MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Di Masakin Ibu Mertua


__ADS_3

Sampai rumah Aku langsung masuk, Dan saat sampai di dalam Aku mendengar suara Ibu Mertua yang sepertinya sedang mengobrol dengan Mba Siti dari arah dapur.


"Ibuu,,,, "lalu Aku memeluk Ibu, setelah mendekat dan mencium tanganya.


"Gimana kabarnya Sayang,kandunganya sehat kan? "sambil melepaskan pelukan.lalu mengusap perutku yang sudah sedikit buncit.


"Sehat Bu, Sampai rumah jam berapa Bu, dan Mas Agung jemput ngga,? "tanyaku.


"Sekitar jam 11,Agung ngga bisa jemput tapi ada supir yang di suruh Agung menjemput Ibu, "


"Oh gitu,, sukurdeh ada yang jemput Ibu, "jawabku.


"Ibu kok di dapur sama Mba Siti, kenapa ngobrolnya ngga di depan aja,? "tanyaku lagi.


"Ini Non,, Ibu tadi abis memasak,"jawab Mba Siti.


"Kok Ibu masak sih,, kan baru datang pasti cape, "kataku.


"Ngga cape kok Sayang, Ibu seneng masakin buat menantu Ibu ini, "Aku hanya tersenyum dan bilang makasih.


"Ya udah yuk Bu, kita ke meja makan, kita makan siang bareng, "ajaku.


Lalu Aku dan Ibu menuju meja makan untuk makan siang,dan mencicipi masakan Ibu yang sepertinya sangat nikmat dari baunya. Aku makan sangat lahap, dan benar saja masakan Ibu benar benar enak.


Selesai makan Aku dan Ibu mengobrol sebentar, hingga kita memutuskan untuk istirahat dan tidur siang.


Aku terbangun saat ada tangan yang mengusap kepalaku,lalu saat ku buka mataku,senyum yang selalu membuatku makin jatuh cinta telah ada di depanku.


Ku genggam tangan yang ada di kepalaku, lalu Cium tanganya,lalu kecupan hangan mendarat di keningku.


Aku langsung memeluknya sambil posisiku tuduran. dengan nakalnya Aku mencium bibir tebalnya yang sangat nikmat kalau ku cium.


Kita saling Me*umat ,setelah posisi badan kita sama sama tiduran. Ciuman pun makin lama makin ber*gairah,dan makin menuntut.


tangan yang tadinya diam, kini saling mencari tempat faforitnya. di remasnya daging kenyalku dengan sangat nikmat, hingga gleseran di dalam tubuhku makin memuncak. Tanganku dengan gemasnya memaikan benda yang tadinya kecil tiba tiba besar saat Aku mainkan.


"Eeeemmmm,,, "saat nafasku hampir habis. Lalu Aku melepaskan ciumanku.


setelah ciuman terlepas, bibir itu turun ke leher dan terus turun sampai bawah ,lalu menj*ilati dan memainkan tonjolan kecil di ujung daging kenyalku, tapi setelah kancing bajuku di lepasnya satu persatu. Saat sedang merasakan nikmat, tiba tiba ketokan pintu berbunyi.


Tokkk,, Tokk...


"Nonn...,Pakk,,, di suruh Ibu untuk makan malam, "Aku tersemum meliat Suamiku yang terlihat frustasi saat mendengar gedoran pintu.


"Iya,,, Mba. Bilang Ibu Dinda mau mandi dulu ya Mba, sebentar,,, "kataku, saat Aku membuka pintu. Tapi sebelumnya Aku mengancing bajuku yang sudah terlepas.


"Dinda mandi dulu ya Mas,, "kataku sambil mendekati Suamiku.


"Ini udah malam sayang,Ibu hamil ngga baik mandi malam malam, "


"Tapi Dinda gerah Mas,, pake air hangat kok, bentar ini mandinya ya Mas,,, "kataku. karena badanku merasa lengket.

__ADS_1


"Ya Udah tapi bentar aja yahh, "jawab Suamiku dan Aku langsung berjalan ke arah kamar mandi.


"Mas mau nggapain, kok ngikutin Dinda, ?"tanyaku.


"Mas juga mau mandi lah Dek, kita mandi bareng biar cepat, "


"Bener loh ya Mas cuman mandi, jangan macam macam kita sudah di tungguin Ibu soalnya, "kataku.


Suamiku pun menyetujuinya, karena kata Suamiku juga sudah merasa lapar.


Kita pun sudah selesai mandi, dan sekarang Aku dan Suamiku mau menuju meja makan.


"Maaf ya Bu nunggu lama,, tadi Dinda mandi dulu soalnya, "kataku saat sudah duduk.


"Iya ngga papa,ayo kita makan, "Aku pun mengangguk.


Lalu Aku mengambilkan makan buat suamiku, dan setelah itu kita makan bersama dengan sesekali mengobrol.


Setelah makan kita duduk di sofa ruang tv, dan mengobrol.


"Dinda kapan mau mulai cuti kuliahnya, ?"tanya Ibu.


