MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Kram Di Perut


__ADS_3

Agung Pamuji


Aku menggendong Istriku masuk rumah sakit sambil berteriak memanggil suster untuk memanggilkan Dokter.


"Sus,, tolong istri Saya, dan tolong panggilkan Dokter Ani,, "teriaku.


Lalu salah satu suster berlari untuk memanggil Dokter dan suster satunya bersama ku mendorong ranjang pasien menuju UGD.


Istriku menggenggam tanganku dengan kencangnya sambil meringis kesakitan.


"Sabar ya Dek,, Adek harus kuat,, "


"Sakit Mass,,, "Aku pun mengangguk sambil mengusap keringat di keningnya, wajah Istriku sudah sangat pucat.


Lalu Dokter Ani pun datang dan langsung melakukan pemeriksaan, Aku tetap menunggu Istriku saat di periksa oleh Dokter Ani.


"Gimana Dok,, keadaan istri Saya,,, "tanyaku yang masih sangat cemas.


"Tenang Dok,kita bicara di ruangan Saya aja yah,, biarkan Dokter Dinda istirahat "Aku pun mengangguk, dan Istriku sekarang karena pengaruh obat pun tertidur.


Sekarang Aku sedang di dalam ruangan Dokter Ani dan kita pun duduk.


"Jadi gini Dokter Agung,, Dokter Dinda hanya mengalami kram di perutnya.dan apa saya boleh bertanya sedikit pribadi,,? "


"Ya silakan,,, "jawabku.


"Apa sebelum kejadian kram di perut Dokter Dinda, Kalian habis berhubungan badan, ?"rasanya Aku sangat malu, saat Dokter Ani bertanya seperti itu.


"Hemmmm,,, iya Dok, tadi kita habis berhubungan badan, apa karena itu Istri Saya mengalami kram,,?"


"Sepertinya iya Dok, kemungkinan karena Dokter Agung terlalu tidak hati hati dan tidak pelan mengakibatkan kram di perut Dokter Dinda, "

__ADS_1


"Di umur Kehamilan Dokter Dinda sekarang ini memang masih sangat rentan untuk berhubungan badan, apa lagi Dokter Dinda sedang hamil anak kembar, jadi harus lebih hati hati,, "


"Apa hamil muda seperti Istri saya ngga boleh berhubungan badan dulu Dok,,? "tanyaku.


"Boleh kok Dok, Asal harus hati hati dan jangan terlalu sering, seperti seminggu sekali atau kalau Dokter Dinda merasa lelah dan cape itu di usahakan jangan, terkecuali Dokter Dinda itu sehat dan tidak ada keluhan itu bisa minimal seminggu sekali, "Aku pun mengangguk.


"Trus Istri Saya apa boleh pulang atau harus dibrawat,? "


"Kalau soal itu kita lihat nanti saat Dokter Dinda sadar saja ya Dok, biar kita tau apa masih merasakan sakit atau sudah membaik,, "Aku pun menjawab Iya.


"Kalau besok terjadi kram seperti ini sebaiknya Dokter Agung ngga usah terlalu panik, Dokter bisa membantu Dokter Dinda dengan mengusap perutnya atau di kompres dengan air hangat, tapi kalau masih tetap sakit segera bawa ke rumah sakit saja, "kata Dokter Ani lagi menjelaskan.


Setelah itu Aku pun keluar dari ruangan Dokter Ani, setelah sebelumnya berpamitan dulu. Sampai di ruangan tempat Istriku di rawat Aku masuk dan duduk di sebelahnya, Aku usap perut Istriku yang sudah kelihatan besar."Maafkan Papah ya sayang,, Papah membuat Mamah sakit, dede kembar yang sehat dan kuat ya di dalam, Papah sayang kalian,, "kataku sambil ku cium perut Istriku.


Aku menunggu sekitar setengah jam ahirnya Istriku pun tersadar.


"Mass,,, Dinda haus, "Aku langsung bangun mengambil gelas yang ada di atas meja.


"Mas panggil Dokter dulu yah, biar Adek di periksa,, "Istriku pun mengangguk.


Setelah Istriku di priksa dan tidak ada keluhan yang serius, kitapun pulang ke rumah,dan nanti kalau di rumah Aku bisa merawatnya.


.


.


.


Ayah Doni


Aku menggandeng Dian sampai di parkiran mobil, dan sampai Di mobil Aku juga membukakan pintunya, setelah Dian masuk Aku pun masuk ke pintu pengemudi.

__ADS_1


"Mas masih marah,,? "tanya Dian padaku saat mobil sudah berjalan.


"Ngga marah cuman kesal aja,, "jawabku tanpa melihat ke Dian.


"Kalau ngga marah, kenapa nada suaranya kaya masih marah gitu,, ?"


"Ngga Di,,, Saya ngga marah, marah sama kesal tuh beda yah,, "jawabku.


"Oh gitu yah,, ya udah deh Mas ngga marah cuma kesel, Dian percaya,,, "sambil tersenyum meledek.


"Dah berani ngeledek yah sekarang,, hemmm,, "sambil ku menatapnya. Dia hanya menggeleng sambil tersenyum,membuatku makin suka apa lagi melihat senyumnya itu.


"Di,,, Saya boleh tanya ngga,?"Dian pun mengangguk dan jawab"Mau tanya apa,,? "


"Sepertinya Yuda suka sama kamu, apa kalian dulu pernah pacaran,, "Dian sambil menunduk hanya diam tanpa menjawab, mungkin dugaanku benar.


"Kenapa ngga jawab, apa yang Saya katakan itu benar,,,? "


"Iya,,, dulu kita adalah sepasang kekasih dan kita juga sudah merencanakan untuk menikah, tapi,,,, orang tua Yuda tidak setuju karena Dian mempunyai anak tanpa pernah menikah,dan orang tua Yuda menginginkan wanita yang masih bersetatus jelas, jadi kita pun berahir,,"sambil mengusap air matanya yang jatuh di pipinya.


"Maaf kalau pertanyaan Saya membuat Dian jadi mengingat saat saat yang sulit,, "Dian menggelengkan kepalanya.


Karena kita sambil mengobrol, sampai rumah jadi serasa cepat. Aku memasukan mobil dalam garasi, saat Aku akan turun dari mobil ,ternyata di belakangku mobil Agung baru masuk.


"Dian kenapa Ji, kok di papah,,, ?"tanyaku pada menantuku saat Aku melihat anaku berjalan sambil di papah.


"Perut Dinda tadi kram Yah, jadi Aku bawa ke rumah sakit,, "jawabnya.


"Sayang,,, apa sudah baik baik saja, apa masih ada yang sakit,? "tanyaku.Anaku pun menggeleng sambil menjawab"Udah ngga sakit lagi kok pah,, "Aku pun mengangguk, lalu kita berempat masuk ke dalam, Dian membantu memegang tangan Dinda.


Jangan lupa like, komen dan votenya ya kak, trimakasih..

__ADS_1


__ADS_2