MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Menjadi Teman Dengan Mengancam


__ADS_3

Tiya dan Iza ikut sibuk membagi kamar untuk anak anak,sekitar satu jam ahirnya semua sudah mendapatkan kamar.


Bu Guru lalu menyuruh semuanya istirahat dua jam,setelah itu mau langsung mengadakan acara lomba.


"Kak ayo kita ke kamar,tas Kaka mana,,?"Tiya langsung teringat tasnya.


"Oh iya Kaka mau ambil Tas dulu yah,kamu masuklah ke kamar,dan istirahat,,"


"Iya Kak,,"


Iza menuju kamarnya,sedang Tiya mencari kamar kelas 12 laki laki.


"Tiya mana Za,,?"tanya Zee saat melihat Iza masuk kamar sendirian.


"Kaka lagi ambil Tasnya,?"


"Di mana,,?'


"Aku ngga tau,,ahh,,enaknya tiduran,,"kata Iza sambil rebahan.


Di kamar itu ada tiga kasur,dan satu kasur di tiduri tiga Anak.


Tiya menuju vila sebelahnya lagi,karena Vila yang mereka tinggali dua dan berdekatan.satu Vila khusus perempuan dan satu vila laki laki.


"Hai,,Aku minta tolong panggilin Kak Torik dong,"


"Oh iya kak,,"Tiya menyuruh adik kelasnya yang sedang ada di depan vila.


Tiya menunggu sambil duduk di bangku,dan tidak lama Torik datang lalu duduk di sebelahnya,sambil Torik memangku tas milik Tiya juga mengacungkan minuman botol.


"Minumlah ,pasti kamu capek dari tadi belum istirahat,"Tiya ngga mengambilnya,justru bangun dari duduknya dan mengambil tasnya,tapi Torik menahannya.


"Minum dulu,ini ngga aku kasih racun,baru tas Aku kasih ke kamu,,ambil,,!


"Aku ngga haus,,"jawab Tiya.


"Kamu udah terlihat capek,wajahmu aja terlihat kelelahan gitu ,minum,,"Torik membukakan tutup botolnya.setelah terbuka langsung memberikan ke Tiya,Ahirnya Tiya pun meminumnya,karena memang Tiya merasa haus dan lemas,Tiya habis setengah botol.


Torik dengan beraninya menarik tangan Tiya agar duduk kembali,Tiya pun terduduk di bangku.


"Aku ingin berteman denganmu,kamu mau kan jadi temanku,,?"


"Aku ngga mau,,"jawab Tiya langsung.


"Kenapa ngga mau,?"


"Ngga mau aja,"


"Kalau gitu tas kamu ngga akan Aku kasih,sebelum kamu setuju untuk jadi teman ku,"Tiya membulatkan matanya,sedang Torik mengangkat kedua alisnya sambil memainkan naik turun dan tersenyum tipis.


"Kok maksa sih,,"


"Terpaksa ,kamu nya susah sih di ajak jadi teman,"


"Sini ngga tasku,Aku mau istirahat,capek nih,"


"Teman dulu,"Torik mengulurkan tangannya.Tiya melihat tangan Torik yang terulur di depannya.

__ADS_1


Ahirnya Tiya mau menjabat tangan Torik sebagai Teman.Torik tersenyum senang,lalu Tiya mengambil tasnya di tangan Torik yang satunya.


Tiya lalu pergi sambil menenteng tasnya,Torik terus saja melihat ke arah Tiya sambil geleng kepala.


"Baru kali ini Aku yang seperti mengemis hanya untuk menjadi teman pada seorang cewe,padahal tanpa Aku minta di luaran sana banyak cewek yang ingin jadi temenku,"kata Torik lirih.


Setelah Tiya ngga terlihat,Torik masuk ke vila,Tiya yang baru sampai kamarnya,langsung menjatuhkan badannya di kasur karena merasa lelah.


Iza dan Zee pun membiarkannya,karena mereka tau Tiya pasti capek.


Setelah dua jam istirahat,panitia di suruh kumpul,pak guru mengarahkan untuk menata makanan buat acara makan malam.


Iza dan Tiya sedang menata makanan di meja,karena makanan dari pihak sekolah beli catering.


Panitia cowok menata kayu untuk nanti malam membuat api unggun.serta membuat game untuk para siswa.


Jam setengah tujuh acara makan malam di mulai,Tiya yang merasa badannya lengket karena banyak gerak memutuskan kembali ke kamar untuk ganti baju.


"Dek Kaka mau ke kamar dulu yah,mau ganti baju,ini keringetan ngga enak,"


"Iya kak,jangan lama lama ya,"Tiya mengangguk lalu pergi menuju kamar untuk ganti baju dan bersih bersih.


Semua makan bersama,Zee dan Iza duduk bersama dan Ada Torik juga Iwan yang ikut gabung dengan mereka.


Semua makan duduk di rumput,jadi lebih enak.


"Iza,,kakakmu mana,?"tanya Torik.


"Kak Tiya lagi ganti baju,bentar lagi juga Dateng,"Torik mengangguk,keempatnya lalu makan.


