
"Iya halo,, kenapa menangis, ada apa,,? "Rizki langsung panik saat mendengar Zara menangis.
"Bang,,, Oma Bang,, "jawab Zara sambil masih menangis.
"Ada apa dengan Oma,, ?"
"O,, oma meninggal,, "
"Ya Tuhan,, kapan,,? "
"Tadi baru 5 menit, Oma jatuh dari kamar mandi dan langsung koma selama satu jam, dan barusan Dokter bilang Oma meninggal huhuuu,,,, "
"Abang akan pulang sekarang, udah jangan menangis, ini sudah takdir dari Tuhan,, Abang tutup yah tlfonya,, "Zara hanya menjawab Iya dengan lemah.
"Saya harus kemabali ke jakarta sekarang juga,, "kata Rizki pada kaka Zia.
"Tapi bagai mana dengan Zia, tadi kamu bilang padanya sendiri kalau kamu akan di sini untuk menemaninya,bagai mana kalau dia nanti bangun dan tidak ada kamu,saya harus jawab Apa,, "
"Oma kekasih saya meninggal, dan oma itu adalah ibu dari Bos saya, saya pasti sangat di butuhkan di sana, jadi saya harus pergi,, "
"Setidaknya tunggu jangan pergi dulu sebelum Zia bangun,, "
"Saya tidak bisa menunggu, bilang padanya Saya akan datang kesini lagi untuk menemuinya, jadi katakan juga padanya untuk menungguku dia harus baik baik saja,, "
Rizki lalu keluar dari ruang rawat Zia sambil membawa kopernya, dan Rizki naik taxsi untuk menuju Bandara, saat ini jam sudah menujukan pukul 5 sore.
Sampai Bandara Rizki mencari penerbangan yang akan menuju jakarta, dan pesawatnya apa aja yang penting bisa cepat sampai.
Rizki mendapatkan Kelas Ekonomi, dan penerbanganya jam 7 malam, Rizki harus menunggu selama satu jam lebih.
"Sayang Abang harus menunggu satu jam lagi untuk keberangkatan pesawarnya, tunggu Abang dan sayang yang sabar juga iklas yah,, "pesan yang di kirim dari Rizki untuk Zara.
__ADS_1
Saat Rizki sedang menunggu pesan dari Zara, hp Rizki berbunyi tanda panggilan dari Hendra.
"Hallo Bos,, "
"Kamu di mana sekarang Ki, Mamah telah meninggal,, "suara Hendra seperti sedang menahan tangis.
"Ya Tuhan,, Saya ada di bandara, sedang menunggu keberangkatan pesawat menuju jakarta Bos, "
"Kalau sudah sampai jakarta langsung ke rumah, bantu saya, "
"Iya,, saya akan langsung kerumah, dan Maaf karena tadi pagi tidak bisa ikut pulang dengan Zara, saya ada urusan,, "
"Ngga papa,, yang penting kamu pulang kan sekarang,, "
"Iya saya pulang, "
"Ya udah saya tutup dulu telfonya,, "
"Kak,, Rizki mana,,? "Kaka Zia yang mendengar langsung bangun dan mendekatinya.
"Rizki tadi mendapat telfon, katanya Ibu dari Bosnya meninggal, dan Rizki harus oulang, karena kalau tidak dia akan kehilangan pekerjaanya, "Zia hanya diam dan matanya mengeluarkan air mata.
"Tapi Rizki titip pesan, katanya kamu harus baik baik saja, karena Rizki akan kesini lagi untuk melihatmu, jadi Zia harus tetap berusaha untuk cepat sembuh agar saat Rizki datang Zia sudah sehat,, "
"Apa Rizki tidak bohong Kak, Zia takut Rizki hanya alasan untuk pergi dari sini, "
"Sepertinya Rizki tidak bohong, karena saat menerima kabar melalui telfon kaka mendengar semua pembicaraan Rizki, "
"Sudah yah,, Zia jangan terlalu banyak fikiran, biar cepat sembuh, ada kaka yang akan selalu menemani Zia di sini,, "sambil mengusap keningnya Zia. Zia hanya mengangguk lemah.
Rizki saat ini sudah ada di dalam pesawat,fikiran Rizki sungguh tidak tenang karena tadi Zara menelfonya dan masih terus menangis.
__ADS_1
Di rumah Hendra ,sudah banyak orang yang datang untuk mengucapkan bela sungkawa. dari rekan bisnis Hendra juga dari karyawanya di kantor.
Zara selalu duduk di dekat Omanya yang sudah terbaring ,di dampingi Dea yang selalu di dekat Zara. Sedang si kembar sudah tidur dan di jaga pengasuhnya.
"Zara minum su*su yah, dari tadi siang Zara ngga makan apaapa, takutnya Zara sakit nanti, "kata Dea.
"Ngga Bun, Zara ngga mau apa apa, Zara mau temani Oma,, "
"Sayang kamu harus iklas, kasihan Oma kalau Zara terus begini, Oma juga pasti sedih, Oma sudah tidak sakit lagi sekarang, dan Oma orang yang sangat baik, pasti Tuhan menempatkanya di tempat yang paling nyaman dan indah, jadi Zara jangan sedih terus tapi kirimilah doa buat Oma agar di sana bisa lebih tenang, "sambil mengusap tangan Zara.
"Papah juga sedih, Bunda juga sedih, tapi kita juga harus kuat, karena kalau kita sedih terus siapa yang akan menguatkan kita, Zara sudah yah jangan nangis terus, sekarang Zara harus makan sesuatu agar perutnya tidak kosong, "
"Mba Mimin tolong ajak Zara ke meja makan, buatkan su*su hangat buat Zara minum yah, "
"Iya Bu,, ayo Non biar Mba bikinkan su*su,"sambil membantu bangun.
Zara dan Mimin masuk ke dalam dan Mimin membuatkan su*su hangat dan roti isi coklat. setelah jadi Zara hanya bisa melihatnya saja, karena Zara tidak berselera.
"Non harus makan, biar ngga sakit, kalau non sakit besok non ngga bisa ikut mengantar nyonyah ke pemakaman, ayo non di makan,, "
Mimin terus merayu.
Saat Zara tidak mau makan, tiba tiba dari depan Mimin melihat Rizki yang masuk ke dalam.
"Min apa Zara tetap ngga mau makan,? biar Zara sama saya kamu di panggil Pak Hendra tuh, "tanya Rizki pada Mimin, dan Zara yang mendengar langsung menengok ke asal suara.
"Abangg,,, "kata Zara, Rizki pun mengangguk lalu mendekati Zara. sedang Mimin kedepan untuk menemui Hendra yang katanya memanggilnya.
"Makanlah, biar ngga sakit, Abang sudah datang,, "Tanpa kata Zara langsung. memeluknya.
Jangan lupa like,komen dan votenya, trimakasih..
__ADS_1