MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Makan Siang Bareng Istri


__ADS_3

"Ji,, Apa ada obat untuk penyakit seperti ini, "Ahirnya Ayah pun berbicara, setelah cukup lama terdiam dan menangis dalam diam.


"Segala penyakit Semua pasti ada obatnya,kita sebagai Dokter pasti akan mengusahakan untuk menyembuhkan semua pasienya, tapi untuk bisa sembuh itu juga dari orangnya sendiri yang punya kemauan untuk sembuh atau tidak, banyak orang yang terkena penyakit seperti ini ahirnya sembuh itu banyak dan ada juga yang tidak bisa bertahan, itu bisa sembuh pastinya dari diri sendiri juga dari dukungan keluarga, Makanya tugas Ayah sekarang adalah memberi tau Ibu dan memberi semangat pada Ibu untuk sembuh, "kataku.


"Sudah berapa persen penyakit ini di badan Ibu,, ?"


"70 persen,, sepertinya Ibu kemaren tidak memperhatikan sakitnya, jadi sekali sakit langsung parah, coba Ibu jaga kesehatanya pasti penyakit seperti ini bisa di cegah, "


"Aku harus gimana Ji,sekarang,?"


"Ayah harus kasih semangat untuk Ibu, dan selalu memperhatikanya,agar Ibu merasa tidak di sia siakan, "kataku.


"Apa Aku yang harus memberi tau kan tentang hasil ini,? "


"Iya,, Ayah harus memberi tau pada Ibu dengan sakitnya ini, dan harus pelan pelan ya Yah,, "Ayah pun mengangguk.


Lalu Ayah pergi ke luar dari ruanganku, Aku pun mengusap wajahku dengan kasar. Ayah yang bingung memberi taukan pada Ibu, sedang Aku bingung memberi taukan pada Istriku.


Saat sedang mencari cara untuk bilang ke pada Istriku, tiba tiba hpku berbunyi tanda panggilan masuk.


📲Cintaku...


"Hallo Dek,, "


"Iya Hallo Mas,,Mas sedang sibuk ngga,?


"Ngga sih,, ada apa hemmm... ?


"Dinda ingin makan siang bareng Mas, apa bisa,?


"Bisa,,, Mas jemput ke situ apa Adek yang ke sini,, "


"Mas jemput aja Dinda ke sini yah,, "


"Oh gitu,, ok nanti Mas jemput Adek yah,, sekitar jam setengah 12 an aja Dek,, "


"Iya Mas,, Dinda tunggu, ya udah dulu ya Mas"

__ADS_1


"Iya Sayang,,, "


Setelah sambungan telfon Aku matikan, Aku langsung mengecek kembali tentang jadwal oprasi, karena ahir pekan ini Aku dan anak Istriku akan menjenguk Ibu di kampung.


Tidak terasa jam cepat berlalu sekarang sudah pukul 11siang, Aku langsung bersiap siap untuk ke rumah sakit tempat Istriku bekerja.


Aku langsung ke parkiran, dan menuju mobilku. Aku masuk ke dalam mobil dan tancap gas,, Sesampainya Aku di rumah sakit tempat Istriku bekerja Aku langsung turun dan menuju ruanganya.


Saat Aku sedang jalan,, tiba tiba ada yang menepuk pundaku dari belakang. saat Aku tengok ternyata Dia adalah Dokter Budi teman lamaku.


"Wah,,, Pak Dokter Bedah makin ganteng aja nih, "kata Dokter Budi.


"Eh,, Dokter Budi bisa aja, Dokter Budi apalagi masih muda dang gagah, pasti banyak suka nih,, kok Dokter Budi di sini, apa tempat baru yang Dokter katakan waktu itu adalah rumah sakit ini,, ?"kataku sambil berjabat tangan.


"Iya,,Saya bekerja di sini Dok,, Dokter Agung ada apa datang ke rumah sakit Ini,? "sambil berjalan bersama.


"Mau bertemu teman, ada perlu sebentar,, "


"Oh gitu,, ya udah dulu ya Dok, saya sedang buru buru mau ke ruangan pasien, sampai jumpa lain kali,, "


"Iya Dok,, silakan, "kita pun berpisah.


