MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Tanda Tanda Hamil


__ADS_3

DONI


Sudah seminggu ini Dian sangat aneh, kalau malam saat kita mau tidur selalu memunggungiku, dan tidak mau Aku peluk.lebih apesnya olahraga malamku pun sudah dua minggu ini tidak dapat jatah, kepalaku rasanya mau pecah karena menahan has*t yang tak tersalurkan.


Pernah sekali Aku ingin olahraga malam denganya, saat Aku mengajaknya Dian justru menutup hidungnya dan mengatakai Aku bau, padahal Aku sudah mandi, alhasil jadi gagal. dan yang ke dua saat Aku mintanya olahraga malam di lain harinya Dian justru menangis dan menangisnya itu sangat kencang, sampai papah mertuaku mengetuk pintu menanyakan ada apa.Rasanya malu sekali.


Dan dari situ Aku ngga pernah minta lagi karena takut Dian nangis lagi dan Aku jadi malu ketahuan Papah mertuaku kalau Aku lagi minta jatah malam.


"Kamu ngga berangkat untuk ngajar Nak,, ?"tanya Papah saat ikut duduk di teras. Saat ini Aku sedang duduk di teras rumah sambil menikmati kopi.


"Hari ini Saya izin ngga ngajar Pah,, badan rasanya lagi ngga fit,, "sambil sedikit tersenyum.


"Oh,, Dian kemana,, kok tumben belum siap siap ke toko,, ?"


"Katanya mau siangan aja berangkatnya Pah, Dian juga katanya ngga enak badan, katanya rasanya ngantuk aja,, "


"Kalian lagi kenapa,, apa ada masalah sama Dian, "Aku menggelengkan kepalaku.


"Kita baik baik saja kok Pah,, cuman Dian makin aneh,, kalau malam Dian selalu menjauh ngga mau di deketin, "sambil Aku tersenyum malu dan menggaruk rambutku yang tidak gatal.


"Sejak kapan Dian aneh kaya gitu,, apa sudah lama,,? "


"Hemmm sudah dua mingguan sih Pah,, "kataku sangat malu.


"Apa Dian sedang hamil,,? "Aku yang takut salah dengar pun bertanya lagi.


"Papah bilang apa,, Dian hamil,, "kataku, dan Papah pun menganggukan kepalanya.


"Soalnya dulu Mamah Dian juga gitu saat hamil Dian, Papah ngga boleh peluk dan ngga boleh deket deket, katanya Papah tuh bau, padahal Papah sudah mandi.Karena Papah merasa aneh lalu Papah cerita deh ke orang tua dan mereka bilang suruh di periksakan ke dokter, dan saat Papah bawa Mamah ke dokter, dokter mengatakan kalau Mamah sedang hamil,,"Aku pun langsung berfikir kapan terahir Dian datang bulan.


Aku pun mengingat Dian sudah lama ngga datang bulan, karena setiap datang bulan pasti Dian selalu mengeluh sakit di bagian pinggangnya dan selalu memintaku untuk di usap usapnya.


"Apa mungkin Dian juga hamil ya Pah,,? "


"Lebih baik di priksakan saja,biar tau kenapa Dian menjadi aneh gitu,, "Aku langsung pamit pada Papah untuk ke kamar menemui Dian.


"Sayang,,, udah siang nih, jadi ke toko ngga,,? "kataku saat masuk ke kamar dan Aku melihat Dian yang masih tidur.


"Malas Mas,,, emang jam berapa sekarang,,? "


"Udah jam 11,"sambil Aku duduk di sebelahnya Dian yang sedang tiduran, saat Aku baru duduk Dian langsung memiringkan badanya jadi membelakangiku.


"Mas,,, jangan deket deket ah,, Mas bau tau,, "Aku hanya bisa mengelus dada untuk sabar.


"Di,, kita periksa ke Dokter yuk,, sepertinya kamu lagi ngga sehat deh,, "kataku dengan pelan berkatanya.

__ADS_1


"Apa sih Mas,, orang Dian sehat kok,, ngapain periksa ke Dokter sih,, "jawabnya dan nada suaranya sangat jutek.


"Kalau sehat kenapa penginya dari kemaren tiduran aja, dan katanya badanya lemas,, "


"Dian aja ngga tau Mas,, udah ah Dian pengin tidur, sanah Mas pergi, Mas tuh bau,, "


"Kayanya kata Papah benar deh kamu tuh lagi hamil,, karena sifat kamu tuh berubah,,jadi aneh,, "kataku sambil bangun dari duduku di kasur.


"Apa Mas hamil,, Dian hamil,, kok bisa,, "Dian langsung bangun dan duduk di kasur.


"Ya bisa lah,, orang kita sering olahraga malam kok,, ya hasilnya hamil,, "Dian seperti sedang berfikir.


"Apa iya ya Mas,, soalnya Dian sudah telat datang bulan dua minggu,, "Aku pun tersenyum dan mendekat padanya.


"Makanya kita ke dokter yuk, biar kita tau hasilnya,, soalnya makin ke sini kamu tuh aneh Yang,,, "Dian pun mengangguk.


