MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Ciuman Pertama


__ADS_3

Saat Aku dekatkan bibirku ke bibir Dian, Dian hanya diam dan sepertinya tidak menolak. Ku lu*at bibirnya dengan pelan, lalu tanganku menahan tengkuk belakang Dian.


Karena Dian tidak membuka mulutnya, lalu ku gigit kecil, dan Dian pun membuka mulut. lidahku bermain di dalam mulutnya,sambil sesekali ku sedot bibirnya, mungkin bagi Dian ini ciuman pertamanya, karena Dian sama sekali tidak bisa mengimbangi ciumanku.


"Eemmmm,,, hoss,, hoss,,, "Aku melepaskan ciumanku, dan Dian yang sepertinya kehabisan nafas langsung menghirup udara.


Aku pun tersenyum sambil mengelap bibir Dian yang basah dan sedikit bengkak.


"Maaf,, sakit yah,, "saat jariku mengusap bibirnya.


Dian menggelengkan kepalanya sambil menunduk.


"Apa ini yang pertama,,? "lagi lagi Dian mengangguk, Aku tersenyum senang ternyata Dian benar benar belum pernah ciuman dan berarti Aku lah orang yang pertama yang mendapatkan ciumanya.


Lalu Aku tarik badanya dan ku peluk. awalnya Dian sedikit kaku tapi Aku memeluknya dengan sayang membuatnya berlahan merasakan nyaman.


"Di,, kamu Mau ngga nikah sama Mas,?"Dian mendongakan wajahnya dan menatapku.


"Mas ngga maksa kok kalau Dian belum siap, Mas akan tunggu. Tapi kalau Dian sudah siap Mas ngga mau lama lama karena Mas takut hilaf,, "sambil ku usap pipinya.


"Tapi kita belum kenal lama Mas, takutnya kita belum mengenal sifat dari kita masing masing,, "


"Iya Mas juga tau, tapi pacaran halal itu lebih enak, bebas dan ngga takut dosa,"


"Iya sih Mas itu benar, ya udah Dian nurut kata Mas aja, "


"Kalau gitu biar Mas yang urus ya Di,, "Dian pun mengangguk.


"Besok Mas udah mengajar belom,? "


"Udah,, besok Dian Mas antar ke rumah lebih pagi yah, biar Mas ngga kesiangan mengajar"Dian mengangguk.


"Besok Dian juga udah ke toko Mas,, "


"Kalau Dian pulang dari toko jam berapa,? "


"Sekitar jam 9 malam,, "

__ADS_1


"Itu ke malaman Di,,bahaya "sambil ku lepas pelukanku.


"Tapi Dian udah biasa jam segitu kok Mas,, "


"Mulai besok Mas yang akan jemput Dinda dari toko, "


"Tapi rumah Mas tuh jauh dari toko Dian, dan nanti cape lagi, udah seharian ngajar trus malamnya jemput Dian lagi,"


"Demi orang yang di cintai, pasti tidak akan merasa cape,, "


"Alahh,,, gombal,,"


"Serius,, emang Mas ada tampang becanda hemm,, "


"Adaaa,,, "Aku yang gemas saat Dian mengatakan ada,membuatku ingin menggelitikinya.


"Oh,, ada yah hemmm,, "sambil jariku menggelitik pinggang Dian.


"Hahaaa,,, geli Mas, ya Dian minta ampunnn,, ngga ada,,ngga ada,,, hahaa"saat Dian tertawa lepas membuatku tak bisa mengalihkan pandanganku. Lalu Dian pun berhenti tertawa saat melihatku yang terus menatapnya.


"Mas bisa makin gila kalau tidak secepatnya kita menikah Di,, "sambil ku gendong badanya menuju kamar.


"Ini kamar Mas,,, malam ini kita tidur di sini,, "Dian matanya melotot tanda ngga mau.


"Tenang aja sih,, Mas janji ngga akan macam macam, Mas masih bisa nahan ya walau yang di bawah ngga bisa sih,, tapi tenang aja nanti Mas akan menenangkanya,, "sambil ku dudukan Dian di atas kasur.


"Awas aja kalau berani macem macem, Dian nanti adukan ke Papah, biar Mas di marahin,"


"Iya Mas janji ngga macam macam, hanya minta satu macam saja, gimana,? "


"Massss,,,,! "Aku tertawa melihat Dian yang kesal Aku goda.


Dian bangun dari duduknya, dan melihat di sekeliling kamarku.


"Mas,,, kenapa kamar dan juga di ruangan depan ngga ada foto mba Farida, Dian pengin lihat wajah Mba Farida soalnya,, "Aku tersenyum tipis.


"Pasti Mba Farida cantik ya Mas,, orang Dinda aja cantik banget,, "Aku hanya diam dan melihat Dian yang sedang melihat ke kamar mandi.

__ADS_1


"Ih,,, Mas kok diam saja sih,, Dian ngomong denger ngga,,? "


"Dengar,,, "jawabku.


"Trus Mas masih simpan foto Mba Farida ngga,? Dian pengin lihat,,? "


"Udah Mas taro gudang,, "


"Kok taro gudang sih,, nanti kotor loh, lebih baik kan di pajang biar ngga rusak,, "


"Biarin aja sih Di,, itu hanya foto kok, yang penting di dalam hatiku nama farida sudah ku simpan di paling dalam, dia sudah tenang di sana, jadi kita hanya bisa mendoakan saja... "Dian pun mengangguk.


"Apa Mas sangat mencintai Mba Farida,,? "


"Iya,, sangat. dan Mas juga ngga akan pernah melupakanya, Tapi hidup itu harus kita jalani dengan memandang ke depan,karena kita ngga bisa hidup dengan bayangan orang yang sudah tiada, biarkan kenangan itu hanya di simpan di dalam hatiku yang paling dalam, sekarang Aku hanya ingin menjalani hidup untuk menuju masa depan dan untuk hari tuaku,"


"Apa Dian hanya pelarian dan hanya untuk teman kesepian Mas,,? "Aku langsung menggeleng.


"Pertanyaan Dian sangat salah, Saat Mas pertama lihat Dian Mas sudah tertarik, Mas juga ngga tau kenapa bisa begitu, apa lagi pas waktu malam malam Mas menolong Dian Mas makin tertarik, sampai Mas sering berfikir gimana caranya bisa dekat sama Dian,, "


"Bohong,,, waktu itu pasti kan Mas tau dong Kalau Dian itu sudah punya anak ya pasti punya Suami, kok Mas bisa langsung suka pada istri orang, "Aku mendekati Dian yang sedang berdiri, lalu kedua tanganku memegang pundaknya.


"Karena Mas udah tau kalau kamu itu ngga punya Suami, karena Zara bilang pada Mas ingin punya Ayah seperti Mas, karena kata Zara, dia dari kecil ngga punya Ayah, "


"Sekarang sudah malam, kita besok harus bangun pagi, jadi kita sekarang lebih baik tidur, ok,, "sambil ku gandeng tanganya menuju kasur.


"Tapi Dian ngga bisa tidur pakai baju kaya gini Mas,,, "


"Kalau pake baju Mas gimana, mau,,, "d


Dian pun mengangguk.


Lalu Aku carikan baju dan celana trening yang paling kecil,setelah Aku dapat Dian masuk kamar mandi dan memakainya.


Sedang Aku menunggu di atas kasur...


**Besok lagi ya kak, kira kira Doni macam macam ngga yah sama Dian..

__ADS_1


Buat cerita ABP maaf aku belum up,, lg sibuk beberes rumah, soalnya habis pindahan..


Jangan lupa like komen dan votenya makasih**...


__ADS_2