ,tapi setelah selesai ML dan mengusut kasus penusukan Zara.

__ADS_1


Aku ngga akan ganti lapak,karena Aku tau semua pembaca ceritaku kebanyakan ibu ibu rumah tangga,kasian kalau harus beli koin.


Cuman Aku mau minta saran lagi ini,kisah Dinda sama Agung mau di tamatin apa lanjut nih nantinya kalau Zara sama Rizki sudah aku keluarin dari cerita ini,,tolong di komen biar Aku bisa mempertimbangkanya,,trimakasih**...


__ADS_2