
Pagi ini Aku bangun dengan perasaan antara bahagia juga deg degan, karena hari ini tepatnya jam 10 pagi nanti,Aku akan melaksanakan pernikahanku dengan Dian.
Aku pun masuk kamar mandi untuk mandi, dan akan bersiap berangkat ke rumah Dian, karena acara akad nikahnya nanti akan diadakan di rumah Dian, sedang pestanya dilanjut malamnya di sebuah hotel ternama di kotaku.
"Ayah,,, sudah siap belum,,ayo cepat udah siang ini,, Ayah juga belum sarapan loh,,, "? "ketukan pintu dan suara Anaku pun terdengar dari luar kamar.
"Iya,, Ayah sudah siap, tunggu sebentar,, "jawabku, sambil menyisir rambutku.
Setelah rapi semuanya, dan melihat di pantulan kaca Aku sudah sangat gagah, Aku pun keluar. (memuji diri sendiri tuh si Doni)
"Wah,, Ayah kelihat ganteng dan muda nih,, ya walaupun usianya sudah tua tapi soal badan dan juga wajah masih kelihatan 30 tahun loh,, hahaa,, "Rupanya anaku sedang meledeku ini, Aku hanya tersenyum saja.
"Din,, jangan di ledekin terus Ayahnya, nanti tambah grogi loh,, ayo kita saraan dulu aja,, "kata adeku, kita pun sarapan bersama.
"Yah,, makan yang banyak, agar nanti pas ijab ngga lemas ,, "kata menantuku sambil tersenyum meledek, Aku langsung melemparnya dengan buah juruk yang ada di depanku. yang lainya malah tertawa melihatnya.
Setelah selesai sarapan, Amuji juga Dea memasukan barang bawaan seserahan ke dalam mobil, setelah selesai kita pun berangkat menuju rumah Dian, karena sekarang sudah jam sembilan, rasanya Aku semakin deg degan saja karena sudah semakin dekat dengan rumah Dian juga.
Di depan rumah Dian sudah sangat ramai, karena banyak tetangga yang hadir untuk menghadiri dan melihat pernikahan Dian.
Kita semua keluar dari mobil dan di depan rumah Dian sudah ada kakek dan Papah Zara yang menyambut kedatanganku, dan ada juga para tetangga yang ikut menyambut . setelah kita Duduk tak begitu lama rombongan penghulu pun datang.
Lalu Aku di suruh untuk duduk di depan pak penghulu, sedang Dinda, Dea dan Akbar duduk di belakangku. sedang Pamuji sebagai saksi dariku duduk di sebelahku. dan di depanku adak pak penghulu dan juga Kakek.
"Apa sudah siap Anda sodara Doni,,? "tanya pak penghulu padaku dengan tegas.
"Siap Pak,, "jawabku sedikit grogi, dan Pamuji dengan isengnya menyenggol tanganku.
__ADS_1
"Jangan grogi gitu dong, orang ini yang ke tiga kok masa grogi, kaya baru aja,, "kata Pamuji berbisik di telingaku .
Aku pun menarik nafasku dan membuatku sedikit lebih baik.
Lantunan doa pun di mulai terlebih dahulu, setelah itu pak penghulu memberiku arahan, serelah Aku mengerti ijab pun di mulai, dengan menjabat tangan Kakek Aku mengucapkan ijab dengan satu kali tarikan nafas, terucap dengan lancar, Aku sudah berlatih dan juga tidak ingin di ledek oleh menantuku yang suka iseng. Ahirnya kata SAH pun terdengar dengan jelas olehku, Aku langsung mengucap sukur .
Setelah selesai Dian pun di panggil untuk keluar,Aku sudah bernafas lega dan sekarang tinggal menunggu istriku datang, Aku sudah sangat merindukanya karena sudah 6 hari tak bertemu.
"Silakan pengantin perempuanya untuk duduk di sebelah pengantin laki laki,, "kata bapak penghulunya.
Aku menatap Dian tanpa berkedip, melihat betapa cantikanya dia.
"Jangan di lihatin terus Yah,, itu pak penghulu sudah menyuruh untuk tanda tangan buku nikah,, "Aku yang kaget langsung menengok ke arah pak penghulu, ternyata Pamuji membohongiku.
Aku pun di tertawakan oleh banyak orang, karena Aku yang kaget. Aku pun tersenyum malu. Lagi lagi menatuku mengerjaiku,awas aja nanti akan Aku balas.
"Yah,,, Dinda sama Mas Agung pulang dulu yah,, Dinda sudah pengin istirahat nih,, "Anaku mendekat padaku. sedang Pamuji di belakangnya sambil menggendong Akbar.
"Ya udah Dinda pulang aja, tapi nanti malam jangan terlambat ya Sayang,, "kataku.
"Iya,, Ka...eh salah, Bun Dinda pulang dulu yah,, "sambil mencium pipi Dian.
"Iya,, Dinda hati hati yah,, "kata Dinda, Dinda dan Pamuji pun pergi.
Dari jauh Aku melihat adeku sedang mengobrol bersama Zara dan Papahnya.Dea memang sengaja Aku suruh tetap di rumah Dian.karena kalau di rumah,adiku selalu di dalam rumahnya terus, Aku takut dia memikirkan tentang mantan suaminya lagi, dan kalau di sini banyak orang jadi sedikit terhibur.
Tamu dan para tetangga pun sudah pada pulang, sekarang rumah Dian pun sudah sepi.
__ADS_1
"Di,, ajak sumimu istirahat, sanah ke kekamar dan tidur, jangan macam macam dulu karena nanti malam akan lebih cape lagi dari pada ini,,, "kata Kakek membuatku tersenyum malu.
"Iya Pah,, Dian istirahat dulu yah,, "Dian pun mengajaku untuk masuk ke kamarnya.
"Mas,,Dian mau ganti baju dulu yah, "sambil mengambil baju di lemari.Aku pun mengangguk. saat ini kita sudah ada di dalam kamar.
"Yang,,kamu Mau ganti baju dimana,,?"karena Aku melihat Dian akan masuk kamar mandi.
"Di kamar mandi,, "jawabnya .
"Kenapa ngga di sini aja,, "sambil Aku berjalan mendekatinya. lalu memeluknya dari belakang.
"Dian malu,, "lalu Aku membalik badanya, dan kita jadi saling hadap.
"Malu kenapa hemm,, kita kan sudah sah menjadi suami istri,, "sambil ku cium keningnya. lalu Aku tempelkan keningku dengan kening Dian.
"Dian belum terbiasa,, "
"Sekarang harus di biasakan,, "sambil tanganku membuka kancing baju Dian, mulai dari yang atas lalu turun ke bawah, karena model baju kebaya Dian kancingnya ada di depan. Dian sudah kelihatan tegang karena terlihat dari badanya yang kaku.
Saat kancing baju ketiga sudah ku lepas, gundukan daging pun sudah terlihat menyumbal, putih dan mulus itulah yang Aku lihat.
**Besok lagi yah,,
Maaf kak aku mau tanya,bagi yang tau tolong bantu, kalau Aku mau ada yang di pertanyakan ke pada pihak NT itu lewat apa yah kak,, trimakasih...
jangan lupa untuk like komen dan votenya**,,
__ADS_1