
"Yah,,,lebih baik kita kerumah sakit dulu sekarang,"kata Suamiku setelah memeriksa nadiku.
"Ngapan sih Mass,,, Dinda hanya pusing kok, setelah istirahat juga sembuh, "kataku.
"Sebentar kok Dek, Mas hanya ingin memastikan sesuatu, "jawab Suamiku.
Dan Ayah langsung menuju rumah sakit tempat Suamiku bekerja. Sesampainya di rumah sakit Aku di ajak untuk ke ruangan Dokter Hani.
"Mas,, kenapa Dinda di periksa Dokter Hani, kenapa ngga Mas aja, ?"tanyaku.
"Karena Dokter Hani yang lebih paham tentang sakit kepalanya Adek, "jawab Suamiku.
Aku tidak lagi bertanya, karena Aku sudah merasakan sakit kepala di tambah dengan bau rumah sakit makin puyeng aja.
Setelah sampai ruangan Dokter Hani, Aku dan Suamiku di suruh menungu, karena kata suster Dokter Hani sedang memeriksa Ibu yang akan melahirkan.
Aku langsung menatap ke Suamiku dan Suamiku pun tersenyum, seolah tau yang ada di fikiranku.
"Ayah mau beli minuman dulu yah Ji, di luar, "Suamiku pun menjawab "Iya, "
.
.
.
Sedang Ayah berjalan dengan memainkan hp, sehingga tidak melihat ke depan. hingga terjadilah tabrakan dengan seseorang yang baru keluar dari dalam ruangan.
"Aaww,,, "Ayah langsung menarik orang yang di tabraknya, karena kalau Ayah tidak menariknya pasti orang itu sudah terbentur pintu yang sudah tertutup, sehingga posisi mereka sangat dekat, dengan Ayah yang merangkul pinggang orang yang di tabraknya.
Mereka saling pandang sampai beberapa detik hingga seorang suster mengagetkan mereka.
"Apa Dokter tidak apa apa,"
Ayah langsung melepaskan tangan yang ada di pinggang Dokter itu.
"Maaf Saya tidak sengaja, "kata Ayah.
"Iya ngga papa, Saya tadi juga salah karena berjalan tidak lihat kedepan ,"
Setelah itu Dokterpun pergi, bekitu juga dengan Ayah yang pergi untuk membeli minum.
"Lumayan tampan juga, "sambil tersenyum Dokter itu berbicara di dalam hati.
.
.
.
"Eh,, Dokter Agung,Dinda ada apa nih,, tumben, "Kata Dokter Hani sambil duduk di kursinya.
__ADS_1
"Tolong Dok priksa Istriku, sepertinya Dokter Hani yang bisa memastikanya, "kata Suamiku.
Lalu Dokter Hani menyuruhku untuk berbaring, walau Aku belum pernah hamil, tapi dari cara Dokter Hani memeriksaku, Aku sudah tau kalau ini adalah ciri ciri dari cara memeriksa orang hamil.Dan Suamiku dari tadi Aku perhatikan selalu menujukan senyuman yang selalu terpancar dari wajahnya.
"Dokter Agung,, selamat yah Istri anda sedang hamil, "kata Dokter Hani. Dan Suamiku langsung tersenyum dengan lebaranya.
"Dokter Agung bisa lihat di monitor, ini adalah bayinya masih sangat kecil,dan umurnya baru 4 minggu, "kata Dokter Hani yang sedang menjelaskan, sedang Suamiku selalu tersenyum dan juga genggaman tanganya tak pernah lepas dari tanganku.
Setelah selesai Aku di suruh bangun lalu duduk di kersi dan kita juga mendengarkan penjelasan Dokter Hani, tentang menjaga kandungan.
"Dokter Agung, kandungan Istri Anda sangat lemah,jadi saya kasih obat penguat dan juga vitamin,jangan terlalu cape juga ya Dok. Sebisa mungkin jangan terlalu banyak fikiran, "kata Dokter Hani.Dan kami berdua pun menggangguk.
"Dok,, kalau masalah berhubungan suami istri gimana,? "Aku langsung mencubit tangan Suami sambil Aku melototin mataku.
"Aww,,, napa sih Dek,,, "jawab Suamiku.
"Hahaa,,, wajar sih pertanyaan begitu,santai aja sih Din, "
"Di lihat dari kondisi Dinda,sebaiknya Dokter jangan dulu berhubungan intim, karena kandunganya sangat lemah.Sebaiknya tunggu satu bulan atau dua bulan sampai kandungan Dinda benar benar sudah setabil dan kuat, "Suamiku langsung menggaruk rambutnya yang tidak gatal.sedang Dokter Hani tersenyum melihat tingkah Suamiku.
"Iya baiklah,, trimakasih Dok .kita pamit, "sambil mengajaku bangun dari duduku, Suamiku berpamitan pada Dokter Hani.
"Ya sama sama Dok, Dinda hati hati yah, jaga kandunganya, jangan terlalu cape dan jangan banyak pikiran, "ucap Dokter Hani pada ku. Dan Aku hanya tersenyum dan bilang "Iya"
Aku ke Dokter Hani itu tidak lah benci, cuman kurang suka aja, karena setiap bicara dengan Suamiku matanya Dokter Hani itu selalu melihat dengan tatapan mendamba.
