
Zara bangun dari tidurnya, dan saat melihat jam ternyata sudah jam 5 pagi, Zara mengambil hpnya untuk melihat ada pesan masuk apa ngga. Dan ternyata ngga ada, Zara membuang nafasnya kasar, karena merasa kesal pada Rizki yang ngga mengirim pesan saat sudah sampai kota.
Lalu Zara menuju kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi, setelah itu Zara keluar dari kamarnya.
"Pagi Yah,, dede kok udah bangun sih Yah,? "saat keluar dari kamar Zara melihat Ayah doni dan Aditia sedang duduk di sofa.
""Adekmu ini kalau Mamah bangun, dia pasti ikut bangun, jadi kalau Mamah mau masak buat sarapan ,jadi Ayah yang jagain Adek, "
"Oh gitu,, Sini Adek sama Zara aja Yah, Zara pengin main sama Adek,, "
"Ya udah kalau Zara mau sama adek Ayah mandi dulu yah,, "
"Iya Yah,, "lalu Zara menggendong Aditiya dan mengajaknya main.
Zara lalu duduk di teras rumah, Zara sambil memangku adenya lalu melihat hpnya lagi, dan ternyata belum ada pesan masuk juga.
Saat selesai sarapan Ayah Doni sudah berangkat ke toko bersama kakek dan Mamah Dian yang sedang ngelonin Aditiya, sekarang tinggal Zara sendirian.
Ahirnya Zara masuk ke kamarnya, dan di kamar Zara memainkan hpnya. karena Rizki tak kunjung mengirimi pesan, ahirnya Zara memberanikan untuk menelfonya duluan.
Zara ahirnya menelfon Rizki, dan telfon pun terhubung. lalu telfon Zara di angkat oleh Rizki.
"Hallo Za,,"Zara tidak menjawabnya langsung.
"Za,, kok ngga jawab, Za,,, Hallo,,, "Rizki masih memanggil Zara terus, tapi Zara belum mau bicara, Zara kesal karena yang di kuatirkan ternyata baik baik saja.
"Za,, apa kamu marah,? maaf semalam tidak mengabarimu kalau Abang sudah sampai rumah, hp Abang mati, dan Abang lupa ngga bawa cejer, ini tadinya Abang juga mau telfon kamu, eh kamu malah telfon duluan, jangan marah yah Za,,dan Abang semalam sampai rumah jam setengah sepuluh, Abang tadinya hanya ingin rebahan dulu di kasur ternyata Abang ketiduran, dan hp juga ini tadi belum lama baru Abang nyalain,, udah yah jangan marah,, Abang benar benar minta maaf,, "Rizki menjelaskan panjang lebar pada Zara dan Zara hanya diam saja.
"Zara ngga marah, Zara hanya kuatir, takutnya ada apa apa di jalan, ya udah kalau Abang baik baik saja, Zara matikan yah takut Abang sedang sibuk kerja,, "
__ADS_1
"Makasih telah menghuatirkan Abang, ya sudah nanti siang Abang telfon lagi yah saat jam makan siang, sekarang Abang kerja dulu cari uang buat biyaya kita nikah ok,, "
"Abangggg,,, apaan sihhhh,,,, "kata Zara dan langsung di matikan.
Rizki yang disana tersenyum membayangkan wajah Zara saat ini, sedang Zara dengan pipi yang sedikit memerah dengan dada yang deg degan karena dengar gombalan Rizki.
Lalu Zara pun menyibukan diri, seperti merapikan buku bukunya yang lama di rak buku
Hari pun berlalu, Zara dan Rizki seringnya hanya berkirim pesan, kalau telfon cuman kadang. Zara selalu menunggu pesan dari Rizki itu saat jam makan siang dengan malam.
Saat ini mereka sedang mengirim pesan, karena Zara dua hari lagi akan pulang ke kota,
"Kata Ayah,, Ayah yang akan mengantar Zara Bang, jadi Abang ngga usah jemput yah,, "
"Yah,, gagal deh rencana kita,, "
"Ya mau gimana lagi,, "Mereka berdua berencana mambir ke tempat wisata yang ada di daerah Zara kalau Rizki yang di suruh jemput, tapi ternyata Ayah Doni yang akan mengantar Zara pulang ke kota.
"Iya Bang,, "
Lalu Zara pun bersiap untuk tidur, karena jam sudah menujukan pukul 10 malam.
Pagi harinya saat sedang sarapan Ayah Doni bicara tentang pesanan kue.
"Mah,, Ayah dapat pesanan kue buat acara pesta pernikahan hari ini, "kata Doni pada Dea.
"Kok baru kasih tau ke Mamah sih Yah,, "
"Ayah lupa, soanya ini juga mereka dadakan pesanya,, "
__ADS_1
"Harus di antar jam berapa kue kue itu, "
"Jam 5 harus sudah ada di sana,, "
"Ya udah kalau gitu Mamah ikut ke toko, Zara ikut juga yah biar nanti di toko jagain adek, mau kan,, "
"Iya Mah,, Zara mau kok,, "
"Ya udah Mamah siap siap dulu kalau gitu,, "
Dian menyiapkan kebutuhan buat Aditiya, setelah siap semua lalu mereka pberangkat, kakek di larang ikut, karena takut kecapean, kemarin kakek udah sering ikut ke toko jadi sekarang suruh istirahat di rumah.
Singkat cerita jam cepat berlalu, kue sudah siap untuk di antar, Ayah dengan dua pegawainya mengantarkan itu kue kuenya.
Zara dengan Mamah Dian istirahat di ruangan Doni, sekitar satu jam Doni datang lalu mereka memutuskan untuk pulang.
Saat malam Mamah Dian sibuk mencari handuk kecil, rupanya Ayah sakit dan Mamah Dian mau mengompresnya.
Pagi harinya Ayah Doni udah lebih baik, tapi badanya masih lemas dan ngga enak makan, Dian juga membuatkan bubur untuk Doni sarapan.
Saat Ayah Doni sarapan di kamar, Mamah duduk di sebelahnya, lalu Mamah mengambil hpnya untuk menelfon Hendra.
"Halo Hen,, "
........
"Mas Doni lagi sakit,bisa ngga kalau kamu yang jemput Zara, apa asistenmu yang kemarin, Mas Doni sakit takutnya malah di jalan nanti kenapa kenapa lagi,, "kata Dian.
.......
__ADS_1
"Iya udah, ok. makasih yah,,, "telfonpun mati.
Jangan lupa, like komen dan votenya trimakasih...