"Dinda belum tau nih Bu,, kira kira enaknya kapan ya Mas,? "Aku balik tanya ke Suamiku yang ada di sebelahku.


"Kalau Mas senyamanya Adek aja, tapi lebih cepat lebih baik, "


"Kalau 7 bulan gimana Mas,, ?"tanyaku.


"Iya Sayang,, jangan nunggu 7 bulan, kasihan kamu nya juga, pasti udah cepat lelah,, "kata Ibu.


"Ya udah deh, besok Dinda mau ngajuin cuti kuliah,"jawabku.


"Ibu mau lama kan di sini,?"tanyaku pada Ibu.


"Cuman 5 hari sayang, Ibu ngga bisa lama lama, "Aku hanya menganggukan kepalaku.


"Tapi nanti kalau Dinda mau mendekati HPL Ibu datang kesini ya,, buat temenin Dinda, "kataku.


"Ya,,, nanti Ibu usahakan, Ibu juga pengin lihat cucu Ibu lahir ke dunia, "dan kita semua tersenyum.


Kita mengobrol sampai pukul 10 malam, dan ahirnya kita memutuskan untuk istirahat.


.


.


.


Hari pun berlalu, Dan sekarang hari terahir Ibu mertua di rumah ini, karena Ibu mertuaku akan pulang ke kampung.


Saat Aku bangun tidur rasanya haus sekali,Aku langsung keluar dan menuju dapur untuk mengambil minum.

__ADS_1


"Mba Siti bikin sarapan apa Mba,? "tanyaku.


"Ini tadi Ibu yang masak Non, Ibu bikin mi goreng, "jawab Mba Siti.


"Trus Ibu di mana sekarang Mba,? "tanyaku.


"Ibu tadi masuk ke kamar, katanya mau mandi Non, "Aku hanya menganggukan kepalaku.


Dan saat ku lihat mi goreng yang ada di atas meja, rasanya Aku ingin sekali mencicipinya. dengan ada telor, udang, bakso juga sosis, membuat mi gorengnya kelihatan menggoda.


Lalu Aku mengambil piring dan ingin menyicipinya.setelah piring terisi lumayan banyak, Aku duduk dan langsung memakanya, rasanya sangat enak sampai Aku nambah dua kali.


"Ade makan apa,,, ?"kata Suamiku yang sudah ada di sampingku, sampai Aku tidak sadar dengan kedatangan Suami.


"Ini Mas,, mei goreng buatan Ibu, tadi Dinda lihat mei goreng di atas meja dan kelihatan enak, jadi Dinda mencicipinya,,, tapi udah habis dua piring Mas hehee,, "kataku sambil tersenyum.


"Ya bagus dong kalau Adek makanya banyak.Kayanya enak Mas mau juga dong Dek, "kata Suamiku.


"Mas mau makan juga, tunggu panggil Ibu juga yah, masa Ibu yang masak ngga ikut makan sih, "kataku.


"Mba,,, tolong panggilin Ibu dong, buat sarapan, "kataku lagi,menyuruh Mba Siti untuk memanggil Ibu.


Lalu Mba Siti pergi ke kamar Ibu, untuk memanggilnya sarapan. tak berapa lama Ibu datang.


"Bu,, maaf yah kita makan dulu an, soalnya Dinda liat mei goreng buatan Ibu langsung ingin memakanya, "kataku.


"Iya Sayang ngga papa, kalau Dinda suka malah Ibu senang, "jawab Ibu.


"Ibu jadi pulang hari ini,? "tanya Suamiku.


"Jadi,,"jawab Ibu sambil menyuapkan sendok ke mulutnya.


"Agung pesankan tiketnya ya Bu,,, "kata Suamkuku dan Ibu hanya menjawab IYA.


Selesai kita sarapan, Ibu balik ke kamarnya karena ingin memberskan baju baju Ibu, sedang Aku dan Suamiku duduk di teras rumah, sambil menikmati matahari pagi.


"Mas hari ini libur kan,? "tanyaku.


"Iya Mas hari libur, kenapa hemmm,,, "


"Dinda pengin ketemu Ayah dan Ibu, Dinda udah kangen, boleh ngga,? "tanyaku.


"Boleh,,, nanti sehabis nganter Ibu ke bandara, pulangnya kita baru kerumah Ibu dan Ayah, "Aku langsung tersenyum senang.


Saat ini kita sedang dalam perjalanan menuju bandara, untuk mengantarkan Ibu mertuaku. setelah sampai bandara kita turun dan mengantar Ibu sampai batas pengantaran, setelah saling peluk Aku dan Suamiku langsung ke luar menuju parkiran mobil.


"Kaka Dindaaa,,, "


**Aku sangat sangat berterimakasih untuk kaka kaka semua yang masih setia dengan ceritaku. kaka kaka semua yang selalu membuatku semangat untuk menulis.dan jangan bosen bosen ya kak untuk like, komen dan votenya, trimakasihhh.


Dan sambil menunggu cerita Dinda dan Agung up, mampir ke ceritaku yang AKU BUKAN PEBINOR ya kak**.

__ADS_1


__ADS_2