MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Rupanya Mantan Papah


__ADS_3

"Mas Agung,,, "


"Seli,, "


Aku pun langsung menghetikan langkahku saat Papah juga berhenti berjalan, dan aku melihat Papah dan Mamah Dina yang saling pandang juga saling memanggil nama, sepertinya mereka saling kenal.


"Mas Agung gimana kabarnya,? "tanya Mama Dina papa Papah,lalu berjalan mendekat ke Papah.


"Baik, "jawab Papah cukup singkat.


"Mas Agung mau pulang apa mau pergi, "


"Saya mau pulang.Adek ayo kita pergi, "ajak Papah sambil menarik tanganku.


"Tante,,, Dinda duluan yah. Dina cepet sehat juga yah, sampai jumpa lagi,"kataku sambil aku jalan dengan tangan yang sudah di tarik Papah.


Kita sekarang sudah di dalam taxsi, dan sedang dalam perjalanan menuju rumah Ibu mertua.Sedang Papah di dalam taxsi hanya diam saja,aku berfikir mungkin Papah cape.


Saat sampai di rumah Ibu, kita turun dari taxsi dan di teras rumah sudah ada Ibu yang sudah menunggu kedatangan kita.


"Ibu,,, "kataku sambil ku cium tangan Ibu.


"Sayang,,, cape yah, ayo masuk, "kata Ibu.


Sedang Papah berjalan di belakang aku dan Ibu ,tapi sebelumnya Papah menyalami Ibu dan mencium tanganya.


"Kita ke rumah Pamanmu nanti aja setelah kalian bersih bersih,dan sekarang kalian istirahat aja dulu yah, "kata Ibu. Saat kita sudah di dalam rumah.


Aku pun mengikuti Papah yang berjalan menuju kamar Papah. Saat masuk aku melihat kamar yang sangat luas dua kali besar dari kamarku.Aku langsung menjatuhkan badanku di kasur sedang Papah langsung menuju kamar mandi.


"Adek mau mandi ngga,? "kata papah setelah keluar dari kamar mandi.


"Iya,,, Dinda mau mandi, tapi cium dulu, "kataku sambil ku memajukan bibirku.


Lalu papah memegang wajahku dengan tanganya dan langsung menciumku.


Cup.. Cup...


Aku langsung tersenyum dan langsung masuk ke kamar mandi.


Sekitar jam 7 malam kita berangkat menuju rumah Paman Papah, rumahnya tidak terlalu jauh, setelah sampai Aku, Papah dan Ibu langsung menemui Paman dan Bibi Papah,setelah mengucapkan bela sungkawa kita langsung melihat zenazah anak Paman, kita bertiga langsung membacakan doa dengan duduk di dekat zenazah.


Selesai membacakan doa,Aku di suruh duduk di ruang tengah bersama Ibu juga para Ibu2 yang lainya, sedang Papah berkumpul bersama Bapa Bapa.


"Jeng,, ini siap yah kok saya baru lihat, "tanya salah satu Ibu yang ada di situ.


"Oh,, iya kenalkan ini menantu saya namanya Dinda istrinya Agung, "kata ibu


"Loh,, kapan menikah kita kok ngga di kabarin sih jeng, 'kata ibu satunya lagi.

__ADS_1


"Mereka menikah baru dua hari, dan karena Pamanya sedang berduka jadi mereka pulang,"jawab ibu.


"Sepertinya Dinda masih sangat muda ya jeng, "tanya Ibu salah satunya lagi.


"Iya,, memang masih muda, Dinda juga masih kuliah, "jawab ibu lagi.


Aku hanya jadi pendengar dan sesekali tersenyum mendengar obrolan Ibu Ibu.


"Jeng,, sudah tau belum kalau mantanya Agung, si Seli itu sekarang jadi janda loh dan mempunyai satu orang anak, "Aku langsung melihat ke Ibu yang bicara itu.


"Ya biarin saja, mungkin memang tidak berjodoh dengan suaminya, "jawab Ibu.


"Hati hati loh Din,, Seli itu cunta pertamanya Agung, yang membuat Agung ngga menikah menikah sampai udah umur, "


"Ibu ibu,,, jangan ngomng begitu, sekarang kan Agung sudah menikah jadi jangan kalian pada menyangkutkan hubungan Agung dengn Seli, "aku hanya diam mendengarkan para ibu Ibu membicarakan Papah, toh sekarang papah sudah menjadi suami Dinda kok,fikirku.


Jam menujukan pukul 10 malam dan Ibu mengajak Aku dan Papah untuk pulang,dan besok acara pemakaman kita kesini lagi.


Sampai di rumah Aku dan Papah langsung masuk kamar dan aku berganti baju.Sedang Papah langsung merebahkan tubuhnya di kasur.


