MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Liburan Ke Puncak


__ADS_3

Hari pun berlalu, Zara sekarang sudah kelas 12, hubunganya dengan Rizki masih berjanan biasa saja, Zara belum memberikan jawaban atas perasaan Rizki padanya.Dan Rizki selalu mencari alasan setiap ingin mengobrol atau bertemu Zara kepada Hendra. dengan Alasan meminta tandatangan Hendra ke rumahnya lah, padahal di kantor besoknya masih bisa, tapi Rizki selalu bisa beralasan .


"Malam minggu ini kita nonton yu Za,, "Rizki dan Zara saat ini sedang berkirim pesan.


"Ngga bisa,, soalnya Papah ngajakin Zara dan semuanya liburan ke puncak sekeluarga,, "


"Serius,,, "


"Iya,, "


"Asik,, berarti kita nanti bisa ketemu dong, "


"Emang Abang di ajak sama Papah,? "


"Papahmu belum bilang sih sama Abang, tapi setidaknya kemungkinan besar Abang pasti di ajak,, "


"Ya semoga Abang di ajak,, "


"Ya udah kalau gitu kamu tidur gih, jangan lupa mimpiin Abang yah,, "


"Ngga mau ngimpiin Abang ah,, Zara nanti tambah kangen kalau ngimpiin abang, "


"Serius kamu kangen sama Abang,, "


"Iya serius,, tapi boong, hahaaa,, "


"😡😡....."


Zara pun tertawa melihat emot yang di kirim Rizki. Sedang Rizki dirumahnya juga sebenarnya tersenyum .


"Dasar anak kecil,, bisa bisanya Aku suka sama bocah ingusan ,"kata Rizki ngomong sendiri.

__ADS_1


Keesokanya di kantor, Rizki di panggil Hendra untuk ke ruanganya.


"Ki,, besok hari jumat malam sabtu Saya dan keluarga berencana ingin liburan di puncak, dan Saya ingin kamu ikut, tapi kamu juga harus yang menyetir mobil,"


"Loh kok Saya Pak, bukanya ada supir,? "


"Supir akan membawa mobil Saya bersama istri dan kembar, juga sama pengasuhnya,, kamu bawa mobil saya yang satunya, bawa Zara, Mamah dan dua mba,, gimana mau kan ikut,, saya itung deh jadi lembur dua hari itu jadi hitungan lembur satu minggu, gimana,,?"kata Hendra.


"Asik nih,, lumayan besar, padahal ngga di itung lembur asal Aku di ajak pun, Aku. langsung jawab mau kok,, "kata hati Rizki berkata.


"Gimana,, bukanya jawab malah senyum senyum kamu tuh,, "


"Iya Pak,, Saya mau, "


"Ok,, ingat malam sabtu kamu harus datang ke rumah, sekitar jam 10 malam kita berangkat, "


"Siap pak,,pak kalau sudah tidak ada perlu lagi, saya permisi pak,, "


Rizki langsung masuk ke dalam ruanganya, dan mengambil hpnya, lalu mengirim pesan pada Zara.


"Za,, Abang di ajak ke puncak oleh Papahmu, "Zara belum membalas, dan baru conteng satu. lalu Rizki lanjut kerja lagi, Rizki tau pasti hp Zara sedang di matikan karena sedang sekolah.


Hari jumat pun datang, dan Sekarang Rizki sedang menata bajunya untuk di bawa ke puncak. setelah siap Rizki lalu berangkat ke rumah Hendra dengan menggunakan ojek onlaine.


Rizki sampai di rumah Hendra jam sembilan malam, karena Rizki tadi pulang kerja tidur dulu, biar nanti di jalan tidak mengantuk.


"Baru dateng kamu Ki,,? "tanya Hendra yang sedang menata barang bawaan di mobil bersama pak supir.


"Iya Pak, soalnya tadi saya tidur dulu,biar ngga ngantuk,, "


"Oh,, ya udah nih bantuin, yang itu kamu tata di mobil yang kamu bawa,, "Hendra sambil melihat tumpukan barang.

__ADS_1


"Iya Pak,, "Rizki lalu menata Barang bawaan, setelah selesai ,semua bersiap dan akan masuk ke mobil.


Dea dan kedua anaknya juga pengasuh kembar sudah masuk mobil. dan yang ikut mobil Rizki ,Dua mba sudah masuk, tinggal Zara dengan oma, lalu Zara dan oma keluar dari dalam rumah, Zara dan Rizki lalu saling senyum tipis dan mata mereka saling pandang.


Zara membantu oma masuk mobil , tapi Zara juga akan masuk ,Rizki langsung aja memanggilnya, ngga lucu kan Rizki di depan sendirian, dan di bangku tengah di isi 4 orang, pasti akan sempit.


"Zaaaa,,,, "kata Rizki memanggil Zara dengan pelan tapi panjang, saat Zara menengok mata Rizki sudah memberi kode agar masuk ke depan. Sedang Zara menggeleng pelan sambil tersenyum.


Saat Zara tetap mau masuk,Rizki memanggilnya lagi,,


"Zaaa,, di situ sempit, naik di depan,, "


"Ngga ah,, mba aja tuh yang di depan, Zara mau sama oma, "Mata Rizki sudah menatapnya tajam. Zara bukanya takut malah tersenyum.


"Za,, temani Rizki, sanah duduk depan, tadi kan Zara bilang sama oma, kalau zara tidur siang agak lama biar ngga ngantuk di jalan, biar bisa nemenin Rizki kan, udah sanah duduk depan temani Rizki, "kata Oma, Rizki tersenyum senang sekarang, sedang Zara yang emang ingin ngerjain Rizki, sekarang sudah ngga bisa lagi, Zara langsung membuka pintu mobil depan dan masuk ke dalam.


Rizki dengan tersenyum senang juga masuk ke mobil, Mobil yang di naiki Hendra berjalan duluan, lalu Rizki punmenyusul.


Di jalan yang ada di mobil Rizki sudah pada tidur, tapi tidak dengan Rizki dan Zara, memang saat ini sudah malam, pasti mereka mengantuk.


Rizki melihat kebelakang dari kaca sepion yang di atas kepalanya, dan di lihat semuanya sudah tidur nyenyak, tangan Rizki yang satunya mengambil tangan Zara untuk di genggamnya.


"Bang,, Abang lagi nyetir,, lepas,, "kata Zara dengan pelan.


"Bentar aja, buat nambah energi Abang,, "Zara mengerutkan kening tanda tidak mengerti.


"Ini buat semangat Abang,, "sambil mencium tangan Zara.


"Bang lepas,, takut ada yang lihat, "Rizki menggelengkan kepalanya.


"Mereka pada tidur kok,, tenang aja,, "Zara lalu melihat ke belakang, dan saat terlihat Mereka yang di belakang tidur nyenyak, Zara hanya diam, dan menikmati hangatnya genggaman tangan Rizki.

__ADS_1


Jangan lupa, like komen dan votenya, trimakasih....


__ADS_2