MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Rizki Terluka


__ADS_3

Zara yang trus saja berteriak minta tolong,membuat 2 pereman yang menyerang Rizki pun takut,dan satu preman pun mengajak temanya untuk pergi,dan sebelum mereka pergi ,preman yang memegang pisau itu berhasil melukai lengan Rizki dengan pisounya.


Preman pun pergi dengan berlari,karena sudah ada dua motor yang berhenti ingin menolong Rizki.


Zara langsung mendekat ke Rizki yang sedang kesakitan.


"Abang,,Abang ngga papa kan,,"saat Zara mendekati Rizki.tapi Rizki seperti menahan sakit.


"Ngga papa,,ini hanya luka kecil aja,,"


"Ada apa ini Mas,,Mas di rampok,,?"


"Apa ada yang terluka,,?"


Orang yang datang mendekat pada Rizki dan Zara.


"Kita ngga papa kok pak,,trimakasih sudah mau berhenti,jadi para preman itu pun pergi,,"


"Oh iya Mas,,kalau gitu kita pergi ya Mas,,"


"Iya silakan pak,,"


Setelah dua bapa bapa pergi,Zara mengajak Rizki masuk ke mobil,tapi karena peralatan tadi yang buat ganti ban mobil belum di beresin,Rizki pun membereskanya dulu.


"Biar Zara aja Bang,tangan Abang pasti sakit,,"sambil Zara mengambil ban yang bocor.


Lalu Rizki pun memberikanya,memang tanganya sangat sakit dan mengeluarkan darah,Zara dengan cepatnya membereskan semua barang barang dan memasukanya ke dalam bagasi mobil.


Lalu.mereka berdua pun masuk mobil.


"Bantu Abang melepaskan jasnya,,"Zara pun langsung membatunya,dan saat jas terlepas langsung terlihat lah luka di lenganya .


"Ya Tuhan Bang,,lukanya lebar gini,,darahnya gimana ini banyak banget,,"sambil Zara mengambil tisu untuk mengusap darah yang masih mengalir.

__ADS_1


Rizki pun kesakitan saat Zara mengusap lenganya yang masih saja mengeluarkan darah.


"Bang,,kita ke rumah sakit aja yu,,darahnya ngga mau berhenti,Zara takut,,"


"Ngga papa ini hanya luka biasa,,kita cari apotek aja,"Kata Rizki sambil membawa mobilnya.


Sedang Zara memegang tangan Rizki yang sakit dan menutupnya dengan banyak tisu.


Tidak jauh terlihat ada apotek,dan Rizki lalu berhenti di depan apoteknya.


"Zara aja yang keluar ya Bang,,Abang di mobil aja,,"kata Zara sambil keluar dari mobil.Dan Rizki hanya menganggkuk sambil menekan lukanya dengan tisu.


Zara pun membeli yang di butuhkan buat mengobati luka Rizki.


"Sinih Bang Zara kasih obat dulu,,"Zara memgambil tangan Rizki lalu membersihkan darahnya ,setelah itu memberi obat agar darahnya berhenti,dan setelah itu di tutup perban.


Zara melakukanya dengan hati hati,juga sambil meniup lukanya.karena mereka sangat dekat membuat Rizki dengan leluasa bisa melihat wajah Zara yang cantik dan sangat mulus.


"Nih anak benar benar cantik,apa lagi di lihat dari dekat begini,,"kata hati Rizki sambil melihat ke arah Zara .


Untuk beberapa menit mata mereka pun saling tatap.tapi mereka berdua langsung sadar,Rizki membuang wajahnya ke samping,sedang Zara langsung menunduk lagi menyelesaikan perban yang belum selesai.


"Makasih,,"kata Rizki setelah Zara selesai memberi perban.


"Justru Zara yang harusnya berterimakasih,karena Abang terluka gara gara selametin Zara dari preman tadi,"Rizki pun tersenyum dan mengangguk.


"Kita pulang sekarang yah,,"kata Rizki sambil mensetater mobilnya.


"Iya Bang,,,"jawab Zara.


"Bang,,itu lukanya yang di bibir sampai rumah di kompres yah,takut besok jadi bengkak ,,"Rizki langsung mengusap bibirnya yang ternyata luka,karena dari tadi Rizki hanya merasakan sakit di tanganya saja jadi yang di bibir ngga di rasa.


"Iya,,nanti sampai rumah Abang obati,,"

__ADS_1


Mobil Rizki pun sudah sampai di rumah Hendra.Dan masuk ke dalam setelah pak satpam membukakan pintu gerbang.


"Bang sekali lagi trimakasih yah,,"


"Iya,,udah ngga papa,dan kejadian tadi jangan bilang Papahmu yah,takut Papahmu jadi kuatir ,,"


"Iya Bang,Abang ngga mampir dulu,,"


"Ngga usah deh,,udah malam soalnya,,"Lalu Zara pun keluar dari mobil Rizki.


Setelah Zara masuk ke rumah,Rizki pun langsung pergi dan pulang.


Rizki sebenarnya merasa sakit juga pegal di tanganya,dan Rizki sambil jalan pulang mencari klinik yang masih buka untuk memeriksakan lukanya dan agar mendapat obat untuk lukanya supaya cepat kering dan tidak sakit lagi.


Rizki ahirnya menemukan klinik dan berhenti.Rizki turun dan masuk,lalu Dokter memeriksakanya juga memberinya obat.setelah selesai Rizki langsung pulang ke rumah.


Sampai rumah Rizki masuk ke dalam sambil memegangi tanganya yang luka.


"Abang baru balik,,?"tanya Adik Rizki.


"Iya,,"jawabnya yang langsung duduk di sofa .


"Tangan Abang kenapa,,?"


"Hanya luka kecil,,"


"Kecil gimana sih,orang panjang gitu juga,,"sambil melihat lukanya.


"Udah ngga usah panik kaya ibu ibu deh,ini udah di obatin ,tadi Abang sudah dari klinik,,sekarang kamu ambilin minum buat Abang,karena Abang mau minum obatnya,"Adik Rizki pun menurut.


Rizki dan Adiknya tinggal berdua,karena Ayahnya sudah meninggal,sedang Ibunya bekerja di Kota Bali,jadi mereka tinggal hanya berdua,tapi ada Bibi yang bekerja di rumah Rizki,dan Ibu Rizki pulangnya kadang sebulan sekali,Adik Rizki sudah SMA dan bernama Bumi.


Bumi pun keluar dari dapur sambil membawa gelas yang sudah di isi dengan air minum.Ruzki lalu meminum obatnya,setelah itu Rizki pun masuk kamar untuk istirahat.

__ADS_1


Jangan lupa like,komen dan votenya trimakasih,,,


__ADS_2