MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Frengki Menyatakan Cinta Pada Vivi


__ADS_3

"Saya ngga berani jawab Den,"


"Kenapa,,?"


"Saya takut,,"


"Takut,,apa yang membuatmu takut,?"


"Takut kalau nanti justru Aden yang akan menyesali tentang hubungan kita nanti kalau Saya mau menerima Aden,"


"Aku ngga ngerti apa maksudmu,,"Vivi sedikit takut bicara.


"Katakanlah,,"


"Di luaran banyak wanita cantik dan sexsi,juga sukses,sedang saya cantik pun ngga,Saya takut nanti di saat Saya sudah mencintai Aden,justru Aden berpaling ke wanita lain,"


"Aku ngga melihat wanita dari paras dan bodynya,yang Aku cari dia penyayang dan baik hati,itu sudah cukup dan Aku menemukanya pada dirimu,"


"Apa kamu mau jadi kekasihku,,?"


"Apa saya boleh minta waktu,?"


"Boleh,,besok malam sudah harus ada jawaban,"


"Lusanya lagi,,"


"Ngga,harus besok malam,,"Vivi pun menganguk pelan.


"Ini sudah malam,Saya turun dulu ya Den,"


"Baru jam 10,,"


"Ini sudah malam,ngga enak kalau nanti ada orang lihat,,"


"Ngga bakalan,pasti mereka sudah pada tidur"Vivi hanya bisa membuang nafasnya kasar.


"Aku mau ke kamar mandi dulu,bantu Aku bangun,"Vivi lalu berdiri,dan dengan pelan membantu Akbar berdiri.


"Aku udah bisa,ngga usah antar,,"kata Akbar,lalu Vivi kembali duduk.


Akbar masuk kamar mandi untuk pipis,sedang Vivi merapikan bekas perban ,lalu di buangnya ke tong sampah.


"Saya turun dulu ya Den,"kata Vivi saat Akbar keluar dari kamar mandi.


"Ya udah,,sanah turunlah,tidur langsung yah,"Vivi hanya mengangguk.


Vivi membantu Akbar dulu sampai kasur,setelah Akbar sudah nyaman,Vivi baru keluar dari kamar Akbar.


Vivi terus saja memegang dadanya yang berdebar,dan terus turun ke bawah,sampai Vivi tidak menyadari kalau Dinda sedang melihat ke arahnya.


"Vivi,,,kamu dari mana,,?"deg,,Vivi langsung kaget ternyata di depanya ada Dinda.


"I,ini Bu,,Sa,,saya habis dari ka,,kamar Den Akbar,,"

__ADS_1


"Ngapain kesana malam malam,,?"Vivi sudah sangat takut karena Dinda menatapnya.


"I,,itu tadi Den Akbar nelfon saya suruh bantu buka perban,perbanya Basah karena dari kamar mandi,,"sambil gagap dan takut Vivi berbicara.


"Oh gitu,,kok ngga telfon saya,tapi kamu yang di telfon sih,,"


"Saya aja bilang gitu suruh telfon Ibu aja,tapi kata Den Akbar takut Ibu sudah tidur ,dan katanya kasihan sama Ibu kalau suruh naik turun lagi,,"


"Abang macam macam aja,trus sekarang gimana,,?"


"Sudah Saya ganti Bu perbanya,dan tadi Den Akbar sudah mau tidur,,"


"Sukurlah kalau gitu,trimakasih ya Vi jadi merepotkan kamu,,"


"Ngga kok Bu,Vivi meranga ngga di repotkan,"


"Iya,,ya sudah sanah kamu istirahat,,"Vivi menjawab Iya lalu pergi ke kamarnya.


Dinda lalu masuk ke kamar lagi,sambil membawa minum yang baru di ambilnya di dapur.


Vivi dari tadi jalan sampai sekarang sudah di kamar masih mengusap dadanya karena merasa takut kalau Dinda curiga.


Tadi Vivi berbohong tentang perban,sebenarnya Vivi takut Dinda kuatir,makanya bohong.


"Den tadi Saya bertemu Ibu di bawah,saya bohong ,saya bilang ke ibu baru gantiin perban Aden yang basah,Saya ngga bilang kalau perban Aden berdarah,Saya takut ibu kuatir,,"Vivi mengirim pesan ke Akbar,dan centang Dua tapi belum biru.


Setelah itu Vivi langsung merebahkan badanya di kasur,dan langsung tidur setelah jantungnya tidak lagi berdetak cepat.


Pagi hari Vivi seperti biasa,mandi dan bersiap untuk berangkat ke klinik bersama Dinda.


