
"Masss,,,,, sakittt, pelan dong,! "
"Iyaa,,, ini Mas pelan kok,"
"Turun ke bawah dikit,,, co,,baa,, "
"Di sini,, apa di sini, "
"Pas di punggung tekenya jangan kenceng kenceng dong Mas, nanti badan Dinda bukanya enakan malah tambah sakit lagi, "
Setelah di gendong sampai kamar, Aku meminta Papah untuk memijat badanku, Aku sengaja kerjain Papah biar jangan enaknya aja. Heheee
"Udah ya De,, tangn Mas udah pegel nih, "kata Papah sambil menujukan tanganya yang memang sudah sedikit memerah.
"Iya udah deh,, makasih ya Suamiku,"sambil Aku bangun dari tidurku dan membetulkan kancing bajuku.
"Ehhh,, ngga usah di kancingin, biar nanti Mas gampang tinggal tarik aja, "sambil memengang tanganku yang mau mengancing baju.
"Iiihhh,, Dinda mau ambil minum di dapur, masa harus terbuka begini sih Mas,, "
"Ya udah Adek diam di sini, biar Mas yang ambilkan minum untuk Adek, "
Papah langsung keluar dari kamar untuk mengambil minum, sedang Aku berjalan menuju kamar mandi mau buang air kecil.
"Ji,,, kamu tuh kalau main pelan pelan aja napa sih, kasihan anaku dong kalau kamu mainya kasir gitu, sampai teriaknya kedengeran dari luar, "kata Ayah yang sedang duduk di ruang tv.
"Main Apaan sih Yah,, orang
Aku tuh lagi mijitin anak kamu,katanya badanya lagi pada pegel jadi Aku pijitin dari pada entar ngga dapat jatah,"jawab Papah sambil menuang air minum ke dalam gelas.
"Oh,, gitu kirain kamu lagi *** ***, "
"Ya entar malam lah jatah itu mah,,, "jawab Papah sambil berjalan masuk ke kamar.
"Dek ini minumnya, "kata Papam memberikan gelas padaku.
"Makasih suamiku,,, "kataku dan langsung meminumnya.
"Ayah sudah pulang ya Mas, ?"tanyaku.
"Udah,,, "sambil naik ke kasur Papah menjawab.
"Dekkk,,, "
"Hemmmm.. "
"Sinih peluk,, "Aku pun membalikan badanku dan menghadap Papah.
Tanpa aba aba Papah langsung menciumku,
dan Aku pun membalasnya.
Setelah cukup lama berciuman, tangan Papah menarik bajuku dan sampai tidak tersisa kain yang menempel di badanku.
Dan Aku selalu merasa melayang saat Papah bermain di tempat sensitifku, setelah beberapa menit Papah bermain di sana ahirnya Aku mendapatkan pelepasan.Lalu Papah langsung memosisikan adek kecilnya untuk menrobos tempat sensitifku.
__ADS_1
"Uuuhhhh Masss,,, "
"Tahan betar lagi dekkk... "
"Aaaaaahhhhh,,, "Ahirnya Papah menyemprotkan laharnya di rahimku.
"Istirahat bentar ya Dek,, nanti lanjut lagi, "kata Papah sambil menyelimuti tubuh polosku.
"Tapi Dinda udah ngga ada tenaga Massss,,, "kataku memelas, emang benar benar lemas sekali karena Papah selalu melakukan dengan berbagai gaya.
"Adek cukup diam saja,biar Mas yang bekerja, "sambil memrapikan anak rambutku yang sedikit berantakan Papah berkata.
Karena merasa lelah Aku pun memejamkan mataku, tapi tidak begitu lama Aku sudah merasakan cumbu*an di darerah dua daging kenyalku. Karena Aku sangat lelah dan mengantuk, membuatku sulit untuk membuka mata, Aku hanya menikmati cum*uan yang di lakukan Papah.Tapi tetap saja Aku pun menikmatinya hingga de*sahan des*an pun keluar dari mulutku.
"Eeeeemmmmm,,,,, uuuhhhhh,, "
Mulutku selalu mengeluarkan des*sahan,tapi mataku tetap terpejam.
Entah berapa lama dan sampai jam berapa Papah terus bekerja, Aku hanya menikmati permainan Papah sampai ahir.
"Aaaaaahhhhh,,,,,,,Adekkk"Dan ahirnya Papah mendapat pelepasan dengan beriringan denganku.
Mata terpejam dengan badan yang lemas, tapi Aku masih bisa sampai merasakan pelepasan yang sangat nikmat.
"Uuuuuhhhh.. ooohhhh Masssss,,"teriaku sampai kepalaku terangkat ke atas. Setelahnya Aku sudah tidak tau lagi karena sangat lemas Aku pun langsung tertidur.
