
Hari ini Aku lumayan sibuk, Dan saat Suami tadi menelfonku mengatakan sudah sampai,Aku untungnya sedang istirahat, jadi kita mengobrol sedikit lama.
Sekarang sudah pukul setengah enam sore, Aku akan bersiap untuk pulang ke rumah orang tuaku untuk menjemput anaku.
"Sus,, Saya pulang dulu yah, "kataku saat keluar dari ruanganku.
"Iya Dok,, hati hati,, "lalu Aku pun berjalan menuju parkiran.
Hari sudah mulai gelap, dan Aku menyalakan mesin mobil ku.Saat sedang di jalan yang agak sepi, tiba tiba mobilku oleng. Aku langsung panik, dan turun dari mobil. Aku melihat sekeliling ternyata sepi, Aku langsung menelfon Ayah untuk membantuku, tapi telfonku ngga di angkat oleh Ayah. Aku melihat ban mobilku yang ternyata kempes.
Aku pun sedikit merasa takut,karena hari sudah gelap, Aku memgirim pesan juga pada Ayahku agar menelfonku. tapi tetap saja Ayah ngga mbalas.
Tinn.. tinn...
Aku melihat ke arah mobil yang membunyikan klakson, dan mobil itu pun berhenti di belakang mobilku. Saat orang itu keluar dari mobilnya Aku pun langsung paham siapa orang itu. Ternyata Dia adalah Dokter Budi.
"Kenapa dengan mobilnya Dok,, ?"tanyanya.
"Ini banya kempes Dok, "jawabku.
"Oh kempes,, apa bawa ban serepnya,? "Aku pun mengangguk.
"Biar Saya yang bantu pasangkan, di sini jauh dari bengkel soalnya, "
"Ngga usah Dok, nanti Dokter Budi kotor lagi, biar Saya tunggu taxsi aja, "jawabku.
Tapi Dokter Budi langsung bilang tidak apa apa, Dokter Budi mengambil ban serep yang ada di bagasi mobilku dan langsung menggantinya.
Aku hanya bisa berdiri di sampingnya sambil sesekali membantu mengambilkan alat.Aku melihat tangan serta baju Dokter Budi sedikit kotor karena telah berhasil memasangkan ban mobilku.
"Makasih ya Dok, atas bantuanya. baju Dokter jadi kotor, "kataku setelah Dokter Budi mengangkat ban yang kempes di masukan ke dalam bagasi mobil ku.
"Iya,,, ngga papa,Saya juga kan mau pulang ini, "sambil mengelap tanganya dengan tisu basah yang Aku berikan padanya.
"Ya sudah Dok, Saya duluan yah, ini sudah malam soalnya, "Kataku, Dan Dokter Budi pun mengangguk dan mempersilakan Aku untuk pergi duluan.
"Hati hati, sampai jumpa besok di rumah sakit, "sambil tersenyum kepadaku. Aku pun mengangguk.
Aku langsung tancap gas menuju rumah Ayah dan Ibu. Saat akan masuk ke komplek perumahan Ayah, Ayah menelfonku dan menanyakan ada apa, Aku langsung menjawabnya dengan bilang tida ada apa apa, karena Aku juga bentar lagi udah sampai rumah Ayah.
__ADS_1
Setelah Sampai rumah Ayah, Aku langsung keluar dari mobil dan langsung masuk ke dalam.
"Malam Yah,, Ibu,, "kataku dan Aku juga memanggil Anaku. "Adekkk,,, "kataku lagi.
"Mamahhhh,,, "teriak Anaku dan langsung memeluku.
"Rewel ngga nih anak Mamah, "sambil ku cium pipi Anaku. Anaku menjawab ngga dan Aku menggendong Anaku mendekat ke Ayah.
"Ibu mana Yah,, ?"tanyaku karena Ibu ngga kelihatan.
"Ibu lagi ngga enak badan, Ibu sedang di kamar, "kata Ayah. Dan Anaku kembali bermain dengan mainanya di lantai.
"Oh,, Dinda ke kamar Ibu yah Yah,,mau lihat Ibu dulu. "kataku sambil berjalan ke arah kamar Ibu.
