
Pulang dari acara makan siang Rizki selalu murung, dan tidak kosentrasi untuk bekerja, sampai ahirnya waktu pulang kerja.
Rizki dan Hendra pulang bersama, mereka berdua berpisah di parkiran.
Hendra sampai di rumah langsung masuk ke dalam, Dea sudah menunggunya di depan pintu.
"Anak anak di mana Yang,, ?"tanya Hendra setelah mencium kening istrinya.
"Lagi main di kamar Kakanya, Kakanya beliin mainan soalnya, jadi mereka langsung mainin, "
"Oh gitu, kita lihat yuk,, "Dea mengangguk, lalu Hendra sambil merangkul pundak Dea, mereka menuju kamar Zara.
"Sore sayangnya Papah,, wah lagi mainan apa tuh,, "
"Pa, pah, Pa,pah,,"kedua anak kembar laki laki itu langsung berlari ke arah Hendra dan meminta gendong dua duanya.
"Iya iya,, Papah gendong, sinih uuhh beratnya,, jagoan papah dah pada berat yah,, "
"Papah ngga berat gendong dua duanya gitu, "?"tanya Zara.
"Itu udah biasa, tiap hari selalu begitu kalau lihat papahnya, kalau ngga di gendong dua duanya suka iri yang satunya,, "Dea yang menjawab.
"Ya udah yuk kita keluar, main di luar aja yang tempatnya luas,, Kaka bawain mainan adek yah, "Hendra berkata sambil keluar dari kamar.
"Iya,, Pah,, "
Zara lalu mengambil mainan adek adeknya dan di bawa keruang keluarga.
"Zara mau ke rumah mamah Dian maunya kapan,?"tanya Hendra saat Zara sudah datang.
"Zara sih penginya besok, biar bisa lama di sana Pah,, "
"Besok yah,,, kalau di antar Rizki ngga papa kan sayang, nanti yang jemput baru Papah sama Bunda, dan adek juga ikut, kita nanti sekalian mau nengokin rumah Bunda yang lama,, "
"Ya ngga papa sih, Zara terserah Papah aja, "
"Ya udah kalau gitu nanti Papah telfon Rizki buat nganterin kamu besok,, "
"Iya Pah,, "
"Bun,, Mas mau mandi dulu yah, dah gerah nih, "
"Iya,, "tapi saat Hendra akan pergi kedua anak kembarnya tidak mau di tinggal.
"Aduh sayang Papah mau mandi dulu, papah bau nih,, nanti kita main lagi yah setelah papah mandi,, "Tapi kedua anaknya tidak mau, alhasil Hendra membawa kedua anaknya ke kamar, dan Dea pun ikut ke kamar.
Zara yang sendirian lalu kembali kekamarnya, dan di kamar Zara langsung menelfon Rizki. tapi ternyata ngga aktif, Zara pun jadi kesal.
__ADS_1
"Iih,, Abang tuh kemana sih, kenapa hpnya ngga aktif, bikin kesel aja, "
Zara lalu menelfon Mamahnya, dan mengobrol cukup lama, sampai waktu makan malam ,Zara di panggil mba untuk makan bersama.
Saat makan sebenarnya Zara ingin bertanya tentang Papahnya sudah telfon Rizki apa belum, tapi Zara takut kalau Papahnya curiga.
Selesai makan ahirnya Zara masuk kekamar, dan mencoba telfon Rizki, dan terhubung.
"Abang tuh dari mana sih, hpnya kok di telfon tadi ngga aktif,, ?"
"Maaf sayang, hp Abang mati, tadi di kantor lupa ngecas,, ada apa hemm, "Rizki sebenarnya takut Zara bicara tentang perjodohanya, karena Rizki fikir Hendra sudah bilang pada Zara.
"Oh gitu,Zara cuman mau tanya, Papah udah tlfon belum ke Abang, ?"
