
Rizki lalu menganggkat telfon Hendra, tapi langsung bangun dan menjauh dari Zara.
"Iya Halo Bos,,? "
"Kamu di telfonin dari tadi ngga di angkat angkat sih,, kemana aja kamu,,? "
"Maaf Bos,, tadi habis beli makan, dan hp saya tinggal,, ada apa Bos telfon,,? "
"Kamu kapan pulang,,? "
"Besok pagi,,"
"Kenapa ngga malam ini, besok kamu udah harus masuk, besok akan ada rapat dengan jajaran direksi jam 10 pagi loh,, kamu ingat kan,, "
"Ingat Bos,, Saya akan berangkat penerbangan paling pagi dari sini,,, jadi jam 10 saya sudah sapai kantor, "
"Harus,,awas aja kalau ngga,, akan saya potong gajih kamu sebulan ini, lagian kenapa ngga balik malam ini aja sih,, "
"Saya cape Bos, tadi habis nemenin Zara belanja buat keperluanya,, ya udah ya Bos saya mau lanjut dulu,, "
"Lanjut apa lagi kamu,,?"
"Lanjut tidur lah Bos,, "
"Oh,, ya udah, ingat potong gajih kalau sampai ngga datang,, "
"Iya Bos,,, "dan telfon pun mati.
Rizki lalu kembali ke kasur, dan ternyata Zara sudah tidur,Rizki langsung membuang nafasnya dengan kasar.
"Kenapa tidur sih sayang,,, "sambil mengusap kepala Zara.
Rizki ahirnya menuju kamar mandi untuk bersolo ria, sekitar setengah jam Rizki keluar dari kamar mandi,Rizki lalu memberi alaram pada hpnya, jam 4 pagi dia sudah harus sudah bangun. dan langsung naik ke kasur, dan memeluk Zara. dan Zara sudah memakai bajunya.
Hp Rizki tanda alaram, dan Rizki sampin. mengusap matanya langsung mencari hpnya untuk mematikanya.
"Sayang,,,, Yang,,, bangun, temani Abang berkemas yuk,, "sambil menggoyangkan lengan Zara.
"Jam berapa sih Bang,,,? "
"Jam 4 pagi, abang harus sampai bandara jam 5,bantuin Abang berkemas yuk,, "
"Iya,,, "jawab Zara, lalu mereka berdua pun bangun.
Rizki masuk ke kamar mandi, sedang Zara di minta Rizki membuatkan kopi,untungnya Zara kalau kopi biaa bikin, karena dulu sering lihatin kakek buat kopi.
Selesai buat kopi Zara juga menyiapkan roti isi coklat, Rizki keluar dari kamar mandi sudah sudah rapi, dan di meja sudah ada secangir kopi dan roti.
__ADS_1
"Wanginya kopi,,, makasih ya sayang,, "Zara hanya tersenyum dan mengangguk.
Lalu Zara membereskan baju baju Rizki dan di masukan ke dalam tas, sedang Rizki sedang menikmati Roti dan kopinya.
"Bang nanti kalau sampai di Jakarta langsung kabarin Zara yah,, "
"Iya,, nanti Abang kabarin,, "
Semuanya sudah siap dan kopi juga roti juga sudah habis, Rizki lalu berpamitan pada Zara.
"Jaga diri, harus hati hati dalam mencari teman, dan kalau pulang kuliah langsung pulang, jangan kelayapan yah,,kalau ada apa apa langsung kabarin Abang,, "sambil memeluk Zara.
"Iya,,, Abang juga ngga boleh selingkuh yah, kalau sampai selingkuh,burung Abang Zara potong potong,, "Rizki hanya tersenyum.
"Abang pasti akan sangat merindukanmu, "sambil mengusap pipi Zara.
"Hemmm,, Zara juga pasti akan lebih merindukan Abang,, "
"Abang pergi yah,, "Zara mengangguk, lalu Rizki mencium seluruh wajah Zara.
"Tidur lagi yah,, "
"Iya,, Abang hati hati,, "sambil membuka pintu.
Saat Rizki akan keluar, Rizki rasanya berat banget, lalu berbalik lagi dan mencium bibir Zara sekilas.
