MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Membeli Prabotan


__ADS_3

Ccciittt.....


"Aawwww,,,,,Mas. Mas tuh kenapa sih ngerem mendadak, sakit tau dada Dinda,"kataku yang mengusap dadaku karena kaget membuat sabuk pengaman menekan dadaku.


"Maaf Dek,, Mas ngga bermaksud bikin Adek sakit, "kata Papah sambil ikut mengusap dadaku.Lalu menepikan Mobilnya ke pinggir jalan.


"Kenapa Mas kaget mendengar Ayah dan Ibu akan rujuk, jangan bilang Mas ngga iklas kalau Ibu akan rujuk dengan Ayah,apa Mas masih cinta sama ibu? "kataku, sambil mataku menatap tajam ke Papah.


"Kamu ngomong apa sih Dek,,Mas cuman kaget aja.Mas malah seneng dengernya, serius,"kata Papah sambil memengang tanganku.


Saat Aku lihat mata Papah ada rasa kurang yakin mendengarkan perkataanya, entah kenapa sepertinya Papah merasa tidak jujur.


"Percaya pada Mas De,, Mas iklas sungguh, Mas hanya kaget saja, dulu Mas Dan Ibu Adek menikah hanya saling menguntungkan,ngga ada saling cinta, kita juga jarang ketemu Dek, Ibu Adek terlalu sibuk dengan pekerjaanya. Yang jadi pikiran Mas sekarang justru adalah Ayah Adek, kalau Ibu Adek masih sibuk kerja dan sering pergi keluar kota, bagai mana dengan perasaan Ayah Adek pasti sangat kesepian, karena bersetatus punya istri tapi selalu di tinggal, dulu Mas dengan Ibumu bertahan cukup lama karena Mas fikir sudah tua dan Mas hanya ingin membahagiakan Ibu Mas karena menginginkan cucu, kalau dulu Ibu Adek bisa hamil ngga mungkin Mas akan bercerai, karena Mas dari dulu memang sudah ngga ingin mengenal cinta, karena pengalaman mencintai orang yang tidak mencintai kita itu sangat sakit, bagi Mas dulu asal mempunyai keturunan dan bisa membahagiakan Ibu Mas itu sudah cukup.Beda dengan sekarang,semenjak Mas sering ketemu Adek ada rasa yang berbeda, Mas selalu ingin bertemu Adek dan jantung Mas ini berdetak sangat cepat kalau bertemu Adek, "lalu Papah memeluku dan mencium keningku.


"Percaya sama Mas Dek,, banyak Wanita yang sering menggoda Mas, tapi entah kenapa Mas sama sekali ngga merasakan sesuatu getaran atau apapun, hanya Adek yang bisa membuat Mas merasakan adanya cinta lagi di diri Mas, "tiba tiba air mataku pun menetes karena mendengarkan semua perkataan Papah.Sepertinya Papah memang tidak bohong karena Aku sekarang merasakan ketulusan pada setiap perkataan Papah.


Setelah Papah melepaskan pelukanya Papah pun mengusap air mataku, dan di ciumnya mata kanan dan mata kiriku.


"Udah,,, yah, kita langsung jalan lagi, Mas udah laper ini, "Aku hanya menganggukan kepalaku.


Papah pun melajukan Mobilnya kembali, dan kita sepakat untuk mencari rumah makan dulu untuk kita makan siang.


"Habis makan kita langsung ke toko prabotan ya Dek, "kata Papah saat kita sedang menikmati makan siang kita.


"Iya,,, .Gimana Mas sama Rumah barunya, ?"kataku sambil meminum es teh manis.


"Sudah beres semua Dek, kita tinggal isi dengan barang barang yang kita mau, "jawab Papah.

__ADS_1


"Sekur deh kalau udah beres semuanya, Trus kapan kita akan pindahnya Mas, ?"


"Nunggu semua prabotan rumahnya sudah di isi, biar kita nempatinya enak, "Aku hanya menganggukan kepalaku.