"Belum, ini hp Abang soalnya baru di nyalakan, ada apa emangnya,,? "
"Kata Papah besok Abang yang antar Zara kerumah Mamah,, "
"Serius,,, "
"Iya,, "Zara sambil tersenyum.
"Sayang, Papahmu telfon nih,, matiin dulu yah tlfon kamu,, "kata Rizki yang melihat ada pnggilan masuk .
"Iya Bang,,, "Zara langsung mematikan telfonya, dan Rizki mengangkat telfon Hendra.
Rizki mengirim pesan pada Zara, dan mengatakan akan tidur crpat, karena besok jam 6 harus udah ada di rumahnya, rupanya Hendra menyuruh Rizki libur hanya sehari, pagi ngantar Zara dan sorenya harus sudah balik ke kota.
Rizki lalu bersiap tidur setelah mengahiri obrolan di pesan, sedang Zara saat mau tidur ternyata Bumi menelfonya.
"Sudah sampai jakarta kenapa ngga ngabarin"
"Maaf,, lupa,, "
"Iya Aku tau kok, Aku bukan orang yang penting buat di kabari,, ya udah selamat malam,, "
"Kak,, kamu marah, ?"
"Ngga,, kenapa harus marah, "telfon langsung terputus.
Tapi Zara merasa tidak enak, dan dari suaranya Bumi terlihat kesal.lalu Zara pun mengirim pesan.
"Maaf kak, Zara benar benar lupa, kita kan sekarang teman jadi wajar kalau kita harus saling berkomunikasi, sekali lagi Zara minta maaf"isi pesan Zara buat Bumi.
Zara lalu meletakan hpnya di meja, dan Zara bersiap tidur.
Jam 5 pagi Zara bangun dan langsung mandi, setelah mandi Zara langsung bersiap.selesai bersiap Zara keluar dari kamar dan menuju dapur.
__ADS_1
"Mba,, tolong bantuin Zara buat roti panggang dong, Zara malas sarapan,, Zara mau bawa roti isi coklat aja, "
"Iya Non,,"lalu Zara dan Mba pun membuat roti panggang.
Setelah selesai Zara memasukanke tempat, dan Zara juga membawa su*su coklat hangat di tremos kecil.
"Non,, itu Mas Rizki udah datang, "kata mba Mimin.
"Iya Mba,, Papah sama Bunda udah bangun belum ya mba, "
"Belum Non, "lalu Zara membawa tentengan kecil dan keluar dari dapur.
"Bun,, Pah,, "Zara mengetuk pintu kamar orang tuanya.
"Iya,, "kata Bunda dari dalam.
"Udah mau berangkat,, ?"saat Dea membuka pintu.
"Iya Bun, Zara mau pamitan, Papah mana,,? "
"Tuh masih tidur,, "sambil menujuk ke kasur.
"Kalau gitu Bunda nanti bilang ke Papah aja yah, Zara sudah berangkat,,"
"Iya udah iya,, kamu hati hati yah, Rizki dah datang,, ?"
"Udah, "sambil cium tangan.
"Kalau udah sampai kabarin langsung ya sayang,, "Zara menjawab Iya lalu pergi keluar.
Di luar Rizki sudah menunggunya, lalu Rizki mendekati Zara dan. mengambil tas Zara untuk di taro di jok mobil belakang. setelah itu mereka masuk ke mobil.
Setelah mobil sudah meninggalkan komplek, Rizki membawa mobilnya dengan kecepatan penuh. dan rupanya Rizki membawa mobilnya menuju ke rumahnya dulu.
"Kita kerumah Abang bentar yah,, ada yang ketinggalan, "kata Rizki sambil mencium punggung tangan Zara.
**Jangan lupa like, komen dan votenya, trmakasih..
Jangan lupa juga baca ceritaku yg lainya, tiap hari up loh.
AKU BUKAN PEBINOR .
MENIKAHI GIGOLO MAMAH.
SUAMIKU PUNYA KELAINAN DALAM BERCINTA.
semuanya ngga kalah seru, silakan mampir**,,,,
__ADS_1