"Mas,, ganti baju dulu dan cuci mukanya juga,"kataku saat sudah duduk di sebelah Papah yang sedang tiduran.


Lalu Papah bangun dan menuju kamar mandi, setelah Papah masuk kamar mandi Aku langsung berbaring di kasur dengan menyelimuti badanku.


Aku merasakan pelukan yang membuatku menjadi hangat, Papah menciumi rambutku dan turun ke leher.


"Tanya apa sayang hemmm,, "kata Papah sambil masih menciumi leherku.


"Tapi janji jangan marah yah, "kataku dan Papah menjawab "Ya, "


"Apa gara gara seorang wanita yang bernama Seli Mas jadi telat menikah, "kataku.


"Adek kata siapa,? "kata Papah yang sepertinya kaget mendengarkan pertanyanku.


"Heemmm tadi Ibu Ibu di rumah Paman pada ngomongin Mas dengan perempuan yang bernama Seli, "kataku.


"Itu hanya masa lalu Mas, karena sekatang Mas sudah punya Adek yang akan menjadi teman hidup Mas untuk sampai tua, dan hanya mautlah yang akan memisahkan kita, "aku hanya tersenyum dan langsung berbalik dan sekarang kita saling berhadapan.


"Amin,, Tapi kata Ibu Ibu juga bilang kalau kak Seli sekarang sudah jadi janda, "kataku.


"Ya biarin aja, emang apa urusanya sama Mas, "jawab Papah.


"Dinda takut Mas kembali dengan kak Seli lagi, Aww,,,, "Papah menyetil keningku Aku pun mengusap keningku yang merasa sakit.


"Makanya Jangan ngomng sembarangan, ngga baik itu, "


Aku pun menganggukan kepalaku, siapa sih yang ngga takut bersaing dengan cinta pertamanya, parahnya Papah ngga nikah nikah karena wanita itu.


Papah tiba tiba mencium bibirku karena aku terus saja diam, eeemmmmm....

__ADS_1


"Dek,,, lanjutin yang tadi sore tertunda yuk,,"kata papah setelah melepas ciumanya.


"Emang Mas ngga cape apa,? "tanyaku.


"Kalau yang itu mah, Mas ngga ada kata capenya, justu makin sehat, "kata Papah sambil melepaskan kancing bajuku satu persatu.


Diciumnya leherku, dan tidak ketinggalan Papah meninggalkan jejaknya di leherku.


"Mass,,, uuhhh,, pelan aja sihhh,,, "kataku saat Papah langsung melahap dua daging kenyalku dengan rakus.


"Heeeemmmm,,, "hanya deheman dan anggukan saja Papah menjawab.


Aku sangat menikmati permainan Papah, sepertinya ada rasa yang membuatku sangat nikmat.


Setelah Papah puas dan membuat peta yang berwarna merah di leherku, Papah memulai penyatuan kita.


Masih terasa sakit saat pertama masuk, tapi sesudah masuk semuanya justru nikmat yang kurasakan.Pertempuran kita pun di mulai.Setelah pertempuran berahir kita berdua pun terkapar lemas.


Karena merasa lelah kita pun langsung tertidur.


Suara ayam pun terdengar berkokok, bertanda sudah pagi, Aku menggerakan badanku dan ternyata terasa berat karena Papah memeluku.


"Mass,,, bangun gih, udah jam 6 pagi, kita kan mau ke rumah paman, "kataku ,sambil melihat jam dan juga sambil menggeser tangan papah.


"Iya,,, Adek tolongin Mas bikinin kopi yah, "kata Papah dengan mata terpejam.


Lalu Aku bangun dan menuju kamar mandi, tidak lupa Aku mengambil baju di lantai yang semalam di buang Papah.


Aku keluar kamar dengan baju daster tampa tangan dan ada kancingnya di bagian depan.


Aku akan menuju dapur tapi pas lewat ruang tamu sepertinya Ibu sedang ada tamu karena terdengar suara orang mengobrol.


"Dinda,,,, sinih sayang, "tiba tiba Ibu memanggilku untuk mendekat padanya.


"Iya Bu,,, "kataku sambil berjalan mendekat ke Ibu. Saat aku sudah dekat dengan Ibu,rupanya tamunya adalah mamahnya Dina.


"Mama Dina,,, !"kataku.


"Dindaaa,,,! "


"Kalian sudah saling kenal yah, ?"tanya Ibu.


"Kemarin kita ketemu di bandara Bu, saat Dinda menunggu Mas Agung ke toilet,"kataku.


"Oh,, gitu. Berarti nak Seli udah tau dong kalau Dinda ini istrinya Agung, "


"APA.... "


Jangan bosen untuk kasih like, komentar juga votenya buat aku ya kak,kalau mau kasih hadiah juga aku mau hehe .terimakasih 😘😘

__ADS_1


__ADS_2