MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Menolong Arsila


__ADS_3

Faizah dan Fatiya pulang sekolah ,mereka pulang jam 3 sore karena habis ikut eskul, mereka berdua langsung mencari Abang ke kamarnya.karena mau minta antar beli kado.


"Banggg,,Abanggg,,"keduanya memanggil.


"Apa sih Dek,brisik banget,,"Saat Abang buka pintu.keduanya hanya nyengir.


"Kak nanti malam Anterin kita beli kado yah,Teman kita ada yang ulangtahun besok,,"


"Kan bisa besok belinya,kalian minta antar Papah aja kenapa sih,Abang lagi banyak tugas soalnya,,"


"Ngga mau,,kita maunya di antar Abang,titikk,"kata Faiza.


"Ya udah nanti malam Abang antar,udah sanah pergi Abang mau lanjut ngerjain tugas,"


"Iya,,tapi nanti habis mahrib harus anterin kita loh ya Bang,"


"Iya Bawelll,,,"pintu langsung Akbar tutup.


Akbar masuk kamar dan duduk lagi ,lalu sibuk dengan laptopnya.


Sekitar jam setengah tujuh Fatiya dan Faiza sudah mengetuk kamar Akbar,dan keduanya sudah siap untuk pergi.


Akbar juga sudah siap dan rapi,setelah membuka pintu mereka bertiga berangkat menuju tempat toko penjual kusus kado.


Akbar dan kedua adiknya tidak makan di rumah,ketiganya kompak mau makan di luar aja.


Sampai di toko penjual kado Fatiya dan Faiza sibuk memilih,dan Akbar hanya jadi pengikut dan hanya untuk jadi pendengar saja setiap kedua adiknya ribut karena Bingung mau beli kado yang mana.


Setelah satu jam ahirnya keduanya sudah mendapatkan kado yang cukup bagus,dan.di toko itu kado juga langsung di bungkus,selesai dari toko kado, bereka bertiga lalu menuju Cafe yang tidak jauh dari toko tadi.


"Kamu mau makan apa Dek,,?"


"Fatiya mau steak aja kak,,"


"Faiza mau beef teriyaki,,"


Akbar mencatat pesanan mereka,setelah itu mereka tinggal tunggu pesanan.sekitar 20 menit pesanan datang dan langsung mereka makan.


"Acara ulangtahunya di mana emangnya Dek,"sambil makan mereka mengobrol.


"Ngga ada acara kak,cuman kita tau dia ulang tahun,makanya kita beliin kado,besok sampai sekolah kita akan kasih langsung,"Fatiya yang menjawab.


"Teman kita yang ulang tahun ini dia itu anak berprestasi,dia bisa sekolah di tempat kita sekolah karena dapat beasiswa kak,"Akbar mengangguk.


Selesai makan mereka memutuskan pulang,tapi saat sudah dekat rumah mobil Abang mogok.


"Loh kok mati,kenapa Bang,,?"tanya Faiza.


"Ngga tau Abang juga,kalian diam dan tunggu di mobil,jangan keluar,ngerti.."Keduanya mengangguk.


Jam sudah menujukan pukul 9 malam,tapi jalan sudah sedikit sepi.Akbar lalu membuka penutup mesin mobilnya,tapi Abang yang tidak tau tentang mobil kebingungan hrus gimana.

__ADS_1


Abang masuk mobil lagi,lalu menelfon papahnya.


"Abang serlok dimana Abang sekarang,Papah akan ke sana,"


"Iya Pah,,:jawab Abang.


Dan ketiganya diam di dalam mobil menunggu Papahnya datang.


Agung datang sekitar 25 menit,karena Agung tadi masih di luar,Agung dan Dinda ada acara bersama para Dokter.


"Kalian masuk mobil Papah aja sanah,Mamah ada di dalam,,"menyuruh kedua anak gadisnya pindah mobil.


"Iya Pah,,"keduanya lalu pindah.


"Abang gimana sih punya mobil bagus gini tapi ngga bisa rawatnya,,"


"Maaf pah,,hehee,,"Akbar cuman senyum.


"Ini Papah sudah telfon montir,nanti akan datang sebentar lagi,Abang ngga papa kan kalau di sini menunggu,ngga akan lama kok,"


"Iya Pah ngga papa,Abang akan tungguin,"tapi saat Agung baru selesai bicara montir datang,jadi Agung pun pulang duluan.


"Abang hati hati yah,kalau mobil sudah jadi langsung pulang,"kata Dinda.


"Iya Mah,,"


Mobil Agung pun pulang,dan Akbar menemani montir yang sedang membetulkan mobilnya.


