MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Papah Menjadi Pendiam


__ADS_3

"Maya,,, dari yang saya lihat dari masalah ini, sepertinya kamu mau menjebak pak Agung untuk bertanggung jawab atas kehamilanmu, tapi untungnya sebelum rencana kamu berhasil, pak Agung sudah lebih pintar untuk menujuk orang untuk membantunya mencari bukti tentang diri kamu, "aku mendengarkan ucapan rektor untuk Maya, dan aku juga sekarang sudah duduk di sebelah papah.


"Karena kesalahan kamu telah menuduh seorang dosen dan mempermalukanya,saya memutuskan untuk mengeluarkan kamu dari kampus ini, "kata rektor lagi.


"Saya mohon pak jangan keluarkan saya dari kampus ini, saya sedang sekripsi bentar lagi akan selesai saya mohon pak, "kata Kak Maya pada rektor.


"Maaf,, saya tidak bisa memberikan toleransi untuk mahasiswi seperti kamu,"


"Saya umumkan pada kalian semua yang ada di ruangan ini, bahwa dari hasil bukti bukti yang saya dapat, ternyata Pak Agung Pamuji tidak bersalah sama sekali, Pak Agung hanya di tuduh.Jadi untuk kejadian ini selesai sampai di sini, sekian dan trimakah,"lalu pak rektor dan dua orang dosen pergi dari ruangan.


Sedang Kak Maya langsung di tarik keluar oleh papahnya, dan juga mahasiswi juga mahasiswa yang ada di ruangan itu satu persatu keluar dari ruangan. Sekarang tinggal aku, papah dan Kak Aldo.


"Trimakasih atas bantuanya Do, kalau kamu tadi tidak tepat waktu pasti sudah makin runyam masalahnya, "kata papah yang berbicara pada kak Aldo.


"Iya pak sama sama, ini juga petunjuk dari bapa, dan untungnya pihak hotel berbaik hati memberikan rekaman CCTV itu,tapi bukti dari Dinda sangat mengejutkan saya pak, "kata kak Aldo, sedang aku dan papah langsung saling pandang.

__ADS_1


"Maaf Do,,, itu belum bisa aku ceritakan, lain kali pasti saya ceritakan, sekarang saya ingin pulang dulu, karena 2 minggu lebih saya tidak bisa tidur dengan nyenyak karena masalah ini,jadi saya mau pulang dulu, sekali lagi trimakasih, "sambil berdiri papah dari duduknya.


"Kak,,, makasih atas semuanya, Dinda juga pamit pulang, "kataku.


Sedang kak Aldo hanya menganggukan kepala dan senyum. Lalu papah mengulurkan tanganya padaku, aku langsung menyambutnya dengan senang, ku genggam tangan papah dan berjalan keluar dari ruangan itu.


Sampai di luar genggaman papah masih erat menggenggam tanganku, banyak mahasiswa dan mahasiswi yang melihat ke arah kita berjalan, tapi papah hanya diam tanpa ikut menyapa mereka, entahlah mungkin papah marah karena di antara mereka tadi banyak yang menghujatnya.


Sampai di dalam mobil papah langsung menjalankan mobilnya, aku juga hanya diam karena melihat papah yang habis mendapat tekanan jadi merasa kasihan, aku membiarkanya tenang dan tidak ingin menanyakan tentang kak Maya, biarkan papah bicara padaku dengan sendirinya aku tidak mau memaksanya untuk cerita.


Saat sampai di parkiran apartemen kita langsung turun, dan papah langsung menggandeng tanganku sampai masuk ke dalam gedung apartemen juga sampai masuk di kotak besi berjalan.


Aku membalas pelukan papah, pelukan yang sudah lama aku rindukan, cukup lama kita berdiri dengan saling berpelukan, ahirnya aku menyuruh papah untuk mandi agar lebih segar, karena sepertinya papah tidak mengurus penampilanya, kelihatan dari rambut yang sudah tumbuh lumayan banyak di dagu dan di kumisnya, karena biasanya papah selalu mencukurnya agar kelihatan lebih muda dan segar.


Sambil menunggu papah yang sedang mandi, aku pun menuju dapur untuk memasak, saat aku lihat isi kulkas ternyata masih banyak bahan masakan yang dulu aku dan papah belanja bersama, mungkin karena papah ada masalah jadi malas memasak.

__ADS_1


Aku ambil ikan patin, dan buncis.Ikan patin akan aku masak asam pedas sedangkan untuk sayurnya aku akan menumis buncis,dan aku langsung mengerjakanya.


Tidak butuh satu jam masakanku sudah matang dan sudah ku taro di meja, sekarang tinggal panggil papah yang sedang di kamar.


Tok tokkk...


"Masss,,,, "kataku.


"Masuk aja dek,,, "jawab papah.


Aku buka pintu kamar papah dan ku lihat papah yang sedang duduk di kasur dengan memegang hpnya .


Lalu papah menyuruhku untuk mendekat,setelah aku sudah di depan papah, papah langsung memeluku, papah masih duduk di kasur sedang aku berdiri,ku usap rambut papah yang masih memeluku.


"Kita makan dulu yuk,, pasti Mas belum makan kan,,,? "kataku.

__ADS_1


"Iya,,, "lalu aku dan papah keluar dari kamar dan menuju ke meja makan.


Aku mengambilkan nasi, lauk juga sayurnya untuk papah makan, setelah itu kita makan bersama,, ada sedikit perubahan dari papah,sekarang lebih pendiam.


__ADS_2