MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Polisi Melakukan pencarian


__ADS_3

Dinda terus saja menelefon ke Hp Agung,siapa tau akan ada jawaban.


Agung setelah tertusuk di bagian perut, dan wajah yang banyak luka,lalu oleh 4 orang itu Di buangnya ke jurang.


Barang barang Agung seperti koper juga tas kecil dan dompet ikut di lemparkanya ke jurang. tapi Hp Agung rupanya tidak terbuang, saat Agung akan keluar dari taxsi Agung meletakan Hp nya di kantong jok mobil.


Supir taxsi di selamatkan orang yang sedang lewat, lalu sejam kemudian baru tersadar. saat supir taxsi akan pergi dan melapor ke polisi, suara hp Agung bunyi tanda panggilan.


Supir taxsi mencari asal bunyi hp, dan setelah ketemu supir taxsi pun mengangkatnya.


"Hallo,, "


"Hallo,, ini siapa dan kenapa hp suami saya sama anda,,? "


"Oh apa ini benar istrinya bapa yang punya hp ini,, "


"Iya saya istrinya, tolong kasih hpnya ke suami saya, saya mau bicara denganya,, "


"Maaf Bu,, bapa yang punya hp ini tadi di rampok,, "


"Apa,,,! pak tolong jangan becanda, suami saya baik baik saja kan tolong pak katakan pak,, "


"Maaf Bu,, saya hanya supir taxsi yang membawa bapa mau ke Hotel tempatnya menginap, tapi di tengah jalan taxsi saya di hadang oleh mobil, dan saat saya bertanya pada orang orang yang keluar dari mobil ada apa, mereka memukul tengkuk leher saya, dan membuat saya pingsan, setelah itu saya tidak tau apa apa lagi,, "


"Ya Tuhan Mas Agungg,, "sambil menangis Dinda berkata.


"Lalu kenapa hp suami saya ada di tangan bapa,,? "


"Saat saya sadar dan saya berniat akan melapor ke polisi, di taxsi terdengar suara hp bunyi, saat saya cari ternyata di kantong jok mobil hp ini berada Bu,, "


"Pak,, saya akan berangkat ke semarang sekarang juga, tolong pak tunggu saya, saya ingin bertemu dengan bapa,, "


"Baik bu,, saya akan ke kantor polisi, dan Ibu saya tunggu di sana,, "

__ADS_1


"Baik pak, dan saya mohon bapa sabar menunggu saya, karena mungkin saya akan sedikit lama sampai di semarang,, "


"Iya Bu saya akan menunggu kedatangan Ibu,, "setelah telfon di matikan Dinda sambil menangis menelfon Ayahnya.


Doni saat mendengar kejadian yang menimpa Agung langsung kaget, dan Doni akan ke semarang juga, Dinda dan Doni akan bertemu di semarang.


"Mba tolong jaga anak anak yah, Bapa mengalami musibah,,saya akan ke semarang sekarang juga, jadi tolong jaga anak anak,, "


"Iya Bu kita akan menjaga anak anak,, semoga Bapa baik baik saja ya Bu, "jawab Mba Siti dan Mba Iis.Dinda hanya menjawa Iya.


Dinda dengan kaki yang luka dan berjalan agak pincang, langsung bersiap untuk berangkat ke semarang. Dinda juga langsung memesan tiket pesawat.


Dinda di anatar supir menuju bandara. sekarang sudah jam 9 malam, pasti nanti sampai di semarang tengah malam,tapi Dinda tidak merasa takut,semua demi Agung suaminya.


Sampai di bandara Dinda menunggu penerbangan sekitar setengah jam, Dinda lalu menelfon Ibu mertuanya, bagai mana pun Dinda harus memberi taunya karena takutnya nanti Dinda yang akan di salahkan kalau sampai tidak membiri tau.


Ibu Agung pingsan saat mendengar kabar Agung ,untung di rumahnya ada Mba yang menjaganya, jadi Dinda tidak terlalu huatir.


Dinda melakukan penerbangan menuju semarang, samapi di semarang Dinda langsung menuju kantor polisi, sampai di kantor polisi sudah tengah malam.


"Iya Bu,, saya supir Taxsi yang mebawa suami ibu dari bandara yang akan menuju Hotel Wijaya,,"


"Terimakasih Bapa mau menunggu saya, apa bapa sudah melaporkan kejadian yang menimpa suami saya Pak,,? "


"Sudah Bu,, pak polisi akan melakukan pemeriksaan di tempat kejadian,, "


"Apa Bapa ikut,,? "


"Iya Bu saya akan ikut,, "Lalu polisi pun sudah bersiap akan berangkat.


"Pak ini istri dari si korban,, "kata Pak sopir Taxsi ke pada pak polisi.


"Oh iya Bu, kita akan melakukan pemeriksaan di TKP,, "

__ADS_1


"Saya akan ikut Pak,, "


"Mari silakan,, "


Lalu mereka semua pun pergi menuju TKP, sampainya di TKP, polisi melakukan pemeriksaan.


"Sepertinya korban terluka cukup parah, karena banyak darah di sini,, "kata satu orang polisi. Dinda yang mendengarnya terus saja menangis.


"Dan sepertinya ini sudah di rencanakan, karena semua barang korban juga lenyap, dan hanya Hp ini karena kemungkinan korban sengaja meletakanya di kantong jok mobil, "


"Iya sepertinya begitu, ini bukan lah perampokan, tapi memang sudah ada yang mengincar korban,, "


"Ibu apa Bapa punya musuh, atau orang yang bisa di curigai,, "Dinda berfikir keras untuk mengingat apa suaminya punya musuh atau tidak.


"Setau saya, suami saya ngga punya musuh, dia orang yang sangat baik kesemua orang, jadi saya ngga bisa mencurigai orang yang mencelakai suami saya,, "


"Apa pekerjaan suami ibu,,? "


"Suami saya adalah seorang Dokter Bedah, dan suami saya juga akan mengikuti seminar di sebuah perguruan tinggi di kota ini,, "


"Baik Ibu kita akan melakukan pencarian di sekitar sini, tapi kalau sampai malam ini tidak ketemu, kita akan lanjut besok lagi, jika Ibu mencurigai seseorang harap lapor ke kita segera agar cepat terungkap kejahatan ini,, "


"Iya Pak,, dan tolong cari suami saya sampai ketemu pak,, "


"Kita akan berusaha sukuat dan semampu kita Bu, dan Ibu jangan lupa berdoa agar suami ibu cepat ketemu,, "


"Iya Pak terimakasih,, "


Polisi melakukan pencarian, sedang Dinda duduk di taxsi,Dinda sambil memegang hp Agung. saat melihat lihat ke hp Agung, ternyata ada rekaman saat kejadian.


"Pak,, ini rupanya suami saya merekam suara saat kejadian,,"


Pak polisi langsung mengambil hpnya dan mendengarkan rekaman siara saat Agung di kroyok 4 orang. dan dari rekaman itu terbukti kalau memang sudah ada yang merencanakan untuk melenyapkan Agung, Dinda langsung menangis tersedu sedu saat mendengar Agung berteriak saat pisou menajap di perutnya.

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan votenya, trimakasih..


__ADS_2