"I Love you,,, "Zara hanya tersenyum dan. mengangguk, lalu melambaikan tanganya.
Rizki sekitar jam 7 pagi sampai di Bandara Jakarta. dan rizki langsung pulang ke rumahnya untuk bersiap pergi ke kantor.
Rizki yang langsung bersiap dwngan cepat langsung membawa mobilnya, karena jam sudah menujukan pukul setengah sembilan.
Rizki belum sempat mengabari zara,karena Rizki buru buru takut telat. sampai di kantor Rizki langsung. menghadap Hendra.
"Pagi Bos,, "kata Rizki saat masuk ke ruangan Hendra.
"Kamu baru sampai,,? "
"Iya Bos,, "Hendra lalu melihat ke jam,dan baru jam 9.
"Ya sudah sanah balik ke ruanganmu, dan siapkan bahan yang akan kita bahas nanti di rapat direksi,, "
"Iya Bos,, "lalu Rizki keluar dari ruang Hendra dengan bernafas lega.
Sampai di ruanganya, Rizki langsung duduk dan akan menyiapkan dokumen buat rapat nanti, tapi hpnya berbunyi tanda pesan.
"Abangggg,,, kok ngga telfon sih kalau sudah sampai,, sebel,, "Rizki langsung tepuk jidat.
__ADS_1
"Maaf sayang,,, Abang lupa, karena Abang buru buru, ini aja Abang baru sampai,, maaf yah,, "
"Ya udah,, yang penting Abang sudah sampai dengan selamat,, "
"Ya,, kamu udah di kampus,,? "
"Udah,, lagi istirahat,, ya udah ya Bang, nanti malam kita telfonan aja yah,, "
"Iya sayang,,, "
Hari pun berlalu, sudah 3 minggu Zara di singapur, Hendra dan Dea selalu menelfonya walau sehari hanya satu kali menelfon.
Rizki dan Zara selalu berkirim pesan kadang juga telfon, tapi Rizki kalau telfon pas malam hari, saat mereka sama sama sedang santai. seperti saat ini Zara dan Rizki sedang melakukan panggilan vc.
"Abang kangen,, "
"Sama, Zara juga kangen,, "
"Mungkin satu minggu lagi Abang akan ke singapur, "
"Serius,, mau apa,, apa kantor cabang di sini ada masalah,, "
"Ngga ada masalah dengan kantor cabang, tapi Mamah dan Adek Abang dari Amerika akan pindah ke singapur,, dan Adek Abang akan kuliah juga di singapur,, "
"Serius Bang,,, "Zara terlihat senang.
"Iya,, kenapa kamu seperti senang gitu,?"
"Ya senang lah Bang,, Zara jadi ada teman,, dan Zara bisa lebih deket sama calon mertua,, "sambil Zara tersenyum lebar.
"Oh gitu,, bagus juga sih, jadi nanti Mamah bisa jagain dan awasin kamu juga di situ,, "
"Iihh,, ngapain sih Zara mesti di awasin, emang Zara ngapain di sini sampai di awasin gitu,, trus Mamah Abang akan tinggal di mana,? "
"Abang sih sudah bilang untuk menyewa apartemen seperti punya kamu gitu, kata Mamah mau, tapi cari yang ada kamarnya gitu, "
"Oh,, kayanya di gedung sebelah lebih gede deh Bang ruanganya, dan sepertinya ada kamar juga, tapi gitu lebih mahal sewanya,, "
"Kok kamu bisa tau,,? "
"Zara ada temen orang turki, dia tinggal di situ bareng keluarganya gitu,, "
"Oh,, ya udah nanti Abang bilang ke Mamah, ini udah malam, kita udahan dulu yah, besok kita sambung lagi,, "
"Iya,, dadah Abang,, I Love You,, "Rizki pun membalanya, dan telfon pun mati.
**Jangan lupa like, komen dan votenya, trimakasih...
__ADS_1
Trimakasih yang sudah membaca cerita baruku,, ayo yang belum baca,, di baca yuk, ceritanya ngga kalah seru kok,,
Gimana rasanya saat Mira tau kalau ternyata di kamar suaminya banyak alat alat untuk semacam kekerasan dalam melakukan berc*inta**.