MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
8 Bulan


__ADS_3

DINDA DAN AGUNG


"Dek,,, ganti baju dulu,, baru tidur,, "kata Suamiku, karena saat ini Aku sudah merebahkan badanku di kasur, rasanya kakiku sangat pegal, karena kita baru pulang dari rumah sakit untuk memeriksakan kandungan.


Usia kandunganku memasuki bulan 8 jadi sudah sangat besar, karena Aku hamil anak kembar.dan setiap kita USG anaku yang satunya selalu menutupi kela*inya dengan kaki, sehingga yang satu belum tau jenis kelaminya, tapi bagi Aku dan suami tidak masalah, asalkan mereka berdua sehat.


"Iya Mas,, tunggu bentar, Dinda kakinya pada pegal jadi malas untuk jalan,, "


Tapi rupanya suamiku mengambilkan baju untuku, lalu mebantu memakaikanya padaku.


"Apa kakinya masih pegal,,? "Aku mengangguk.setelah selesai membantuku mengganti baju.


"Sinih Mas pijitin, Adek tiduran aja,, "lalu Aku menurut dan Suamiku pun memijit kakiku.


"Mas udah tau belum kalau Ayah sudah melamar kak Dian,,? "tanyaku.


"Belum,,, wah Ayah gerak cepat juga ya Dek,, "sambil tersenyum Suamiku berkata.


"Iya,,, dan katanya ngga mau lama lama lagi nikahnya,, "


"Nanti kalau Ayah menikah Dinda ingin ke sana ya Mas,, "


"Kita lihat nanti saja yah,, Adek kan sedang hamil jadi lihat kondisi Adek dulu, memungkinkan untuk perjalanan jauh apa ngga,, "Aku pun mengangguk.


Suamiku memijit kakiku dua duanya,, rasanya sangat nyaman.


"Sudah enakan belum Dek,,? "


"Sudah Mas,,, "jawabku, tapi Suamiku malah masih memijitku, tapi pijitanya makin ke atas membuatku geli karena memijitnya seperti di usap usap gitu.


"Mas,, geli,, "kataku karena Suamiku memijit sampai baha.


"Dek,, Mas pengin nengok dede,, Adek masih cape ngga,, "


"Tapi Dinda ngantuk Mas,, besok aja yah,, "

__ADS_1


"Tapi Mas penginya sekarang, tuh liat adek kecil Mas udah bangun,,"sambil tanganku di arahkan ke adek kecilnya.


"Iih,,, kok udah bangun Mas,, "sambil ku tarik tanganku.


"Ya gimana ngga bangun orang dari tadi Mas ngusapin paha putih dan mulus begini,, "sambil tanganya mengusap usap pahaku.


"Mau ya Dek,, bentar aja,,biar kepala Mas ngga pusing,,"katanya lagi, dan Aku yang merasa kasian pun mengangguk.


"Tapi pelan pelan ya Mas,, "sambil tersenyum Suamiku lalu mengangguk.


Suamiku mulai dari mencium perutku yang sudah besar, setelah itu lalu melepaskan bajuku.


Suamiku mencium bibirku dengan pelan, Aku pun menyambutnya,dan kita saling mel*umat bibir.tangan Sumiku tidak tinggal diam, tanganya mengusap usap di dua daging kenyalku.


"Eeemmm,,, Masss,,, "saat ku lepas ciumanku.


Ciuman suamiku turun ke leherku, di jilat dan di gigitnya kecil kecil, membuatku merasakan nikmat, tanganku meremas rambut suamiku.


"Mas,,, uuhhh,,, "saat mulut Suamiku ada di daging kenyalku, tapi hanya menjilati ujung daging kecil yang berwarna coklat, karena air su2nya sudah keluar, jadi suamiku pun tidak menyedotnya.


Suamiku membuka kakiku, dan lalu di lebarkanya, trus tempat sensitifku di usapnya dengan tangannya. lagi lagi Aku melengkuh karena rasa nikmat yang Aku rasakan.


"Eeemmmm,,, Masss,,,,, "sambil ku jambak rambut Suamiku.


Karena rasa nikmat dari permainan bibir dan lidah Suamiku, mbuatku cepat merasakan kenikmatan.


"Maaaaassssss,,,,,, "teriaku.


Nafasku naik turun, dengan mataku yang terpejam karena merasa lemas..


Setelah suamiku memberiku istirahat sekarang giliran Suamiku yang akan memu*skan adik kecilnya. Secara pelan di masukanya adik kecil suamiku ke dalam inti tubuhku, karena perutku yang sudah besar membuat posisiku sedikit susah,,


Setelah masuk semuanya Suamiku menggerakanya secara berlahan, sambil mulut Suamiku mengeluarkan suara suara kenikmatan.


"Adek miring yah,, biar lebih nyaman,, "Aku pun menurutinya.

__ADS_1


Setelah Aku memiringkan badanku, suamiku juga memiringkan badanya dari belakangku,, dan setelah adek kecilnya masuk gerakan suamiku makin cepat dan sekitar 5 menit Suamiku melakukan tembakan.


"Oooohhhh Dekkkk,,, enaknyaaa,,,, "sambil memeluku dan Suamiku belum melepaskan penyatuan kita.


Suamiku lalu bangun dan menuju kamar mandi, sedang Aku yang merasa lemas hanya tetap tiduran dan memejamkan mataku.


"Adek,, bersih bersih dulu yuk,,, nanti baru tidur,,"sambil mengusap kepalaku.setelah Suamiku dari kamar mandi dan sudah memakai baju.


"Dinda lemas Mas,,, "


"Sinih Mas bantu,,"sambil membantuku bangun, dan berjalan pelan menuju kamar mandi.


Di dalam kamar mandi, suamiku yang membersihkanku, dengan menyabuni inti dari badanku, Aku hanya duduk di bangku kayu yang kusus untuku mandi, ini ide suamiku agar Aku mandi dengan duduk tidak berdiri. Aku hanya diam dan Suamiku yang bekerja. setelah selesai Aku di pakaikan handuk, sambil berdiri di depan kaca yang besar membuat Aku melihat badanku yang sangat gemuk sekarang.


"Mas,,, Dinda sekarang gemuk banget yah,, pasti Dinda jadi jelek yah Mas,,, "sambil Suamiku memakaikan baju daster kepadaku.


"Kata siapa jadi jelek, justru makain cantik,, "jawabnya.


"Kamu tuh Mas kalau bohong jangan kelewatan napa sih,, orang Dinda jadi gendut gini kok cantik,, "


"Mas serius Dek,, Adek kalau lagi hamil gini Mas sangat suka,, kelihatan cantik dan sexsi,, "sambil meremas bokongku.


"Mas,, kamu tuh iseng banget sih, "sambil Aku melotot.


"Uluhhh,,,,malah makin cantik deh kalau lagi marah gini,, "


Lalu tangan suamiku mendekap pipiku, dan mencium bibirku sekilas.


Cup,,,


"Bagi Mas Adek adalah wanita yang paling cantik setelah ibunya Mas,, "


Cup,, Cup,, sambil menciumi pipiku yang cabi juga. Aku pun tersenyum senang.


**Maaf kalau ceritanya garing ,,aku kasih selingan Dinda dan Agung,, karena kaka kaka ada yang kangen dengan ceritanya, besok kembali lagi ke Doni dan Dian yah kak..

__ADS_1


Jangan lupa untuk like komen dan vote,, trimakasih**...


__ADS_2