"Iya Dian juga merasakan perubahanya, jadi sebal kalau dekat Mas dan Mas itu selalu bau"


"Ya udah kita periksa sekarang aja gimana, mumpung Mas sedang ngga ngajar,, "


"Ya udah ayok,, tapi Dian mandi dulu ya Mas,, "


"Iya,, Mas juga mau ganti baju,, "


Dian pun masuk kamar mandi, dan Aku mengganti bajuku. setelah Aku dan Dian sudah rapi kita berdua keluar kamar untuk pamitan pada Papah. Dian mengetuk pintu kamar Papah, sedang Aku keluar dulu untuk manasin mobil.


"Kalian mau ke toko atau mau ke Dokter,,? "


"Kok Papah tau Dian mau ke Dokter,,? "


"Tadi suamimu bilang kalau kamu lagi sakit, jadi Papah fikir kalian mau ke dokter,, "


"Iya Pah Dian lagi ngga enak badan, sekarang Dian mau ke dokter dulu setelah itu Dian mau langsung ke toko,, "Dian dan Papahnya jalan ke luar dan setelah itu Dian mencium tangan Papahnya.


"Pah,, Saya pergi dulu"kataku,


"Iya hati hati di jalan ,, "


Lalu kita pun pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan Dian.


"Mas,, harusnya kita tespek aja dulu di rumah, biar kita tau hasilnya , kalau kita sekarang ke Dokter dan Dian di perksa ngga lagi hamil nanti Mas kecewa lagi,, "kata Dian,dan Dian di dalam mobil pun menggunakan masker penutup hidung, katanya Aku masih bau, padahal sudah ganti baju dan pakai minyak wangi. Aku hanya bisa bersabarrr...


"Mas ngga akan kecewa, karena apapun hasilnya nanti Mas akan terima, kalau Sayang hamil Mas bersukur, kalau belum hamil berarti nanti Mas harus sering olahraga malam,, "sambil Aku tersenyum.


"Itu sih maunya Mas,,, "sambil memanyunkan bibirnya.

__ADS_1


Ahirnya kita sampai di rumah sakit, dan Aku langsung menuju ke dokter kandungan, karena Aku ingin langsung tau Dian hamil apa ngga nya, karena Aku sudah sangat pusing dengan kelakuan Dian yang aneh.


Setelah mendaftar Aku dan Dian menunggu di panggil,dan sekitar 30 menit lamanya baru Dian panggil.


Saat Di depan Dokter, Aku menjelaskan segala ke anehan Dian dan juga Dian yang sudah telat datang bulan selama 2 minggu, lalu Dokter pun melakukan tes urin dan setelah itu baru di USG.


Hasilnya sungguh melegakan, ternyata Dian benar hamil dan baru 6 minggu.aku pun tersenyum dengan rasa senang .Aku tak henti hentinya mengucap sukur.


Sekarang kita sudah ada di dalam mobil dan Aku membawa Dian ke rumahku.


"Kita mau ke mana Mas,, ini bukan jalan ke toko,, ?"tanya Dian.


"Kita mau ke rumah Mas,, "jawabku.


"Mau ngapain,, kan kita baru dua hari yang lalu nengokin rumah Mas,, "Aku ngga menjawab hanya tersenyum saja. Dan Dian pun tidak menanyakan lagi.


Sampai rumahku, Aku langsung menggendong Dian dan membawanya masuk ke kamar, Dian yang kaget pun berteriak.


"Mas mau minta jatah, sudah 2 minggu lebih Mas ngga di kasih jatah olahraga malam,, "sambil ku letakan Dian di atas kasur dengan pelan.


"Mas,,, Dian sedang hamil loh, tadi kata Dokter Dian di larang sering sering berhubungan, karena masih rentan keguguran,, "


"Kan Mas ngga sering,, ini sudah lama Mas ngga minta jatah,, "tanganku sudah melepas satu persatu baju Dian, rasanya Aku sudah tidak sabar lagi.


Aku langsung menyambar dua daging kenyal milik Dian, Aku ngga berani mencium bibirnya, takutnya Dian malah mencium bau badanku dan jatahku jadi gagal.


"Masss,,, pelan sakittt,, "kata Dian saat Aku menyedot dengan rakusnya daging kenyalnya.


Aku pun berpindah pada bakpau Dian, dan langsung bibirku bermain di sana. Dian sambil menjambak rambutku sambil sesekali terdengar desa*anya.


"Mass,,, aahhh,,, aahhh,,, "Lahar yang nikmat pun keluar dari dalam bakpau Dian, Aku langsung menjilatinya sampai bersih, rasanya sangat gurih..


Setelah itu Aku posisikan miliku, dengan pelan pelan miliku pun masuk ke dalam, rasanya,,, sungguh nikmat.


"Mass,, pelan pelan aja yah,, "


"Iya sayang,, "sambil ku cium keningnya.


Lalu Aku pun menggerakan pinggulku, rasanya sungguh nikmat dan hangat, uuuhhhh,,aaahhhh,,mulutku selalu mengeluarkan kata kata kenikmatan.


Aku hanya bertahan sekitar 10 menit dan Dian sepertinya sudah kelelahan, Aku pun dengan semangat 45 untuk cepat menyelesaikanya.


Aaaahhhhhh,, sayanggg Masss keluarr, teriakan kenikmatan pun keluar dengan kencangnya.


"Terimakasih Sayang, I LOVE YOU, "

__ADS_1


Jangan lupa untuk like, komen dan votenya, trimakasih..


__ADS_2