MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Hasil CCTV


__ADS_3

"Ii,, tu pak Agung di tuduh menghamili mahasiswa,"aku langsung berdiri dari duduk ku saat mendengar kata kata Sisi.


Air mataku tiba tiba keluar, dan aku bukanya berhenti malah makin terisak, hikhikk...


Sisi langsung memeluku, "Jangan menangis, kamu jangan dulu percaya dengan berita ini, karena siapa tau perempuan itu ingin menjebak pak Agung, "tiba tiba dari arah belakang kita yang sedang berpelukan ,muncul kak Aldo yang memanggil kita.


"Sisi,Dinda,,,ada apa? kenapa Dinda menangis,? "tanya kak Aldo.


"Dinda aku sudah kasih tau tentang pak Agung, Dinda harus tau masalah yang sedang di hadapi ca, "aku langsung menggenggam tangan Sisi sebagai kode agar Sisi tidak bilang kalau papah calaon suamiku.


Untungnya Sisi langsung paham, "Emmm,, maksudnya masalah yang sedang di hadapi papahnya, "


"Hemmm,,, ya,Maaf Din sebelumnya apa papahmu tidak mengatakan masalah ini ke keluarganya,?"aku hanya menggelengkan kepalaku.


"Aku udah mendapatkan bukti bukti bahwa pak Agung tidak bersalah, ini di dalam tas ini ada rekaman CCTV yang aku dapat dari hotel tempat kejadian, "aku langsung kaget lagi saat kak Aldo mengatakan hotel.


"Maaf kak,, apa aku boleh tau siapa nama perempuan itu,? "kataku ke kak Aldo.


"Dia adalah Maya, kamu pernah bertemu denganya saat Maya mengajukan bahan sekripsi ke papah kamu, "lalu aku pun langsung mengingat ingatnya.


Aku langsung ingat, Maya adalah perempuan yang dulu bertemu di ruangan papah.


"Maaf aku harus cepat pergi untuk memberikan bukti ini karena hari ini adalah hari terahir yang rektor berikan untuk memberikan bukti, "aku langsung meminta ikut.


"Apa Dinda boleh ikut, Dinda mohon.., "kataku sambil aku memelas,.


"Tapi di sana pasti banyak anak anak yang akan mencaci maki papahmu, karena mereka semua berkumpul di depan ruang rektor, apa kamu sanggup melihat itu, ?"aku langsung menganggukan kepalaku.

__ADS_1


Ahirnya aku dan Sisi ikut kaka Aldo ke tempat di mana papah sedang di sidang.


Sesampainya di sana aku menggenggam tangan Sisi sangat kuat, aku merasakan takut dan juga kasihan melihat papah yang sedang di olok olok oleh para mahasiswa.


"Dasar Dosen mesum... "


"Dosen ngga punya moral... "


"Keluarkan dengan tidak terhomat saja... "


Masih banyak lagi teriakan teriakan yang mereka ucapkan, sungguh hatiku sangat sakit, untung mereka semua tidak tau tentang hubunganku dengan papah membuat aku bisa melewati grombolan mereka dengan aman.


Aku ikut masuk ke ruangan tempat di adakanya rapat, sebenarnya aku di larang tapi kak Aldo bilang pada penjaganya kalau aku adalah keluarga dari pak Agung.


Saat pintu di buka aku langsung melihat di ruangan itu sudah ada banyak orang, mataku langsung tertuju pada papah yang sedang duduk dengan menundukan kepalanya, air mataku tiba tiba mengalir dengan sendirinya tanpa bisa berhenti.


"Bukti apa yang kamu bawa, coba tunjukan ke kita semua, ?"kata rektor.


Saat kak Aldo berjalan menuju rektor, aku masih tetap berdiri di tempat, dan papah pun langsung melihatku.


Papah keliatan sangat kaget melihatku, tapi papah tidak dapat mendekatiku hanya menatapku dan menggelengkan kepalanya, air mataku masih saja mengalir, aku pun menganggukan kepalaku dan tersenyum.


Kak Aldo menujukan bukti CCTV dari hasil yang kak Aldo dapat, lalu rekaman itu di nyalakan dan di pertontonkan ke pada yang ada di sana semuanya.


"Pasti itu rekamanya salah, itu tidak benar, aku benar benar bersama pak Agung malam itu, "teriak kak Maya saat melihat rekaman itu.


"Tapi itu memang kenyatanya, karena ini adalah rekaman aku ambil dari hotel tempat malam itu kamu menginap, dan juga tanggal itu pun sama seperti yang kamu katakan, "jawab kak Aldo.

__ADS_1


"Itu tidak benar,itu pasti bohong,,, "


"Maya,,, kenapa kamu jadi anak yang kurang ajar begini, bikin malu keluarga kamu yah, "ucap seorang bapak2 yang duduk di dekat kak Maya.


"Pah,,, itu pasti rekamanya salah, Maya benar benar malam itu bersama pak Agung, dan Maya tidak kenal dengan laki laki yang ada di vidio itu, "kata Kak maya sambil menggenggam tangan yang kak Maya sebut sebagai papahnya.


"Dari pihak hotel juga bilang bahwa saat itu Maya sepertinya sedang mabuk, sepertinya dalam bayangan Maya pria itu adalah pak Agung, jadi membuat Maya mengira dia habis bermalam dengan pak Agung, "kata kak Aldo.


Saat aku lihat dari tanggal kejadian itu, ternyata hari pas di mana aku dan papah bertunangan, dan sangat tidak mungkin dengan tuduhan kak Maya.


"Bohong,,, itu semua bohong pasti sudah di rekayasa pasti kalian sudah menyogok pihak hotel untuk memutar balikan fakta, "teriak kak maya.


Aku melihat ke arah papah yang masih diam tanpa suara. Kita saling tatap dan dari tatapan mata papah mengisaratkan kalau papah sangat sedih dan terbebanu dengan tuduhan ini.


"Maaf saya juga bawa bukti satu lagi kalau pak Agung tidak bersalah, "kataku dan papah menggelengkan kepalanya tapi aku tetap kekeh untuk menujukan bukti yang ku punya.


"Bukti apa yang kamu punya, coba tunjukan ke sini, "aku langsung berjalan menuju rektor.


"Ini adalah foto hari di mana saya bertunangan dengan pak Agung, dan tanggal foto pertunangan saya dengan tanggal di mana kejadian yang di tuduhkan nona Maya


adalah sama, dan sangat tidak mungkin kalau satu orang berada di tempat yang berbeda,"


Semua orang langsung menataku, "Saya adalah calon istri dari bapa Agung Pamuji, "ucapku lagi. Dan sambil aku menujukan foto di saat aku,papah ,ibunya papah juga ayahku berfoto bersama, juga tertera dalam foto itu ada tanggal bulan dan tahunya.


**Yeee,,,,, aku up


Jangan lupa like, komen dan votenya ya kak,biar aku semangat untuk menulis.😘🙏**

__ADS_1


__ADS_2