Tapi Akbar tetep memberi uang untuk uang rokok,montir pun berterimakasih lalu pergi menggunakan motornya.


Akbar langsung membawa mobilnya untuk pulang,karena sudah malam dan jalanan makin sepi.


Baru saja mobil berjalan tiba tiba ada orang yang menabrakan diri ke mobilnya Akbar.


"Ya Tuhannnn,,,"Akbar langsung mengerem mobilnya.


Abang langsung keluar dan melihat orang itu jatuh ke aspal.


"Kamu tuh mau mati yah ,kenapa,,,"belum selesai Akbar bicara,Akbar melihat seorang wanita yang tadi menabrakan badanya kemobil seperti terluka dan berantakan penampilanya.


"Maaf,,tolong saya ,tolong saya lagi di kejar orang,,"karena gelap Abang tidak tau siapa wanita itu,lalu Abang menolongnya untuk bangun.


Perempuan itu terluka di tangan,tapi pipinya lebam dan ujung bibirnya berdarah.dan ternyata perempuan itu Arsila,kakanya Beni.


"Ya Tuhan kenapa dia,,"kata hati Akbar berkata dengan kaget.


"Ka,,,kamu,,,"kata Asila saat melihat Akbar.


"Haiii,,Asila,,Ayo ikut Aku,,"tiba tiba laki laki datang dan langsung menarik tangan Asila.


"Ngga mau,,Aku ngga mau ikut kamu,kamu brengsek ,,"sambil mencoba melepaskan tanganya.

__ADS_1


"Hai Mas,,jangan kasar dong sama wanita,ngga pantes tau ngga,,"


"Diam kamu,jangan ikut campur,ini urusan ku dengan pacarku,,"


"Aku bukan pacarmu,kita sudah putus dari seminggu yang lalu,,Aku ngga mau punya pacar kasar kaya kamu,,lepasss,,,"


"Diam kamu,,,,"tangan laki laki itu mau memukul Arsila ,tapi Akbar langsung menahanya.


"Jangan kasar pada wanita,dasar banci,,"kata Akbar lalu menarik Arsila .


"Masuk mobil,,"kata Akbar ,Asila menurut.


Akbar dan laki laki itu rupanya berantem,dan saling pukul,Akbar terkena pukulan di pipinya.saat laki laku itu jatuh tersungkur,laki laki itu langsung bangun dan pergi.


"Awas kamu,,akan Aku balas nanti,,"lalu laki laki itu pergi mejuju mobilnya.


Akbar masuk mobil,dan melihat Arsila yang berantakan,baju lenganya sudah sobek,dan terluka juga.


"Pake jaketku,biar menutupi bajumu yang sobek,,"setelah melepaskan jaketnya.Arsila menerimanya dan memakenya.


Abang lalu menjalankan mobilnya,saat Akbar mau puter balik karena mau mengantarkan pulang ,Arsila melarangnya.


"Jangan antarkan Aku pulang,Aku takut Papah akan marah besar padaku,"Abang lalu menghentikan mobilnya.


"Trus kalau gitu kamu mau ke mana,,?"Arsila menggeleng.


"Apa kamu tidak ada sodara,,"menggeleng lagi.


Akbar merasa bingung,tapi melihat kaka Beni seperti benar benar takut,ahirnya Akbar membawanya pulang,dan nanti Akbar akan menelfon Beni untuk memberi tau kalau kakanya ada di rumahnya.


"Ayo turun,ini rumahku,,"Arsila yang tidak menyangka kalau ternyata Akbar anak orang.kaya sedikit kaget.karena Rumah Akbar sangat bagus,fikiran Arsila.


"Ayo turun,,kenapa diam aja,,"kata Akbar lagi.


Ahirnya Arsila turun dari mobil Akbar dan berjalan pelan di belakang Akbar.


"Duduklah,,Aku mau panggil Mamahku dulu,,"sambil menujuk sofa,mba Siti yang melihat Akbar bawa pulang wanita yang terlihat berantakan sedikit aneh,mba siti tadi yang membukakan pintu.


"Mah,,Mamah,,,"Akbar mengetuk pintu kamar Dinda.


"Iya sayang ada apa,,"


"Mah Abang minta tolong dong,itu diluar ada kakanya Beni,dia terluka mamah bisa bantu ngga,,"


"Dimana dia sekarang,,"


"Di ruang tamu mah,,"Lalu Akbar dan Dinda menuju ruang tamu.


"Arsila,,,"kata Dinda kaget karena melihat Arsila yang acak acakan.


"Dokter,,"kata Arsila pelan.

__ADS_1


**Jangan lupa,like komen dan votenya,trimakasih**....


__ADS_2