MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Pulang Dari Hotel


__ADS_3

Sore hari Aku dan Dian baru keluar dari hotel, sedang Anak dan menantuku sudah duluan, karena akan bersiap untuk nanti malam kembali ke kota.


"Yang kita pulang ke rumah Mas dulu yah,,soalnya Dinda dan suaminya akan pulang ke kota nanti malam,, "kataku,kita sekarang ada di dalam taxsi.


"Iya,,kita pulang ke rumah Mas dulu aja,"


Lalu Aku memberikan alamat rumahku pada supir taxsi. sekitar 30 menit kita pun sampai di rumahku. Aku dan Dian lalu turun dari taxsi,kita berdua pun masuk ke rumahku bersama.


"Sore cucu kakee,,,, "panggilku saat melihat Akbar sedang menonton tv.


"Sore juga kakek,,, "sambil berlari mendekatiku.


"Mamah sama Papah mana sayang,, ?"tanyaku.


"Mamah sama Papah sedang di kamar, lagi beresin baju,, "jawabnya.


"Oh gitu,, kakek mau ke kamar Akbar mau ikut ngga,,? "Akbar pun menggeleng lalu ku dudukan lagi di sofa.


"Mas Dian haus, Dian mau ke dapur dulu,Mas mau minum apa,? "


"Bikinin Mas kopi ya sayang,, Mas mau ke kamar dulu,, "kataku.


Dian lalu ke dapur sedang Aku masuk kamar. saat Dian bikin kopi Dinda masuk ke dapur.


"Mamah kapan pulang,,? "


"Baru,, belum lama kok,"


"Oh,, Ayah di mana Mah,,? "


"Di kamar, ini Mamah lagi bikin kopi untuk Ayah,, Dinda pengin apa? "jawab Dian.

__ADS_1


"Ini Dinda haus Mah,, "


Kopinya pun sudah jadi,Dian lalu pergi ke kamar setelah bilang ke Dinda.


"Mas,, ini kopinya, "sambil meletakan cangkir kopi di meja dalam kamar.


"Iya sayang, makasih yah,, "lalu Aku mengambil cangkir kopi dan meminumnya. sedang Dian menuju kamar mandi untuk ganti baju.


Pukul 9 malam, Anak, menantu, cucu dan adiku bersiap akan kembali ke kota, semua barang sudah masuk mobil.


"Yah,, Mah Dinda pulang dulu yah, nanti kalau Dinda lahirah harus datang,ngga boleh bilang ngga bisa harus bisa,, "setelah memeluku dan memeluk Dian.


"Iya,,, Ayah pasti datang, Dinda harus sehat terus karena sudah mendekati lahiran yah,, "sambil ku usap kepalanya, Dinda pun mengangguk.


"Mah Dinda titip Ayah yah,,semoga Ayah dan Mamah selalu bahagia,, "berkata pada Dian.


"Amin,, pasti Mamah jagain,, Dinda hati hati yah di jalan,, "jawab Dian.


Lalu Pamuji juga pamitan, seperti biasa dia selalu mengeluarkan kata kata meledek padaku, Aku pun tidak kalah meledeknya.


Lalu semuanya masuk ke mobil dan berlahan mobil pergi meninggalkan rumahku.


"Yang masuk yuk,, "kataku setelah mobil sudah tak terlihat.Dian pun mengangguk.


"Mas Dian mau cuci piring dulu yah,, "setelah masuk ke dalam, memang banyak piring kotor di dapur bekas kita tadi makan malam, sebelum mereka pada pergi.


"Besok aja Yang,, ini udah malam,, "kataku.


"Ngga papa Mas,, takutnya nanti ada kecoa atau jadi banyak semut,kan jadi jorok,, "Aku pun berfikir dan benar juga yang di katakan Dian.


"Ya udah,, tapi Mas temani yah biar cepet beresnya,, "kataku, Dian pun mengangguk.

__ADS_1


Aku membantu Dian mencuci piring juga membereskanya, karena kalau sendiri mengerjakanya pasti jadi lama, makanya Aku bantuin. Ahirnya dapur pun bersih, dan tak ada brabot atau piring yang kotor, lalu Aku mengajak Dian ke kamar langsung untuk istirahat.


Aku merebahkan badanku di atas kasur rasanya sangat nyaman,sedang Dian masih di kamar mandi.


"Sayang lama banget sih,, "teriaku.tapi ngga ada sautan.


"Ada apa sih Mas teriak teriak,, nanti ada tetangga denger ngga enak loh,, "Aku hanya tersenyum melihat Dian mengomel.


"Lagian di kamar mandinya lama,, udah kan sinih tiduran Mas pengin peluk,, "kataku sambil menepuk kasur sampingku. Dian pun menurut naik kekasur dan merebahkan badanya di sampingku, Aku langsung memeluknya.


"Yang,,, kamu mau punya anak berapa,,? "tanyaku.


"Hemm,, sekasihnya Tuhan saja, kalau Mas,, ?"sambil mendongakan wajahnya.


"Kalau Mas penginya sih satu aja, kenapa Mas pengin satu, karena Mas udah ada Dinda, dan sayang sudah ada Zara, dan kita cukup nambahin satu lagi,, "jawabku.


"Kok satu sih Mas,, iya sih sudah ada Zara dan Dinda, tapi Dian kan pengin punya anak dari Mas, jadi jangan satu minimal dua lah,,, "jawabnya.


"Kenapa Mas penginya satu, karena Mas sudah cukup tua sayang, Mas takut kalau nanti kita banyak anak dan Mas sudah ngga bisa kerja, itu akan jadi beban sayang,, bukanya Mas ngga pengin punya anak banyak tapi karena umur Mas lah yang jadi pertimbangan,, "sambil ku kecep keningnya.


"Jangan bicara gitu ah Mas,, lebih baik kita nikmati aja dulu, masalah anak kita bicarakan nati lagi ajah, Mas harus sehat dan panjang umur ,biar bisa bikin anak terus,, "Aku hanya mengamininya.


"Ya udah,, kita jalani aja ya sayang, gimana kalau kita sekarang bikin anak aja,, "Dian sedikit bingung.


"Maksudnya,,,? "


"Ya kita bikin dede bayi,, biar cepet dedenya ada di sini, gimana,,,? "sambil ku usap perut Dian. sedang Dian langsung paham pun menganggukan kepalanya.


Setelah mendapat lampu hijao, Aku. langsung mengungkung badan Dian. sekarang Aku sudah di atas badanya dan langsung ******* bibirnya yang sangat manis....


Dan Tanganku tak tinggal diam, melepaskan kancing baju Dian satu persatu.dengan bibir yang salaing Melu*at dan menghisap, tanganku sudah bertemu dengan daging kenyalnya,, oohh sungguh nikmatnyaaaaa..

__ADS_1


**Besok lagi,, maaf kalau ada typo..


Jangan lupa like, komen dan votenya ya kaka, trimakasih**...


__ADS_2