MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Zara Kembali Ke Singapur


__ADS_3

Setelah telfon mati, Zara kepikiran dengan suara yang tadi di dengarnya, karena Zara seperti mendengar suara yang tidak asing.tapi Zara tetap tidak dapat mengingat siapa pemilik suara tadi.


Zara lalu mencoba memejamkan matanya untuk tidur,dan tidak ingin pusing dengan suara tadi, karena besok pagi harus berangkat pagi untuk ke kota. dan Zara pun ahirnya tertidur.


Pagi harinya Zara sudah bersiap untuk menuju setasiun di antar oleh Ayah Doni. Zara berpamitan pada Kakek dan Mamah, serta pada Aditiya.


"Zara hati hati yah, jangan lupa kalau sampai rumah telfon Mamah, biar Mamah tenang,, "


"Iya Mah,, "


Setelah itu Zara pun berangkat menuju setasiun di antar Ayah, dan tidak lama Zara pun sampai, Ayah mengantar sampai depan kereta, setelah Zara masuk Ayah pun pulang.


Kurang lebih 3 jam, Zara sudah sampai di setasiun kota, dan yang menjemput Zara hanya pak supir ,karena Hendra sedang sibuk.


"Bundaa,,, adek,, "panggil Zara saat sudah sampai rumah, dan Melihat Dea sedang bermain dengan dua adiknya.


"Zara,, "jawab Dea saat Zara mencium tanganya.


Lalu Zara mencium kedua adeknya, "Bun,, Zara mau ke kamar yah,, pengin rebahan,, "


"Iya,, mau di siapin makan ngga sayang,,? "


"Ngga usah Bun, nanti Zara kalau lapar akan ambil,, "


"Ya udah kalau gitu,, sanah istirahat, "Zara lalu masuk ke kamarnya dan istirahat.


Sore hari Hendra sudah pulang dan langsung mencari Zara, dan Zara sedang bermain dengan dua adeknya di kamar Hendra, ada Dea juga di kamar.


"Za,, Gimana keadaan kakek,, "setelah Hendra masuk ke kamar dan melihat Zara, sedang Dea mendekati Hendra untuk membantu melepaskan jasnya.


"Kakek sudah sehat, dan tinggal lemas aja badanya Pah,, "


"Sukur lah,, "sambil mendekati ketiga putrinya lalu menciumi satu persatu.


"Mas,, mandi dulu gih biar enak badanya, "


"Iya tunggu bentar, Mas pengin main dulu sama kembar,, "


Di kamar Hendra saat ini jadi rame,karena berkumpul istri dan anak anaknya.


"Za,, Papah belum punya anak cowo, kalau Bunda hamil lagi boleh kan,,? "tanya Hendra pada Zara.


"Mas,, kamu tuh ngomong apa sih,,? "sedang Zara pun tersenyum.

__ADS_1


"Iya boleh lah, kan Bunda yang hamil kenapa Papah tanyanya sama Zara sih,, "


"Ya kan Papah bilang Zara takutnya Zara malu punya adek kecil karena Zara sudah besar, "


"Oh gitu,, Zara ngga malu, justru seneng kalau punya banyak adek,, "


"Tuh Yang,, Zara udah ngebolehin, jadi kamu ngga boleh menolak , Mas soalnya pengin punya anak cowo,, "


"Ya ampun Mas,, bahas ininya nanti aja, ada Zara malu tau,, "Sambil mata Dea melotot.


"Malu kenapa, Zara juga sudah besar ya pasti tau lah,, "


"Udah Mas jangan di lanjut bicaranya yah, "sedang Zara tersenyum melihat kedua orang tuanya yang sedang mengobrol tentang membuat dede bayi.


Malam pun tiba, mereka bertiga sedang makan Malam bersama.


"Pah, Zara akan berangkat besok pagi ke singapurnya ,tolong pesanin tiket,, "saat ini mereka sedang makan malam sambil mengobrol.


"Kok besok sih, cepet amat,, "


"Iya,, soalnya dari kampus cuman kasih izin 5 hari, ini aja Zara jadi bolos sehari karena besok baru berangkat, harusnya kan sekarang berangkat ke singapur nya,, "


"Oh gitu,, ya udah nanti Papah pesankan yah,,"


"Iya Pah,, makasih,, "


"Sayang,, ini mau berangkat yang pagi, siang apa sore,,? "tanya Hendra pada Zara.


"Pagi aja Pah, biar Zara ada banyak waktu untuk istirahat,, "


"Iya,, Papah pesankan tang jam 7 pagi yah,, "


"Iya,, "


Lalu Hendra berhasil memesan tiket untuk besok pagi, setelah mengobrol cukup lama, Zara izin masuk ke kamar dulu karena mau menyiapkan koper untuk baju bajunya.


Di kamar Zara merapikan baju sambil menelfon Rizki, dan Rizki saat ini masih di kantor.


"Kok belum pulang, ini sudah malam loh Bang, "


"Iya sebentar lagi, ini lagi beres beres kok, "


"Oh iya,, besok jadi kan pulang kesininya,,? "tanya Rizki.

__ADS_1


"Jadi, Zara pakai penerbangan pagi, Abang bisa jemput ngga di Bandara,, "


"Besok pagi jam berapaan,,? "


"Ya Abang harus sudah ada di Bandara setengah 8an lah,, "


"Oh gitu yah,, Abang akan usahakan yah,, "


"Iya,,, "


Mereka berdua mengobrol sampai cukup malam, dan Zara ahirnya menyudahi karena merasa mengantuk.


Pagi pun datang, dan Zara sudah bersiap untuk berangkat, Hendra dan pak supirsudah menunggu di mobil, dan Zara sedang menciumi si kembar.


"Bun Zara berangkat yah,, "


"Iya,, Zara hati hati dan jaga kesehatan juga yah, "


"Siap Bunda,, "


Lalu Zara naik ke dalam mobil, dan Pak sopir lalu menjalankan mobilnya. sampai Bandara Hendra mengantar Zara sampai depan batas pengantaran.


Setelah Zara masuk, Hendra langsung pergi dan akan ke kantor langsung. Zara menunggu setengah jam baru pesawat mengudara.


Sampai di Bandara Singapur, Rizki sudah menunggu Zara, Rizki cukup senang karena Zara sudah balik kesingapur lagi.


"Abang,, "panggil Zara, Rizki yang mendengar langsung menengok, mereka berdua lalu saling peluk.


"Kita langsung pulang aja yuk,, "


"Iya Bang,, "jawab Zara dan Rizki lalu menarik koper dengan satu tanganya, sedang tangan satunya menggandeng tangan Zara.


Mereka berdua lalu naik taxsi, untuk menuju apartemen. sampai Apartemen mereka naik ke lantai 10 di mana apartemen Zara berada.


Zara langsung lari ke kasurnya saat sudah sampai.


"Ahhh,, enaknyaaa,,, "Rizki hanya melihat tingkah Zara sambil tersenyum.


Setelah meletakan koper Zara dekat lemari, Rizki menyusul Zar ke kasur, Rizki langsung memeluk Zara dan menciumi kening dan pipi Zara.


"Abang kangen banget,, "Sambil mengangkat dagu Zara, lalu Rizki menempelkan bibirnya langsung di bibie Zara.


Jangan lupa, like komen dan votenya, trimakasih...

__ADS_1


**Maaf bab ini banyak salahnya tentang anak Hendra dan Dea, Aku lagi banyak kerjaan di dunia nyata,jadi ngga konsen,,


Aku ngga perbaiki ,maaf yah**...


__ADS_2