MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Tersedak


__ADS_3

Aku melihat2 menu yang di sediakan di lestoran ini, semua makananya sepertinya sangat menggoda, benar yang papah bilang,di sini menyediakan berbagai macam sambal,,


"Dinda mau pesan apa,,, ?"tanya papah


"Hemm,,, Dinda mau ayam bakar, dan sambelnya mau sambal trasi dadakan dan cabe ijo, "


"Minumnya apa,,, "


"Es teh manis, "


Papah memanggil pelayan dan menyebutkan pesananku, dan juga pesanan papah, papah memesan ikan nila goreng dan juga cumi pedas manis, dan untuk sambalnya papah hanya memesan sambal kecap,,


Karena menunggu pesanan datang papah menanyakan soal aku yang ngga mengerjakan tugas,,,


"Kenapa Dinda ngga mengerjakan tugas yang dari papah, "sambil menatapku


"Din,,, da kemaren niatnya mau menyelesaikanya pagi, biasanya Dinda kalou malam ngga selesai,paginya baru di selesaiin, tapi semalem mati lampu jadi paginya Dinda kesiaangan, maaf ya pah Dinda ngga lagi2 deh,, "sambil aku acungkan dua jariku dan tersenyum..


Papah mengusap rambutku dan menganggukan kepala..


"Kalou Dinda ada kesulitan, Dinda bisa minta bantuan sama papah, ok,,, "kata papah sambil tersenyum dan setelah bicara papah membuka henfon papah langsung fokus pada henfonya,,


Rasanya aku tuh kaya tersihir dengan senyuman papah, sangat tampan kenapa makin hari rasa ini malah makin menjadi,, semoga rasa yang kurasakan hanya sekedar mengagumi, jangan sampai ada rasa suka atau palah,, yang bisa membuat masalah dalam hati dan keluargaku,

__ADS_1


Ahirnya makanan kita sudah datang, aku dan papah langsung makan,


"Gimana Sambalnya enak Din,, "


"Enak pah, dan juga sangat pedas, "


Aku makan sangat banyak dan sambal yang aku pesan dua duanya aku makan semua, sampai ujung bibirku terkena sambal pun aku sampai tak terasa,


"Makanya pelan Din,, masa sampai belepotan gini sih kaya anak kecil aja, "sambil papah mengelap mulutku menggunakan tisu, aku yang kaget dengan perlakuan papah langsung kaget dan tersedak ..


hhukkk hhukkk.......


Papah langsung mengambilkan minum, dan langsung aku minum, karena sangat perih di tenggorokanku membuat mataku sampai mengeluarkan air mata,, seperti orang menangis,, papah berdiri dan mengusap pundaku,,


Setelah papah meminta pelayan mengambilkan segelas air minum hangat,aku langsung meminumnya, alhadulilah ahirnya batuk ku berhenti,,


Aku rasanya malu sekali untung saja meja kita ada di belakang jadi ngga banyak orang,,


"Udah baikan hemmm,, "tanya papah


"Udah pah,,, maaf ya pah jadi ngganggu makan papah, "


"Ngga papa, Dinda mau lanjutin makanya ngga, "aku hanya menggeleng..

__ADS_1


"Dinda mau ke toilet dulu ya pah,, "


Aku masuk ke toilet,aku menyisir rambutku dan mengikatnya karena tadi batuk lumayan lama membuatku berkringat dan juga mukaku yang merah karena menahan perih di tenggorokan,, aku mencuci mukaku dan ku oles bedak samar2 biar mukaku ngga terlalu kusam,,


Setelah selesai aku menuju ke papah,, "Pah kita pulang yuk,, "saat aku sudah duduk


"Ya udah kita pulang, "aku dan papah menuju kasir karena akan membayar, setelah membayar makan kita, kita langsung menuju mobil,dan papah pun menjalankan mobil menuju rumah,,


"Dinda pengin beli makanan ngga buat di rumah, mumpung kita masih di luar, "tanya papah padaku


"Dinda,, pengin martabak pah,, "


"Ya udah kita nanti beli di belokan sebelum rumah kita yah, "aku hanya mengngguk


Setelah nyape di depan tempat martabak, papah yang turun aku di larang papah untuk, turun,aku di suruh menunggu di dalam mobil, sambil menunggu papah aku menelfon ayahku, setelah ku lihat papah berjalan menuju mobil aku menyudahi telfonku dengan ayah,,


"Telfon siapa,,, "saat duduk di bangku mobil papah tanya padaku dan sambil mengacungkan kantong yang berisi 2 box martabak


"Telfon ayah pah, ko ini belinya banyak sih pah, "


"Oh,, nanti kamu bagi buat mba iis sama yang lain,, "


"Iya,,, "

__ADS_1


Setelah sampai rumah aku menuju dapur dan mengambilkan satu box buat mba iis,pak pujo dan pak udin, yang satu box lagi buatku dan papah,,,


__ADS_2