MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Cengkraman Roy


__ADS_3

"Mas tuh kalau pergi bilang bilang kek, Dinda jadi ngga nyariin, "kataku langsung bicara, saat Suamiku baru masuk kamar.


"Maaf ya Dek,, tadi Adek soalnya tidurnya sangat nyenyak jadi Mas ngga tega banguninya, "sambil mendekatiku yang sedang duduk di sofa dalam kamar.


"Tau ah,, Dinda rasanya kesal banget sama Mas, "kataku sambil menggeser duduku untuk menjauh dari Suamiku.


"Udah dong jangan marah,, kan Mas udah minta maaf,, "sambil mengusap rambutku.


"Mas tuh jahat tau ngga sih, gara gara Mas pergi,tadi Roy berkata yang ngga sopan tau ngga sama Dinda, "kataku sambil melepaskan tangan Suamiku dari rabutku.


"Adekk,, kalau Adek marah sama Mas ya marah aja, tapi jangan bawa bawa Roy lah, "Sambil berdiri.


"Dinda ngga bohong Mas,, tedi Roy berkata tidak sopan pada Dinda, dan tatapan mata Roy kalau sedang lihat Dinda itu seperti ingin menelajangi Dinda, "kataku yang juga ikut berdiri.


"Adek! jaga ucapan Adek,, Roy itu adik Mas,jangan ngomong sembarangan begitu, "sambil menaikan suaranya Suamiku berkata. padahal selama menikah Suamiku tak pernah sama sekali berkata keras atau pun marah.


"Terserah,, kalau Mas ngga percaya sama Dinda, tapi Dinda hanya ingin memberitaukan saja tentang kelakuan Roy pada Dinda, "kataku sambil ikut bersuara keras.Aku langsung masuk kamar mandi dan Air mataku pun mengalir dengan sendirinya.


Aku tidak tau kenapa Aku sekarang jadi lebih cengeng dan perasa.Lalu di dalam kamar mandi Aku berendam air hangat, agar fikiranku merasa lebih tenang.Sebenarnya Aku juga tidak ingin mengadu domba antara Suamiku dan Roy, Aku hanya ingin memberi taukan pada Suamiku kalau Roy itu ngga sopan padaku. Apa mungkin cara bicaraku yang salah yah?


Tak terasa Aku berendam cukup lama, sampai Suamiku. mengetuk pintu dan memanggilku.


"Adekkkk,,,, jangan lama lama Sayang di kamar mandinya, nanti takut masuk angin,, "


"Adek,,, Mas minta maaf kalau tadi Mas bicara aga keras, Adek jangan marah lagi yah,, udah ayo keluar, Ibu dan Akbar sudah menunggu kita untuk sarapan,,, "Kata Suamiku lagi.


Lalu Aku pun membilas badanku, dan setelah itu langsung memakai handuk. Aku juga ngga enak pada Ibu kalau menungguku untuk sarapan.


Saat Aku membuka pintu kamar mandi , Suamiku rupanya masih berdiri di depan pintu. Aku langsung melewatinya dan menuju lemari untuk mengambil bajuku.


"Dek,,, Mas minta maaf tadi bicara sedikit keras,, "Aku masih tetap diam dan sambil memakai bajuku.

__ADS_1


"Dek,, Mas ngga mau Adek diemin kaya gini. Dek,, "sambil memeluku dari belakang.


"Udah lah Mas, ngga usah di bahas lagi,mending sekarang kita sarapan saja, kasihan Ibu dan Akbar kan katanya nunggu lama,, "sambil melepas pelukan Suamiku Aku langsung berjalan ke arah pintu untuk keluar dari kamar.


"Ahirnya Nyonya muda datang juga, ngga mikirin orang lain yang sudah pada lapar apa,"kata Roy dengan perkataanya yang menyindirku saat Aku tiba di meja makan.


"Maaf ya Bu ,Dinda telat datangnya,, "kataku sambil duduk. dan Suamiku belum datang masih di kamar ,rupanya tadi tak mengikutiku di belakang.


"Roy,, bicara apa sih kamu tuh,,, "kata Ibu.