"Siang Sayang,,, "kataku saat masuk.


"Hai Mas,, kok ngga ngabarin sih dah datang, "sambil Istriku bangun dari duduknya, dan mendelat padaku.


"Sengaja,, "sambil Aku peluk Istriku dan ku cium keningnya.


Lalu kita berdua pun langsung menuju ke sofa untuk duduk.


"Tumben pengin makan siang bersama,,, hemmm,,, ?"tanyaku.


"Lagi pengin aja,, ya udah kita jalan sekarang yuk, keburu jam istirahatnya habis lagi, "kata Istriku sambil bangun dan menuju meja kerjanya untuk mengambil tas juga menggantungkan baju putihnya.


Lalu Aku dan Istriku pun keluar dari ruangan istriku, kita langsung menuju ke parkiran, tapi sebelum pergi Istriku bilang dulu pada suster Jeni, bahwa dia akan makan siang di luar, setelah sampai parkiran Aku langsung mebukakan pintu mobil untuk Istriku.Setelah itu kita pun pergi mencari rumah makan ke inginan Istriku.


Setelah dapat Rumah makan yang Istriku mau, kita langsung turun dari mobil dan masuk ,kita juga mencari tempat yang sedikit nyaman untuk duduk, setelah dapat tempat duduk kita langsung memesan makanan, Istriku memesan soto daging dengan nasi, sedang Aku memesan gado gado.

__ADS_1


Sambil menunggu makanan datang, Istriku menanyakan tentang hasil dari pemerilsaan Ibu.


"Mas,,, gimana hasil dari pemeriksaan Ibu,? "


"Hasilnya nanti siang baru keluar Dek,, "kataku berbohong karena tidak ingin merusak acara makan siang ini, sebenarnya Aku kasihan pada Istriku yang Aku bohongi tapi Aku terpaksa.


"Oh gitu,, nanti Mas harus mengabari Dinda langsung loh Mas,, "Aku pun mengangguk sebagai jawabn.


Makanan kita pun ahirnya datang,kita langsung mulai memakanya, Aku melihat melihat Istriku yang dengan lahapnya memakan soto daging juga nasinya.


"Sayang pelan pelan makanya,, jangan buru buru gitu, ngga baik ah takut nanti tersedak, "kataku sambil mengelap bibir Istriku dengan tisu yang sedikit blepotan.


"Heheee,,, iya Mas, soalnya ini enak banget Mas.Mas mau coba ngga,? "


"Mas ini aja, udah itu buat Adek,, "jawabku.


Dan Istriku mengangguk, lalu melanjutkan makanya dengan lahap. setelah makanan kita habis, kita pun langsung masuk mobil untuk mengantarkan Istriku ke rumah sakit.


"Mas nanti Dinda ke rumah sakit Mas yah, kita pulang bareng, Dinda pengin jenguk Ibu, "kata Istriku saat di dalam mobil.


"Iya,, nanti Mas tunggu yah,, "kataku dan Istriku pun mengangguk.


Sesampainya di rumah sakit, Aku tidak ikut turun, hanya mengantar Istriku sampai depan rumah sakit, saat sebelum turun Istriku mencium pipi kanan dan kiriku.


"Mas hati hati di jalan yah,, dan kabarin Dinda kalau sudah sampai, "katanya dan Aku hanya mengangguk.


Setelah Istriku turun, Aku langsung menkalanlan mobilku menuju rumah sakit tempatku bekerja.


.


.


"Oh,, ternyata kekasih Anda adalah suami orang,,,,,,


**Trimakasih untuk yang masih suka dengan ceritaku, maaf kalau BAB ini garing ya kak,,karena dalam menulis kadang aku juga merasa bingung dan susah untuk mencari kata kadang juga ide, kalau lagi banyak kerjaan didunia nyata. apa lagi Aku ada cerita yang sedang sama sama jalan, jadi kadang tuh jadi bingung.


Kalau berkenan silakan kaka baca ceritaku yang AKU BUKAN pebinor, di sana sudah ada adegan ke uwuanya loh,, mampir dan tinggalkan jejak ya kak, trimakasih.

__ADS_1


Jangan lupa untuk like komen, dan votenya**...


__ADS_2