Setelah kita keluar dari ruangan Dokter Hani, Suamiku selalu tersenyum dan menggandeng tanganku.Aku bisa merasakan kalau Suamiku sangat bahagia atas kehamilanku.
"Dinda pengin pulang aja, dan pengin istirahat. Ayah Di telfon dulu Mas biar kita ketemuan di mobil, "kataku sambil berjalan menuju parkiran, sedang Suamiku langsung menelfon Ayah.
Sampai di parkiran, ternyata Ayah sudah menunggu kita, dan kita langsung masuk ke dalam mobil.
Lalu Ayah menyodorkan sebotol air mineral, Aku yang memang haus langsung meminumnya.
"Dinda sakit apa sih Ji, sampae kamu Dokter aja masih nyuruh Dokter lain yang memeriksanya,?"tanya Ayah.
"Dinda ngga sakit Yah, cuman sedang Hamil jadi sering merasa pusing dan lemas, "jawab Suamiku.
"Apa Hamill,,,, serius. hahaaa jadi Aku mau jadi kakek dong Ji, "sambil menyetir Ayah sambil tertawa karena merasa senang atas kehamilanku.
"Iya dong,,, "
"Hebat bener sih kamu Ji, bikin Anaku cepat tekdung, "sambil masih tertawa Ayah dan suamiku mengobrol. Sedang Aku hanya jadi pendengar sambil memejamkan mataku,karena kepalaku masih merasa pusing.
"Jelasss, hebat dong.Tua begini benihku bibit unggul jadi cepat ada hasil, "apaan sih Suamiku malah di samain dengan tanaman lagi.
Sesampainya di rumah Aku langsung di gendong suamiku untuk masuk ke rumah, karena melihatku yang lemas Suamiku tidak membolehkan Aku berjalan.
Setelah Aku masuk kamar, Aku langsung di tidurkan di kasur, Suamiku membantuku untuk mengganti baju dan mengelap wajahku dengan handuk basah.
"Adek minum obat dulu,baru tidur, "kata Suamiku sambil menyodorkan 2Biji obat. Dan Aku langsung meminum nya, setelah itu Aku langsung tidur.
__ADS_1
.
.
.
Di Ruang Tv
"Ji,, tadi saat Aku dan Dinda sedang memilih baju, tiba tiba ada 2 perempuan yang mendekati kita, dan mereka berdua menghina Dinda sambil menyebutnya ayam kampus yang suka menggaet om om, kamu harus bertindak tegas kalau sampai di biarkan takutnya mengganggu pikiran Dinda dan membuatnya setres, "Kata Ayah saat Suamiku keluar dari kamar dan memanggilnya untuk mendekat.
"Brengsek nih Yah, sedang ada yang cari masalah rupanya.Besok Aku akan datang ke kampus Dinda untuk mencari benyebar fitnah itu, dan memberinya pelajaran, "jawab Suamiku.
"Kandungan Dinda sangat lemah Yah, dan Dinda ngga boleh banyak fikiran dan cape. Secepatnya Aku akan bereskan masalah ini, takutnya membuat Dinda makin tertekan, "kata Suamiku lagi sambil duduk di sofa.
"Apa perlu Aku ikut, Siapa tau Aku bisa membantu,? "
"Ngga usah Yah, Ayah di rumah aja dan tolong jagain Dinda,biar Aku yang bereskan .Aku akan secepat mungkin akan membereskanya, agar Dinda nanti masuk kuliah sudah tidak lagi ada isu gila itu, "jawab Suamiku dan Ayah hanya menganggukan kepala.
"Yah,, Aku mau istirahat dulu, besok kita ngobrol lagi, "kata Suamiku.
"Iya,, istirahat sanah. Aku juga mau telfon Farida ingin memberi taunya kalau kita akan jadi kakek dan nenek, "sambil tersenyum Ayah bicara.
Setelah suamimu masuk kamar, Ayah langsung menelfon Ibu.
📲....
"Hallo Yah,,, "
"Hallo Bu, Ayah ada kabar gembira buat kita, "
"Apa tuh Yah,, "
"Kita akan jadi kakek dan nenek Bu, "
".........."
"Hallo Bu,,, apa Ibu dengar,,, "
"Iii,, ya Yah, Ibu dengar kok,,, wah sukur deh Yah kalau Dinda sudah hamil, "cairan bening pun keluar membasahi pipi(selamat Mas ahirnya apa yang kamu harapkan dapat terwujud, semoga kamu selalu bahagia bersama anaku,)dalam hati Farida.
"Iya Bu,, tapi kandungan Dinda sangat lemah Bu, jadi Dinda harus banyak istirahat dan ngga boleh cape, "
"Oh,, gitu. Besok Ibu ke situ deh mau jengukin Dinda sama lihat rumah barunya mereka, "
"Iya Bu, Ya udah ini sudah malam Ibu istirahat dan sampai jumpa besok, muahhh, "
"Iya,, sampai jumpa besuk, "
**Kira kira kalau nanti Ayah sama Ibu Dinda sudah rujuk,dan ada godaan orang ketiga gimana, kaka kaka setuju ngga nih..
Jangan lupa like,komen serta votenya ya kak, kalau mau kasih hadiah juga boleh hehee..
__ADS_1
trimakasih 😘😘😘🙏🙏🙏**