Aku buka pintu kamar Ibu, Aku melihat Ibu yang sedang berbaring di kasur.
Aku mengusap tangan Ibu dan Ibupun membuka matanya.
"Ibu sakit,, kenapa ngga ke rumah sakit untuk priksa sih Bu, ?"tanyaku.
"Nanti istirahat juga Ibu sembuh kok Sayang, "sambil Ibu bangun dan duduk di kasur sambil bersandar.
"Tapi Ibu juga harus minum obat juga vitamin,agar cepat sembuh.Di mana yang Ibu rasakan sakit dan sakitnya seperti apa,? "tanyaku sambil memegang denyut nadi Ibu.
"Iya udah besok Ibu ke rumah sakit tempat Dinda aja yah, biar di periksa. biar jelas "Sambil Aku usap perut Ibu dan saat Aku tekan sedikit Ibu merasakan sakit.
"Jangan anggap enteng sakit Bu, takutnya nanti malah makin parah kalau di biarkan aja, "kataku.
"Iya besok Ibu Akan minta Ayah untuk antar ke rumah Sakit, "
"Ibu udah makan belom,,? "dan Ibu hanya menggeleng.
"Dinda ambilkan ya Bu, "
"Ngga usah Sayang, Ibu mau makan di meja makan aja yah, "sambil Ibu membuka slimutnya dan Akan turun dari kasur.
"Ibu lemas ngga, Dinda panggil Ayah yah, biar bantuin angkat Ibu, "kataku.
"Ngga usah Ibu kuat jalan kok, "Aku membantu memapah Ibu berjalan menuju ke meja makan.
__ADS_1
Tangan Ibu sambil memegang perutnya yang bagian bawah, dia sepertinya merasakan sakit tapi mencoba di tahanya.
"Ibu,,, sinih Ayah gendong aja. Ibu mau apa kenapa turun dari kasur, "kata Ayah saat melihat kita keluar dari kamar.
"Ibu mau makan di luar katanya Yah, "jawabku.
Lalu Ayah menggendong Ibu menuju meja makan, dan kita pun juga ikut duduk.
"Akbar mau makan ngga Sayang,? "tanyaku.
"Mau,,, Nenek dah sembuh kan,, "Sambil duduk di dekat Ibu.
"Udah sayang,Nenek udah sembuh, "
Kita pun makan malam bersama, kita sambil mengobrol juga sesekali tertawa.
"Yah,, Bu,, Dinda pulang dulu yah, udah malam soalnya, "kataku setelah kita selesai makan.
"Ngga menginap saja di sini, "kata Ayah.
"Akbar besok sekolah Yah, ngga bawa baju juga bukunya buat besok, "kataku.
"Ya udah hati hati di jalan, besok Ayah jemput lagi kan Akbar di sekolah,? "
"Iya Yah,,, Mas Agung besok malam baru pulang soalnya, "jawabku.
"Akbar,, salim dulu sama Kakek dan Nenek dulu, kita mau pulang, "kataku.
Aku dan Akbar pun mencium tangan Ayah dan Ibu.
"Ibu besok Dinda tunggu di rumah sakit yah, "kataku sebelum keluar dari rumah.
"Iya,,, besok Ibu ke rumah sakit, "
Aku dan Anaku pun masuk mobil, dan kita langsung meninggalkan rumah Ayah dan Ibu.
Sampai di rumah Akbar sudah tertidur dan Aku menggendongnya,Sampai di dalam Aku meminta Mba Siti untuk menggendong Akbar ke kamarnya dan di ganti bajunya juga.
Sedang Aku masuk kamar langsung ke kamar mandi untuk bersih bersih dan ganti baju. Saat Aku sudah tiduran di kasur, Suami menelfon. kita pun mengobrol sekitar setengah jam, dan ahirnya Aku memutuskan sambungan telfon karena sudah sangat mengantuk.
__ADS_1
**Aku ngga bosen bosen nih minta like komen juga votenya pada kaka kaka semuanya. biar Aku semangat nulis.
Terimakasih untuk kaka semua yang masih suka dengan ceritaku. semoga suka dengan Bab ini**....