Selesai makan Aku dan Papah langsung berangkat ke toko yang kita sudah rencanakan.


Sesampainya di toko Aku langsung di suruh Papah untuk memilih yang aku inginkan dan sukai, dengan semangatnya Aku langsung memilih, maklum lah anak kampung dan dari keluarga sederhana,,sekarang di suruh memilih barang prabotan yang harganya saat Aku lihat cukup mahal.


"Adek kenapa ngga jadi kulkas yang itu, itu bagus kok, dan dua pintu lagi, katanya Adek pengin kulkas dua pintu,"kata Papah saat melihat Aku ngga jadi memilih kulkas yang cukup mahal.


"Mas,,, jangan yang itu yah, kita cari yang lain aja, yang itu sangat mahal, "Papah langsung tersenyum.


"Adek,,, ini kita beli barang buat isi rumah kita, jadi Adek pilih barang yang Adek suka dan jangan lihat harganya, buat Mas masalah harga ngga masalah,ok..."Aku langsung mengangguk.


"Tapi kalau nanti uang Mas abis gimana, Dinda kan belum kerja dan masih kuliah lagi masih butuhin biyaya banyak, "lalu papah mengusap kepalaku sambil tersenyum.


Ahirnya Aku memilih barang dengan tidak melihat harganya, Dan Aku juga selalu meminta pendapat Papah tentang barang yang Aku pilih.


Selesai kita beli prabotan, kita langsung pulang karena hari sudah sore ,kita juga sudah sangat lelah, ingin segera sampai apartemen.


Rasanya otot otot di badanku sudah tidak kaku lagi setelah berendam air hangat, saat tadi sampai apartemen Aku langsung masuk kamar mandi untuk berendam, karena merasa lengket sekali badanku.


Aku keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk saja karena lupa tidak bawa baju ganti,saat Aku buka pintu Aku melihat sekeliling kamar dulu takut ada Papah ngga, karena masih malu dan belum terbiasa mengganti baju di hadapan Papah.


Saat di lihat ngga ada Papah Aku langsung masuk, dan mengambil baju di lemari,


Setelah Aku ambil baju di lemari Aku langsung akan memakainya tapi saat sedang memakai ****** ***** tiba tiba Papah memeluku dari belakang.

__ADS_1


"Aaaww,,, "kataku teriak kaget karena Papah langsung memeluku.


"Wangi banget sih Dek,,, cup.. cup.. "kata Papah sambil menciumi punggungku.


"Iihhh,,, Mas, Awas dulu Dinda mau pakai baju,"kataku sambil melepaskan pelukan Papah.


"Ngga usah pakai baju dulu Dek,, Mas lagi pengin nih,, "jawab Papah yang makin mengencangkan pelukanya pada badanku.


"Tapi Dinda cape,,, Dinda pengin tidur Masss, "kataku sedikit memelas.


"Ya udah Adek diam saja, biar Mas yang kerja hemm,,, "sambil membalik badanku ,lalu melempar celana dalamku yang sedang Aku pegang.


"Massss,,,, "kataku yang teriak kaget karena Papah menggendongku secara tiba tiba.


Sambil tersenyum senang Papah menaro badanku di kasur, dan langsung mengungkung badanku, Aku sudah tidak bisa berkutik lagi hanya bisa pasrah.


Saat Papah sedang bermain di dua daging kenyalku, hp Papah tiba tiba bunyi tanda panggilan masuk.


"Mas,,, angkat dulu siapa tau penting, "


"Biar aja Dek,, nanggung nih Mas udah ngga tahan, "jawab Papah yang langsung kembali men*cumbui badanku.


"Masss,, bunyi lagi itu berisik ahh,, angkat dulu sonohh,,, "sambil ku dorong badan Papah.


Papah ahirnya bangun dan mengambil hpnya, tapi Papah kelihatan kaget saat melihat nama si penelfon,,,


Buat kaka kaka semuanya terimakasih yang masih suka dengan ceritaku, jangan lupa like, komen dan votenya ya kak, trimakasih.

__ADS_1


__ADS_2