"Iya ngga papa,Ayo makan, "kata Ibu lagi dan Aku pun mengangguk.


"Mah,, Papah mana,,? "tanya anaku padaku.


"Papah masih di kamar, mungkin bentar lagi keluar, "sambil Aku mengambil nasi ke piring anaku.


Saat Aku sedang mengambil nasi untuku,Suamiku pun datang, Lalu Aku juga menyiapkan nasi seta lauk ke piring untuk Suamiku juga.


"Iya,, "jawabku. sedikit jutek.


Kita pun makan bersama dengan tenang. Selesai sarapan Ibu mengajaku untuk ke taman belakang untuk menikmati udara pagi sambil melihat tanaman buah serta sayur yang Ibu tanem juga rawat.


"Wah,, Bu enak banget tempatnya, Ademmm... "kataku saat duduk di bangku. Anaku duduk di sebelahku.


"Iya,, makanya Ibu kalau duduk di sini sangat betah,, "Aku hanya menganggukan kepalaku.


"Bu,, Itu mangga kan,? "tanyaku sambil menujuk pohon mangga yang cukup tinggi.


"Iya,,, Dinda mau,,? "


"Mau dong Bu,, Dinda panggil Mas Agung dulu yah Bu, biar Mas Agung yang petik, "kataku sambil bangun dari kursi.dan Ibu mengangguk.

__ADS_1


Saat Aku masuk ke dalam rumah Aku berpapasan dengan Roy, Aku langsung berjalan melewatinya sambil membuang mukaku.


Saat Aku sudah melewatinya, tiba tiba Roy menarik tanganku dengan kuat, sehingga Aku tertarik ke arahnya, karena posisiku yang


belum siap ahirnya badanku pun menabrak badanya Roy.


"Aww,, apaan sih,,, "kataku sambil berusaha melepaskan pegangan tangan Roy di tanganku.


"Jadi perempuan jangan sok jual mahal, dasar murahan aja sok,, "Aku rasanya ingin teriak memanggil Suamiku ,tapi Suamiku pasti tidak akan mendengar karena sedang di kamar dan kamarnya jauh dari tempatku berdiri.


"Masa bodo dengan pemikiran anda, Saya tidak merugikan anda kan,,, lepass,,, "sambil Aku menarik tanganku.


"Mamah,,, Papah mana kok lama, "Aku bersukur Anaku datang dan Roy pun melepaskan cengkraman tanganya di tanganku.


"Om sedang apa,,, kok pegang tangan Mamah,, "tanya Anaku karena melihat tanganku yang di pegang Roy.


"Oh ini,, tadi Mamah Akbar mau jatuh karena jalanya ngga hati hati, untung ada om jadi om tarik tanganya biar ngga jatuh, "kata Roy dan Aku yang mendengarnya rasa pengin nabok tuh mulutnya.


Aku langsung pergi dari sana sambil menarik tangan anaku untuk menemui Suamiku. Sampai di kamar Aku melihat Suamiku yang sedang duduk dengan memegang hpnya.


"Papahhh,,, di panggil Nenek suruh ke taman belakang, "kata Akbar saat kita masuk ke kamar dan berlari mendekat ke Papahnya. Lalu Aku menyembunyikan tanganku ke belakang, karena tangan yang tadi di cengkram oleh Roy menimbulkan warna merah di pergelangan tanganku.


"Ya udah yuk kita ke Nenek,, Ayo Dek,, "kata Suamiku yang sudah menggendong Akbar di punggungnya.


"Mas kesana aja dulu, nanti Dinda nyusul, Dinda mau ke kamar mandi, "kataku memberi alasan.


Suamiku pun percaya dan keluar dari kamar bersama Akbar, sedang Aku langsung membuka tas kecil yang isinya obat obatan serta salep. Memang tas kecil ini suka Aku bawa kalau bepergian.


Aku mengambil salep dan mengolesakanya ke pergelangan tanganku yang merah. semoga nanti cepat hilang.


**Besok lagi ya kak, sekarang segini dulu, semoga terhibur...

__ADS_1


Jangan lupa untuk like, komen dan votenya yah,, makasih**...


__ADS_2