
Hendra yang kaget karena tiba tiba Dea dan Zara menyerangnya dengan pertanyaan tentang Rizki yang di tonjok olehnya, langsung memanggil Rizki.
"Rizki sinih kamu,, "teriak Hendra agar Rizki dengar. Rizki yang mendengarnya langsung berjalan cepat mendekati Hendra.
"Kamu ngomong apa sama mereka, kamu ngga jelasin kenapa saya sampai nonjok kamu gitu, kamu mau saya tonjok lagi apa mau gimana,, jelasin ke mereka alasan saya nonjok kamu, biar mereka ngga nyerang saya gini,, "Rizki menjawan Iya.
"Kalau sampai mereka berdua masih belain kamu, izin saya untukmu ngajak Zara keluar saya cabut,, ngerti,, "sebelum Hendra masuk, Hendra melihat ke arah Dea dan Zara.
"Kalian,, dengarkan tuh penjelasan Rizki, "Hendra masuk kamar lagi dan tiduran lagi.
Rizki lalu menjelaskan semuanya pada Zara dan Dea, mereka berdua ahirnya tau alasan Hendra menojok Rizki. Lalu Dea pun masuk ke kamar, sedang Zara di suruh Rizki untuk bersiap karena mau di ajak pergi.
"Udah denger penjelasan dari Rizkinya,,? "tanya Hendra saat Dea masuk ke kamar.
"Sudah,, "sambil duduk di pinggir kasur.
"Mas tuh nojok Rizki biar relasi Mas percaya kalau Mas marah beneran pada Rizki,, "
"Tapi ya harusnya jangan keneng kenceng dong nonjoknya, kan kasihan Rizki pipinya sampai biru gitu, ujung bibirnya Juga lecet lagi,, "
"Kalau nonjoknya pelan, ya relasi Mas ngga percaya kalau Mas marah beneran sama Rizki,"sambil bangun dan duduk di kasur.
"Kamu tuh sekarang kok jadi sering belain Rizki sih Yang,, kamu suka sama Rizki,? "Dea langsung melebarkan matanya.
"Kamu ngomong apa sih Mas, ngga usah ngaco deh,, ya ngga lah,, cuman Dea ngga suka lihat Mas semena mena sama orang,apa lagi Rizki itu pacar Zara, dan siapa tau nanti Rizki itu jadi menantu Mas, masa mertua sama menantu suka ribut mulu,, "
"Awas kamu Yang kalau sampai macam macam, apa lagi suka sama laki laki lain,Mas ngga akan kasih kamu ampun dan Mas akan kasih hukuman yang sangat berat buat Mu,, "Dea justru tertawa mendengarkan perkataan Hendra.
"Kamu tuh bukanya takut malah tertawa, Mas harus kasih hukuman nih buat kamu Yang,, "Hendra langsung mendorong Dea ke kasur dan menindihnya.
"Mas kamu mau apa,, awas lepas ihh,, "
__ADS_1
Dea sambil mendorong badan Hendra yang ada di atas badanya.
"Mas mau kasih hukuman buatmu,, "sambil membuka baju Dea.
"Mas,, jangan ihh ini masih sore, jangan macam macam,, "Sambil terus berusaha mendorong Hendra.
Sedang Zara sudah bersiap untuk pergi, Zara lalu mau berpamitan pada Hendra dan Dea, tapi pintu di ketuk tidak ada yang membukanya.
"Mba,, Zara mau pergi sama Abang, nanti bilangin ke Papah sama Bunda yah,, Zara udah berangkat,, "
"Iya non,, "jawab si mba.
Lalu Rizki merangkul pundak Zara untuk ke luar dan menuju mobil.
"Min,, itu sepertinya non Zara sama Mas gantengmu udah pacaran deh, tuh lihat mereka ke mobil aja sambil rangkulan gitu, "satu Mba memanas manasi mimin.
"Ngga mungkin mereka jadian, orang mereka berdua kan hanya saling menganggap kaka adek,,"
"Gimana kaka adek, orang Mas Rizki panggil Non Zara aja pake panggilan sayang,, "Si mba langsung terawa dan pergi ninggalin Mimin.
"Sayang,, kita ke rumah Abang bentar yah, Abang mau mandi dulu dan ganti baju ,biar seger,, "saat mereka ada di dalam mobil.
"Iya,, Zara ngikut aja gimana enaknya Abang,, "
Lalu Rizki membawa mobilnya menuju ke rumahnya dengan kecepatan sedang.
Sampai di rumah Rizki, keduanya turun dan masuk ke dalam.
"Sayang kamu duduklah, Abang mau mandi dulu, kalau haus ambilah minum di dalam yah,, "
"Iya,, Bang, "
__ADS_1
Rizki masuk ke kamarnya ,sedang Zara melihat lihat foto yang ada di dinding rumah Rizki. Setelah Itu Zara masuk ke dapur dan melihat isi kulkas, di dalam kulkas ternyata banyak makanan.Zara mengambil minuman dingin di kulkas lalu keluar lagi.
Zara lalu masuk ke kamar Rizki, karena Zara fikir Rizki sudah lama di dalam, pasti sudah bersiap untuk pergi, ternyata Rizki sedang membuka handuknya dan akan memakai dalaman.
"Aaaaa,,, "teriak Zara sambil menutup matanya dengan kedua tanganya, Rizki yang kaget langsung melihat ke arahnya.
"Sayang,, kamu ngapain masuk,, "sambil Rizki menarik handuknya lagi.
"Kirain Zara Abang sudah selesai,, "saat Zara mau menutup pintu, Rizki langsung mencegahnya.
"Ngga usah keluar,, ayo masuk,"sambil menarik Zara agar masuk ke dalam.
"Ngga ah,, Zara malu,, "Zara berusaha untuk melepaskan tangan Rizki yang membawanya masuk.
"Udah ayo, malu sama siapa sih, orang cuman sama Abang aja kok di sini, duduklah,, "Zara di dudukanya di kasur, Rizki berdiri di depanya.
"Ya udah sanah Abang pake bajunya,, nanti keburu malam loh,, "Sambil mendorong Rizki agar menjauh. karena Rizki sangat dekat.
"Kapan lagi ada kesepatan begini, kita hanya berdua dan sudah dapat restu lagi,, "sambil menaik turunkan kedua alisnya.
"Abang,,, jangan macam macam yah,,"
"Ngga,, Abang hanya satu macam aja kok,, "
Rizki dengan pelan mendekati Zara, dan Zara langsung bangun dari duduknya.
"Bang,,, sotop jangan macam macam,, "tapi Rizki justru tersenyum mesum.
Zara yang udah berdiri lalu di dorongnya ke belakang dan Zara pun jatuh ke kasur, Rizki. lalu dengan cepat menindihnya.
"Sayang,, diamlah,, Abang hanya sebentar dan ngga sampai melewati batas,,"Dan Rizki langsung melancarkan aksinya...
__ADS_1
**Lanjutnya besokkk....
Jangan lupa like,komen dan votenya, trmakasih**...