Tiya melihat ada Torik dan Iwan,lalu Tiya duduk dekat Iza.


"Kalian sudah selesai makanya,"


"Udah,,"jawab Zee sama Iza barengan.


"Makanya dikit banget sih,di sini udaranya dingin harus kenyang makanya,biar ngga masuk angin,"kata Torik saat melihat makanan di piring Tiya sedikit ,Tiya hanya mendengarkan saja tanpa menjawab.


"Kak Tiya itu memang makanya dikit kak dari dulu juga,makanya badannya sama Aku besaran Aku,"Iza yang menjawab.


"Iza nanti ada acara apa saja,?"tanya Iwan.


"Ada acara api unggun,terus nanti ada game yang hadiahnya bisa pilih mau apa juga,terus menyambung lagu,sama terakhir joget balon,"


"Wah seru tuh,kalau Aku joget balon sama Zee bisa kan,"


"Bisa,memang jogetnya harus pria dan wanita,"Iwan langsung bilang yes.


Selesai makan,semua anak anak lalu menikmati acara,ada yang bakar bakar,seperti bakar jagung ,Sosis dan makanan siap saji yang terbuat dari seafood.


Ada yang acara api unggun,dan juga lomba di mulai.


Torik dari tadi hanya duduk dan tidak mengikuti rangkaian acara lomba,Torik justru asik melihat kearah Tiya yang sedang mengatur anak yang akan ikut lomba.


"Badannya kecil dan selalu aktif,dia seperti tidak punya capek aja,"kata Torik pelan.


Jam 10 semua acara lomba selesai,dan sekarang acara bebas,pak guru memberi waktu hanya satu jam,setelah itu harus masuk kamar untuk istirahat,Torik bangun dan mencari gelas,Torik mau buat minuman hangat rupanya.

__ADS_1


Iza ,Tiya ,Zee dan Iwan duduk bersama,Iwan memainkan gitar,Zee dan Iza yang menyanyi,sedang Tiya hanya jadi pendengar.


"Ini minumlah,,biar badan jadi hangat,"Torik memberikan minuman jahe pada Tiya agar di badan hangat.Tiya lalu mengambilnya.


"Rik kamu bikin buat Tiya doang,"kata Iwan.


"Ngga,,ini Aku buatkan juga kok buat kalian,minumlah biar badan kalian hangat,"


Karena masih panas,Zee dan Iza belum mau meminumnya,keduanya sedang asik bernyanyi.


"Capek,,,?"tanya Torik pada Tiya.


"Capek,,tapi Aku menikmatinya,"


"Mau Aku pijitin kakinya,"Tiya langsung melihat ke Torik dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Kalau ngga mau ngga papa,lihatnya biasa aja sih,"sambil tersenyum meledek.


"Kamu ngga ikut nyanyi sama mereka,?"


"Aku ngga bisa nyanyi,,"


"Tapi suaramu sepertinya merdu loh kalau bernyanyi,"


"Tau dari mana,sok tau banget sih,,"


"Aku tau dari hatiku,karena hatiku mengatakan itu,"Tiya langsung tersenyum mendengar perkataan Torik.


"Kamu rupanya bisa senyum juga yah,kamu kalau senyum gitu terlihat sangat cantik,"Tiya langsung berhenti tertawa dan melihat ke Torik,karena ucapan Torik yang mengena ke hatinya.Mata mereka pun bertemu.


Tiya lalu memutus pandanganya,"Cowok semua sama,bisanya ngegombal,,"


"Aku ngga ngegombal kok,memang kamu cantik,dan tambah cantik kalau kamu tersenyum apa tertawa,soalnya kamu kebanyakan diam dan jutek,jadi melihat kamu tersenyum apa tertawa itu sungguh pemandangan langka,"Tiya hanya diam.dan keduanya diam cukup lama sekitar 7 menit.


"Besok acara nya apa,,?"Tanya Torik.


"Besok acaranya mencari jejak,dan mengambil potongan kain,siapa dapat potongan kain terbanyak itu pemenangnya,"


"Hadiahnya apa menarik,?"


"Hadiahnya uang untuk makan di kantin dalam seminggu gratis,"


"Wah lumayan juga yah,"


Jam 11 malam,Pak Guru menyuruh anak anak masuk kamar dan istirahat.


"Kamu tidurlah langsung,pasti kamu capek,besok pasti akan lebih capek pagi dari hari ini,"Tiya hanya mengangguk.


"Kak Torik makasih minumannya,badan ku jadi terasa hangat,"


"Iya sama sama,langsung tidur,jangan ngobrol,besok pasti lebih capek,"


"Iya kak,,Kaka juga istirahat yah,,dah kak,,"Iza lalu berjalan mengejar Tiya yang sudah jalan duluan,Torik melihat keduanya pergi.


"Udah jangan di lihatin,nanti suka dua duanya bingung lagi kamu,,"Iwan meledek Torik yang terus melihat ke arah si kembar,Torik hanya tersenyum,lalu Iwan merangkul Torik untuk menuju Vila.


Jangan lupa like,komen dan Vote nya, trimakasih..

__ADS_1


__ADS_2