
Sekitar pukul 10 pagi kita sudah sampai di rumah Ayah, dan saat kita masuk ke dalam rumah ,di dalam kelihatan sepi karena kita memang tidak memberi tau kalau kita mau datang.
"Yah,,,, "teriaku saat Aku masuk kedalam.
"Adekkk,,, jangan teriak teriak, "kata Suamiku yang berjalan di belakangku, sedang Aku yang di tegur hanya tersenyum.
"Eh,,, ada Non Dinda,,, "mba Iis nongol dari dapur.
"Iya Mba.Ayah sama Ibu dimana Mba,? "tanyaku langsung.
"Ibu sama Bapa ada di kamar, biasanya kalau jam segini Bapa sedang mengelap Ibu Non,, "Aku pun langsung menuju kamar Ayah sedang Suamiku dan Anaku ke dapur untuk mengambil minum.
Tokkkk.....
"Ayah,,, Ibu,,, "kataku saat ku buka pintu kamar.
"Sayang,,,, kapan pulang, kok lama nggga kasih kabar sih Ibu kangen, "saat Aku sudah duduk di kasur bersama ibu. dan sepertinya Ibu baru selesai di lap.
"Maaf,,, Dinda pengin bikin kejutan jadi ngga kasih kabar dulu, Ibu gimana kabarnya, ?"
"Ya seperti yang Dinda lihat, "lalu Ayah keluar dari kamar mandi.
"Hai Ayah,,,, "Aku mendekat dan memeluknya.
"Pamuji sama Akbar mana,? "
"Ada di depan,, "
"Ayah mau ke luar dulu yah, kamu temani Ibu dulu,, "
__ADS_1
"Siap Yah,,,, "lalu Ayah pun pergi ke luar kamar.
"Bu,,, apa Ibu masih sering merasakan sakit di tempat sensitifnya,apa Ibu ada keluhan lainya... "Ibu lalu hanya diam Aku langsung menggenggam tanganya.
"Katakan Bu, biar Dinda bisa membicarakanya dengan mas Agung,, biar Ibu cepat sembuh, "
"Sekarang Ibu sering sekali mengeluarkan cairan yang bau dari daerah sensitif Ibu, dan punggung Ibu merasa sangat sakit setiap harinya,"Aku pun langsung memeluk Ibu untuk menguatkanya.
"Bu,, Ibu tinggal di rumah Dinda aja yah, biar Dinda dan Mas Agung lebih bisa merawat Ibu, "
"Ngga usah lah Sayang, biar Ibu di sini aja kan ada Ayah yang selalu menemani Ibu, "
"Iya Bu, Dinda ngerti tapi kalau Ibu tinggal di rumah Dinda, Dinda jadi bisa mengurus Ibu. Ayah juga pasti ingin istirahat, dan biarkan Dinda untuk mengurus Ibu,Dinda mohon Ibu jangan menolaknya,,, "
"Ibu terserah Ayah kamu aja kalu begitu, "
"Ya udah sekarang Dinda mau bilang Ayah dulu ya Bu, Ibu di kamar aja, "kataku sambil bangun dari duduku. dan langsung keluar dari kamar Mencari keberadaan Ayah.
"Seru amat sih mainya,,, Dede lagi main apa itu,? "setelah mendekat dan melihat Akbar dan ayah juga Suamiku sedang mengajari Akbar membuat mainan dari lilin.
"Dede bisa bikin mobil dong mah,, nih lihat, tadi kakek ajari dan mainan ini kata kakek buat Dede, "
"Dede seneng dong,,? "anaku pun menganggukan kepalanya.
"Yah,,,, Dinda pengin bawa Ibu ke rumah Dinda, apa boleh? Ayah juga harus ikut dan tinggal di sana juga, "Suami dan Ayah langsung melihatku.
"Yah,, Dinda sebagai anak ingin merawat Ibu,dan kalau di rumah kan ada Mas Agung juga yang lebih banyak tau tentang penyakit Ibu, dan ada Dinda yang bisa mengecek kondisi Ibu tiap harinya, karena Dinda ingin menjadi anak yang berbakti Yah, Dinda mohon ayo ikut ke rumah Dinda aja, "
"Apa Dinda udah tanya sama Ibu, mau apa tidaknya Ibu,?"Aku mengangguk.
__ADS_1
"Ibu bilang kalau Ayah mengizinkan, Ibu pun mau, "Ayah hanya menganggukan kepalanya.
"Ya udah Ayah akan bilang Ibu dan untuk siap siap, "Aku langsung tersenyum senang.
Saat Ayah pergi Aku melihat Suamiku yang hanya diam, Aku tau pasti Suamiku merasa tersinggung karena tidak membicarakanya padanya terlebih dulu.
"Mas,,,, Maaf. Dinda meminta Ibu untuk tinggal di rumah karena Dinda tidak tega melihat keadaan Ibu, Maaf kalau Dinda lancang tidak minta izin pada Mas dulu, tapi Dinda sungguh tidak tega melihat keadaanya, Dinda ingin membahagiakan Ibu dan merawatnya Mas, dinda ingin menjadi anak yang berbakti, "sambil ku genggam tangan Suamiku dan air mataku pun sampai menetes.
Suamiku mengusap air mataku dan memeluku.
"Kalau itu bisa buat Adek bahagia Mas akan selalu mendukungnya, Mas tadi hanya kaget saja, tidak ada niatan untuk marah atau melarangnya, "
"Makasih Mass,,,, Dinda melihat keadaan Ibu yang makin tidak baik Mas, Dinda sungguh tak tega melihatnya"sambil Aku peluk suamiku.dan Suamiku menenangkanku dan menyuruhku tak berhenti berdoa dan berusaha mengobatinya.
"Dede ayo rapikan mainanya,kita akan pulang dan Nenek sama kakek akan ikut ke rumah Dede jadi Dede bisa main sepuasnya nanti sama kakek, "sambil ku bantu merapikan.
"Serius Mah,,, nggga bohong kan, yeee... "
Setelah mainan Akbar rapi kita bertiga pun masuk ke dalam dan menuju kamar Ayah.
"Apa ada yang perlu di bantu Yah,? "
"Ngga ada, udah siap semua kok, tinggal Ibu ganti baju aja, "
"Ngga usah ganti baju juga ngga papa kok Yah, orang ini baru ganti kan,?"Ibu mengangguk.
"Iya,, ini baru ganti, "
Setelah siap semua, kita berlima pun pergi ke rumahku, menggunakan mobil Suamiku. semoga dengan Ibu di rawat di rumahku akan ada kemajuan dalam ke sehatanya nanti, karena Aku sungguh tak tega melihat Ibu yang makin ke sini makin kelihatan lemah, dan badan pun makin kurus. Suamiku mau melakukan tindakan oprasi pun susuah kalau ke adaan Ibu tak setabil. Sekarang yang akan Aku lakukan adalah merawatnya dengan sepenuh hati dan membuat hari hari Ibu selalu tersenyum.
__ADS_1
Maaf kalau ada tempo,,,,,
Jangan lupa untuk like, komen dan vote ya kak, trimakasihhh...