"Semalam Vivi ngapain ke sini Bang,?"Dinda rupanya memancing Akbar.


"Semalam perban Abang basah Mah,makanya minta tolong sama Vivi buat gantiin perbanya,Kok Mamah tau Vivi ke sini,?"Akbar pura pura ngga tau,padahal Vivi sudah mengiriminya pesan.


"Oh gitu,,Mamah ketemu Vivi di bawah semalam,"


"Ya sudah yah,Mamah mau berangkat ke klinik dulu,Abang harus belajar jalan tapi pelan,hanya di kamar,belum boleh turun ke bawah ,ngerti,,"


"Iya Mahhh,,,"


Dinda lalu keluar dari kamar Akbar,dan langsung bersiap untuk pergi ke klinik,kembar sudah berangkat ke sekolah dari tadi,sedang Agung ada di belakang rumah ,di tempat burung burungnya.


Dinda memanggil Vivi untuk berangkat,Vivi yang sudah siap lalu mengikuti Dinda dan masuk ke mobil.


"Vi,,kamu kapan Wisuda,,?"tanya Dinda saat mereka ada di dalam mobil.


"Kalau ngga tiga minggu,dua minggu lagi Bu,,"


"Oh gitu,orang tuamu bisa datang kan,,?"


"Semoga bisa Bu,,"


"Harus bisa dong,kamu kan wisuda dan akan jadi Dokter,pasti orang tua kamu samgat bangga,"Vivi tersenyum.

__ADS_1


Sampai di klinik kesuanya langsung turun,dan menuju ruang kerjanya.saat keduanya sedang sibuk kerja,ada yang datang ke ruangan Dinda.ternyata Frengki.


"Eh Frengki,,ada apa nih,,?"tanya Dinda.


"Iya Dok,ini saya mau ajak Vivi makan siang,boleh ngga ya Dok,"Vivi langsung mendongak saat mendengar perkataan Frengki.


"Boleh dong,kalian pergilah,nikmati makan siang kalian,,,"Frengki lalu tersenyum dan bilang trimakasih.


Frengki lalu mendekati Vivi,Vivi mau menolak pun tidak enak,pasti nanti Dinda akan mempertanyakanya.


"Kita makan siang yuk,"kata Frengki sambil tersenyum dan melihat ke jamnya.


Vivi hanya mengangguk ,lalu bersiap.Memang sudah jam 12 waktunya istirahat.


Vivi dan Frengki masuk ke mobil dan pergi meninggalkan klinik.


Vivi di mobil hanya diam,dan Frengki tidak bertanya kenapa ,karena memang Vivi kalau ngga di tanya ya jarang mengobrol,kecuali Frengki ngajak ngobrol Vivi pun akan menjawabnya.


Sampai di rumah makan,Vivi dan Ferngki langsung masuk.


"Kamu mau pesan apa Vi,,?"


"Terserah kamu aja,"


"Mau bebek apa Ayam,?"


"Bebek Boleh,,"


Lalu Frengki memesan dua bebek dan juga tumis kangkung,minumnya dua es jeruk.


"Vi,,Aku boleh tanya sesuatu,,?"Kata Frengki,sambil menunggu makanan datang mereka mengobrol.


"Tanya apa,,?"


"Hubungan kamu dengan Anaknya Bu Dinda ,"


"Hubungan apa dan anak yang.mana?"


"Dengan anak sulungnya,"


"Den Akbar,,ada apa memangnya,?"


"Sepertinya dia menyukaimu,?"


"Dari mana kamu tau,itu ngga mungkin kali,"


"Apa sih di dunia ini yang ngga mungkin,"Vivi mengangguk.


"Vi kita kenal sudah lama,dan Kamu sudah tau kalau Aku suka padamu,kamu dulu belum mau menerimaku katanya masih ingin fokus kuliah,sekarang kamu udah selesai kan kuliahnya,jadi Aku ingin kamu menjawab pernyataanku yang dulu,"


"Vi Aku mencintai kamu,mau kah kamu menjadi kekasihku,?"Vivi sedikit bingung,mau menjawab Apa,karena jujur Frengki memang sangat baik dan selalu ada buatnya.


"Beri Aku waktu ,karena Saya ingin memastikan sesuatu,"

__ADS_1


"Dua hari,Aku kasih waktu dua hari,karena Aku sudah ngga mau menunggu lama lagi jawaban darimu,"Vivi mengangguk.


Jangan lupa like,komen dan votenya,trimakasih...


__ADS_2