MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Zia Pergi Untuk Selamanya


__ADS_3

Rizki melihat Zia yang sedang tidur dengan alat bantunya, mesin berbunyi tanda jantung yang masih berdetak. kurang lebih satu bulan tidak melihat Zia dari terahir melihatnya, sekarang badanya tambah kurus, dan rambutnya sudah terlihat bekas rontok karena kulit kepala yang terlihat. Rizki lalu duduk di dekatnya.


"Aku datang menepati janjiku, maaf kemarin Aku tidak pamit padamu, karena ada hal yang sangat mendesak,, apa yang harus Aku lakukan untuk membuatmu merasa lebih baik sekarang,Aku sekarang hanya sahabatmu jadi Aku tidak bisa memberimu cinta dan kasih sayang lagi, tapi sebagai sahabat Aku hanya bisa mendoakan suapaya kamu cepat membaik,,, "Sambil menggenggam tanganya.


"Aku hanya ingin melihatmu untuk yang terahir kalianya, Aku tau hidupku tidak mungkin lama lagi, trimakasih kamu telah menepati janjimu untuk datang menjenguku, Aku merasa senang, "Zia membuka matanya dan juga mengeluarkan air matanya .dan bicaranya pun cukup pelan.


"Semuanya sudah berubah, Aku tidak bisa selalu menemani kamu di sini, Aku punya kekasih yang harus Aku jaga perasaanya, dan juga Aku hrus kerja, jadi Aku harap kamu cepat membaik, dan maafkan segala kesalahanku kalau dulu selama kita menjalin kasih ada hal yang membuatmu sakit,, "Zia tesenyum tupis dan tangan Zia sedikit menggenggam tangan Rizki. Rizki membantu mengusap air mata Zia.


"Kamu adalah laki laki baik,selama kita menjalin kasih tidak sekalipun kamu membuatku sedih, semoga kamu mendapatkan orang yang baik juga dan mencintaimu, Aku hanya ingin minta padamu untuk tidak membenciku karena telah meninggalkanmu dan membuatmu terluka,maafkan lah semua kesalahanku agar Aku pergi dengan tenang,, "


"Jangan bicara asal, kamu pasti sembuh terus lah berjuang,, "Zia menggeleng.


"Aku sudah tidak kuat, "sambil tersengal.


"Bertahan lah,, Aku akan panggil Dokter,, "


"Tidak usahh,, tetap lah di sini,,, temani Aku ,Aku sangat mencintaikamu Ki,, cinta ini biar ku bawa sampai mati,,, "


"Tidakk,, tidakkk,, Aku akan panggil Dokter,, bertahan lah,, Aku mohon,, "


Rizki lalu keluar dan memanggil Dokter, Kaka Zia yang melihatnya langsung ikut panik.


"Dokter,, Dokter,, tolong,,, "teriak Rizki saat membuka pintu.


"Ada apa dengan Zia hah,,,? "tanya kaka Zia, dan langsung masuk karena Rizki tak menjawabnya.


Dokter dan suster pun datang dan langsung masuk ke dalam, Zara yang. melihatnya juga langsung mendekati Rizki.

__ADS_1


"Ada apa Kak,, "


"Zia Za,, Zia,,, "sambil sedikit ketakutan.


"Ada apa dengan Kak Zia,,? "


Rizki langsung membawa Zara untuk ikut masuk, Mata Zia melihat ke arah Rizki dan Zara, sambil tersenyum dan makin lama mata pun makin tertutup.


"Zia,, sayang bertahan lah,,, sayang,, jangan pergi,, jangan tinggalkan kaka,, ayo buka matamu Zia,, "kaka Zia terus saja berbicara pada Zia.


Dan mesin detak jantung pun berbunyi sangat nyaring, dan menandakan kalau Zia sudah tiada.


"Maaf Pak,, nona Zia telah tiada,, "kata Dokter.


Rizki langsung memeluk Zara dan menangis, sedang kaka nya pun menangis sambil memegang wajah Zia.


Beberapa jam kemudian Zia sudah dibersihkan dan di letakan di peti, karena kaka Zia akan membawanya ke Indonesia .


"Ki,, kamu mau ikut sekalian pulang ngga,, ?"tanya Andri.


"Maaf Aku akan di sini untuk benerapa hari, karena ada kerjaan,, "


"Oh gitu,, ya udah Aku akan menemani Kakanya Zia, kita akan pulang bareng denganya,, "


"Iya,, itu lebih baik,karena Kakanya Zia sedang tidak baik,, "


"Iya,,, "

__ADS_1


"Ya udah ini sudah cukup malam, Aku mau balik ke hotel dulu,, kamu hati hati di jalan yah"Andri pun mengangguk.


Lalu Rizki sambil menggandeng Zara berpamitan pada Kaka Zia.


"Kak,, maaf saya mau pamit untuk pulang ke Hotel, saya ada kerjaan di sini jadi tidak bisa ikut pulang ke Indonesia ,"


"Iya,, terimakasih telah datang, "


Lalu Rizki pun akan pergi, saat akan pergi. kaka Zia memanggilnya lagi.


"Tunggu,, ini ada titipan dari Zia, dia menitipkanya pada Saya ,karena Zia pikir. kamu tidak akan datang,, "


Kaka Zia memberikan Buku, dan seperti buku diary. Rizki pun menerimanya setelah melihat ke Zara dulu, Zara mengangguk pelan tanda membolehkan Rizki mengambil buku itu.


Di dalam taxsi Rizki terus saja diam, saling menggengaman tangan tanpa terlepas. dan di tangan Rizki masih memegang buku yang tadi kakanya Zia berikan, Zara pun tidak bisa berkata apa apa, biarlah Rizki menenangkan pikiranya.


Sampai di Hotel Mereka berdua langsung masuk kamar, Zara lalu ganti baju dan bersiap untuk tidur.


"Bang,, istirahat dan tidurlah, ini sudah malam, takut sakit kalau Abang kurang istirahat nanti,, "Zara mendekati Rizki yang sedang duduk di sofa.


"Abang belum ngantuk, tunggu bentar lagi nanti Abang akan tidur,kamu tidur dulu aja yah, "sambil mengusap wajahnya kasar.


Zara tidak ingin memaksa Rizki, mungkin memang Rizki butuh sendiri saat ini. Zara pun akan berjalan menuju kasur, tapi baru satu langkah Rizki menarik tangan Zara, ahirnya Zara jatuh di pangkuan Rizki.


"Abanggg,,, "kata Zara yang kaget atas kelakuan Rizki. Zara pun akan bangun dari pangkuan Rizki.


" Diamlah, Tetaplah di sini sebentar saja, Abang butuh kamu,, "sambil memeluk Zara. dan di letakanya kepala Rizki di dada Zara, Zara ahirnya diam lalu sambil mengusap kepala Rizki dengan sayang.

__ADS_1


Jangan lupa. like komen dan votenya, trimakasih..


__ADS_2