Bunyi hpku tanda pagi berbunyi sangat keras, tapi mataku serasa tak mau terbuka, dan badanku merasa sangat lemas, sampai bunyi di hpku berbunyi lagi, ahirnya Aku merasakan pergerakan di kasur sepertinyah Papah terbangun.
"Masss,, Dinda masih ngantuk,,, dan badanya lemas, "kataku sambil membetulkan slimut.
Aku pun melanjutkan tidurku.
.
.
.
Di Dapur..
"Tumben Ji kamu yang masak, emangnya Dinda kemana,? "kata Ayah. Yang baru keluar kamar dan langsung kedapur untuk ambil minum.
"Dinda Ada kok Yah,,dia masih tidur,"jawab Papah.
"Dinda Lagi sakit apa gimana, ngga biasanya Dinda bangun siang kalau ngga lagi sakit,? "tanya Ayah lagi setelah duduk di bangku.
"Dinda hanya kelelahan, semalem kita berdua tidur jam 2 soalnya, "jawab Papah sambil menumis bumbu untuk membuat nasi goreng.
"Gila kamu Ji, awas aja kalau anaku sampai sakit,Aku pecat jadi menantu kamu, "kata Ayah sambil sedikit mengeraskan suaranya.
"Ngga bakalan sakit kok Yah, tenang aja.Orang Aku bikin enak kok,"Ayah langsung melempar sendok ke badan Papah.
"Dasar menantu brengsek kamu tuh Ji, "kata Ayah. Sedang Papah hanya tertawa.
"Hari ini kamu jadi pergi ke rumah sakit,? "tanya Ayah.
__ADS_1
"Jadi lah, soalnya senin Aku udah mulai kerja,dan Dinda juga sudah mulai kuliah ,"jawab Papah.
"Dinda Aku ajak ke rumah Ibunya yah Ji, soalnya besok pagi Aku sudah harus balik ke kampung, "
"Iya boleh aja, kalau Dindanya mau, "jawab Papah sambil mengangkat nasi goreng yang sudah matang ke dalam wadah.
.
.
.
Di Dalam Kamar
"Massss,,,, "teriaku dari dalam kamar.
Aku rasanya sangat lemas mau bangun, karena rasa ingin buang air kecil membuatku memanggil Papah untuk membantuku ke kamar mandi. Dan perutku sepertinya kram lagi jadi tambah susah bergerak.
"Maasssss.... "teriaku lagi dari dalam kamar.
"Ji,, Dinda manggil tuh, "kata Ayah.
"Masa sih,,, ya udah Aku mau kekamar dulu ya Yah, kalau Ayah mau sarapan makan dulu aja, itu nasi gorngnya udah matang, "kata Papah sambil berjalan ke arah kamar.
"Iya Sayang,,,, kenapa,? "kata Papah langsung mendekat kepadaku.
"Mas,,,Perut Dinda kram lagi, Sakittt.... "jawabku.
"Coba Mas priksa dulu,,, "kata Papah sambil menekan lalu mengusapnya.
"Ini hanya kram biasa aja Dek, di usap nanti juga ilang, apa Adek kalau mau datang bulan juga suka kram bigini, "Aku hanya menggeleng dan menjawab "Ngga"lalu Papah terus mengusap perutku.
"Ini mungkin karena Adek kecapean jadi perutnya kram, "
"Makanya Mas jangan minta terus donggg,,, Dinda kan juga cape Masss, "jawabku sedikit memelas.
"Ya udah Mas libur dulu deh malam ini, tapi besok dapet jatah lagi Dek,, "sambol tersenyum mesum Papah menatapku.
"Iiihhhh itu mah sama aja,, "jawabku yang langsung cemberut.
"Ya udah ngga kok Mas hanya bercanda, nanti ajah kalau Adek udah ngga ngalamin kram lagi,"Aku pun langsung tersenyum.
"Dek,, Adek tau ngga Mas dari tadi ngusapin perut Adek justru membuat Mas tersiksa, "Aku langsung menjawab "Kok bisa, "
"Ya karena Adek yang masih telnj*ang membuat adek kecil Mas bangun, tuh liat.. "dengan jari Papah menujuk ke bawah.
Dan Aku melihat ke arah jari Papah, benar aja ada yang sudah bangun dan mengembung di celana Papah.
Aku lalu tertawa karena melihat Papah yang merasakan ketidak nyamanan.
"Mas gendongin Dinda ke kamar mandi yuk, Dinda pengin pipis juga mandi, rasanya badan Dinda lengket semua,"lalu Papah menggendongku menuju kamar mandi, dan Papah juga menyiapkan air hangat di dalam bak untuk Aku berendam.
**Makasih buat kaka kaka semua yang sudah memberikan dukungan buat ku, dan trimakasih juga atas like, komen dan juga votenya,😘😘😘
Dan juga tetap selalu kasih aku like, komen juga votnya ya kak, jangan bosen bosen ya kak trimakasih. 🙏🙏**
__ADS_1