MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Kakek Tau


__ADS_3

Kakek menyambut kedatangan Zara dengan senang, lalu Kakek memeluknya dengan sayang.


"Kamu sama siapa kesininya,,? "setelah kakek melepaskan pelukanya.


"Sama Bang Rizki Kek,, "


Lalu Rizki masuk dan melihat kakek, dan Rizki langsung menjabat takangan kakek.


"Kalian istirahatlah, pasti cape kan,, "


"Mamah belum pulang kek,,? "


"Belum,, nanti sore kamu bisa menjenguknya, sekarang istirahat aja dulu sanah,, "


"Nak Rizki itu kamarmu,, sudah tau kan,, "


"Iya Kek,, Rizki sudah tau, kalau gitu Rizki ke kamar dulu ya kek,, "


"Iya silakan,, "


"Zara juga ke kamar dulu ya kek, "Kakek juga menjawab iya, lalu Zara dan Rizki pun masuk kamar masing masing.


Sore hari sekitar jam 3 sore, Rizki akan mengantar Zara ke rumah sakit, Aditiya yang dari tadi tidak mau lepas dari Zara ahirnya di ajak ke rumah sakit.


"Biar Zara ajak aja kek, nanti ada Ayah yang bisa jagain Aditiya di luar rumah sakit kan, dari pada menangis,, apa kakek ikut juga yuk,,? "


"Iya kek benar kata Zara, kakek ikut saja ke rumah sakit, "kata Rizki juga.


Ahirnya Kakek pun ikut ke rumah sakit, mereka lalu pergi. sekitar 20 menit mobil Rizki sampai di parkiran rumah sakut, dan ternyata Aditiya tertidur di mobil.


"Kek,, Zara telfon Ayah dulu ya, biar Ayah ke sini, "


"Iya,, "jawab Kakek dan Aditiya di tidurkan di bangku tengah.


10 menit kemudian Ayah Doni pun datang, lalu langsung masuk ke mobil untuk menjaga Aditiya.


"Mamah,,, selamat yah,, "kata Zara saat sudah masuk ke dalam ruangan di mana Mamah Dian di rawat.


"Sayang,, kapan datang,, ?"


"Tadi pagi Mah,, "lalu Zara melepaskan pelukanya pada Mamah Dian.


Kakek juga memeluk Mamah Dian, sedang Rizki menjabat tangan saja.

__ADS_1


"Adek bayinya di mana Mah,? "


"Ada di ruangan kusus bayi sayang,, "


"Zara boleh lihat ngga,,? "


"Boleh,, sanah lihatlah,, "


"Ayo Kek kita lihat dede bayi,, "


"Kamu sama Rizki dulu aja yang lihat, kakek nanti gantian, soalnya Mamahmu ngga ada yang jagain,, "


"Iya udah, Zara sama Abang dulu,, yuk Bang,, "Lalu Rizki dan Zara pun memuju ruang kusus bayi.


Mamah Dian melahirkan secara cesar, jadi harus ada yang nemenin, karena belum bisa bergerak bebas.


Setelah Zara bertanya pada suster di mana dede bayinya, sekarang Zara dan Rizki sudah bisa melihat dedenya.


"Lucu ya Bang,, bikin gemas, Zara rasanya pengin cium,, "


"Kamu mau ngga punya kaya gitu,, "


"Punya kaya gitu apa,,? "


"Mau lah,, tapi,, "belum selesai Zara berkata Rizki sudah memotongnya.


"Yuk kita bikin,, biar kita punya kaya gitu,, "


"Abang ih,, apaan sih,, "pipi Zara langsung memerah karena malu.


"Cie,, malu tuh,, udah pengin yah,, "Rizko terus saja menggoda Zara.


"Ihh,, Abang,,, "sambil memukuli pundak Rizki.


"Uussttt udah udah,, nanti di marahin suster, jangan berisik,, "sambil memegang tangan Zara lalu di genggamnya.


"Mirip Ayah yah Sayang,, ngga mirip Mamahmu,, "


"Masa sih,, tapi hidungnya mirip Mamah kok, "


"Iya sih,, tapi kata orang kalau masih bayi gitu belum bisa di pastikan mirip siapanya,nanti kalau udah setahunan lah baru bisa di lihat mirip siapanya,, "


"Ya udah yuk kita ke Mamah,siapa tau kakek mau gantian lihat dede bayinya,, "

__ADS_1


"Iya,, "lalu mereka berdua kembali lagi ke ruang rawat Dian.


Setelah itu gantian dengan Kakek, sekitar satujam lebih, ahirnya Zara kakek dan Rizki berpamitan.


"Tan,, Rizki juga sekalian pamitan, karena habis ngantar Zara dan Kakek, Rizki langsung kembali ke kota, "


"Oh iya Bang Rizki,, trimakasih yah sudah mau mengantar Zara ke sini,, semoga Bang Rizki sampai kota dengan selamat, "sambil berjabat tangan.


"Amin Tan,, "


Setelah itu mereka bertiga pun keluar dan menuju parkiran, sampai di mobil termyata Aditiya sudah bangun.


"Zara nanti bantu kakek urus Adek yah, soalanya Mamah mungkin akan sampai 5 harian di sini,, "


"Iya Yah,, Zara akan bantu jagain adek,, "


Rizki juga berpamitan pada Doni, kalau mau langsung balik ke kota, setelah berpamitan mobil Rizki lalu meninggalkan parkiran rumah sakit.


"Nak Rizki, masuk lah bentar, Kakek mau bicara,, "Rizki. menangguk dan bilang Iya, mereka sidah sampai di rumah dan mobil sudah berhenti.


Rizki pun duduk di sofa dan kakek pun sama, saat Zara mau masuk, kakek menyuruhnya ikut duduk juga.


"Zara juga ikut duduk,, jangan masuk dulu, dan Aditiya kasih mainan dulu agar diam ,"


"Iya kek,, "Zara mengambilkan mobil mobilan, lalu di dudukanya di lantai.


"Kakek mau tanya pada kalaian berdua,, "Rizki dan Zara mengangguk, dari perkataan Kakek terlihat serius.


"Apa kalian ada hubungan,, semacam pacaran,, apa perkataan kakek benar"Zara dan Rizki saling pandang.


"Tadi kakek melihat dan mendengar obrolan kalian saat sedang di ruangan bayi Dian, "


"I, iya Kek,, kita memang ada hubungan, Saya mencintai Zara kek, dan saya serius ingin menikahi Zara, dan itu pun menunggu Zara lulus dan sampai Zara siap nanti untuk menikah, "jawab Rizki dengan sedikit terbata tapi tegas.


"Apa Hendra tau tentang hubungan kalian,, "keduanya menggeleng.


"Kenapa kalian tidak memberi tau Hendra tentang hubungan kalian,,? "


"Saya nunggu waktu yang tepat Kek, karena Zara juga baru kuliah, pasti Pak Hendra tidak akan mengizinkan untuk Zara berpacaran dulu,,, "Kakek pun mengangguk.


Sedang di sebuah ruangan dan tepatnya di ruang kantor, seseorang sedang melihat foto yang baru saja di kirim oleh seseorang di hpnya.


Jangan lupa like komen dan votenya,terimakasih..

__ADS_1


__ADS_2